PT Asa Panca Cipta Optima, yang lebih dikenal dengan merek Pestigo, menegaskan posisinya sebagai salah satu pelopor digitalisasi di industri pengelolaan hama (pest management) Indonesia melalui presentasi mereka dalam ajang TOP Digital Awards 2025 yang digelar secara daring pada Jumat (21/11/2025).
Dalam sesi tersebut, co-founder sekaligus Chief Marketing Officer Pestigo, Yurio Solarto, memaparkan bagaimana perusahaan yang baru berdiri tiga tahun ini berhasil melampaui standar operasional konvensional yang selama puluhan tahun mendominasi jasa pengendalian hama di dalam negeri.
Yurio hadir bersama Riscian Junaedi selaku IT Manager dan Nadia sebagai IT Staff yang membeberkan kinerja Pestigo dan keberhasilannya dalam menjalankan transformasi digital di Perusahaan.
Pestigo, yang berpusat di Bogor, Jawa Barat dan kini beroperasi di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, dan Makassar, menawarkan pendekatan yang lebih modern dibanding praktik “tukang semprot” yang lazim ditemui di industri ini.
Menurut Yurio, sebagian besar perusahaan sejenis masih bergantung pada formulir kertas, laporan manual, dan rekap Excel yang rentan kesalahan. “Kami tidak melihat diri kami sebagai penyemprot hama,” ujarnya di depan dewan juri. “Kami bergerak pada pengelolaan hama terpadu, dan itu hanya dapat efektif jika seluruh prosesnya ditopang sistem yang modern dan terintegrasi.”
Ditilik dari bisnis, kata dia, bisnis jasa pengelolaan hama adalah sebuah bisnis yang sangat menarik, khususnya di negara tropis seperti Indonesia yang keberadaan hama urban (perkotaan), seperti semut, lalat, kecoa, nyamuk, tikus, rayap dan hama-hama lainnya akan terus ada.
Seiring dengan kemajuan ekonomi dan bertumbuhnya kelas menengah dari tahun ke tahun dan didukung oleh regulasi pemerintah yang mewajibkan area komersial menggunakan jasa pengendalian hama, bisnis ini akan selalu berkembang selaras dengan terus bertambahnya jumlah perusahaan jasa pengendalian hama di Indonesia.
“Kami adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan hama, termasuk layanan pengendalian hama umum (pest control), pengendalian rayap (termite control), dan fumigasi, dengan brand yang dikenal sebagai Pestigo,” katanya.
Mengutamakan pengendalian hama dengan secara preventive, untuk hasil yang lebih maksimal dan ramah lingkungan, selain itu Pestigo juga selalu menerapkan IPM (Integrated Pest Management) atau Pengelolaan Hama Terpadu.
Ini adalah pendekatan pengendalian hama secara menyeluruh dan berkelanjutan dengan memadukan berbagai metode yang efektif, ramah lingkungan, dan aman bagi manusia serta non-target organisme.
Transformasi Digital
Lebih jauh ditegaskan Yurio, Pestigo terbilang berhasil dalam menjalankan proses transformasi digital yang diwujudkan melalui pengembangan sistem internal bernama Systigo. Ini adalah sebuah platform operasional menyeluruh yang dibangun sendiri oleh tim IT Pestigo di bawah koordinasi IT Manager Riscian Junaedi.
Systigo menggabungkan seluruh fungsi bisnis—mulai dari pemasaran, manajemen prospek, aktivitas sales, survei lapangan, pembuatan proposal, penjadwalan layanan, hingga pelaporan—ke dalam satu ekosistem digital yang saling terhubung.
Integrasi end-to-end ini menjadikan Pestigo sebagai satu-satunya perusahaan pest control di Indonesia yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem digital internal secara lengkap.
Sebelum kehadiran Systigo, laporan operasional harian di setiap cabang harus disusun secara manual: teknisi mencatat pekerjaan di kertas, manajemen merekap di Excel panjang dan kompleks, dan data antar cabang harus dikumpulkan secara terpisah.
Kini, seluruh proses tersebut berlangsung otomatis dan real time. Setiap aktivitas teknisi direkam melalui service ticket digital, lengkap dengan foto bukti, catatan temuan, serta hasil analisa.
Laporan bulanan yang dulu harus dirangkai manual kini tersusun otomatis dalam bentuk grafik tren hama, analisa risiko, dan ringkasan temuan yang siap dibagikan kepada klien.
Digitalisasi ini juga memberi nilai tambah bagi klien. Pestigo menyampaikan laporan layanan secara paperless, langsung terkirim ke berbagai pihak yang berkepentingan, seperti kepala store, manajer area, hingga housekeeping hotel.
Kecepatan dan ketepatan informasi inilah yang menurut Yurio menjadi pembeda utama Pestigo dibanding kompetitor.
“Saat klien menandatangani laporan di lapangan, laporan itu otomatis terkirim ke seluruh stakeholder. Tidak ada lagi kertas, tidak ada lagi data hilang,” katanya.
Dari sisi penjualan dan pemasaran, Systigo menyediakan dashboard dinamis yang menampilkan pergerakan lead dari digital marketing, proses sales dari tahap prospek hingga kontrak, serta performa penjualan secara keseluruhan.
Semua aktivitas terekam detail, memungkinkan manajemen mengambil keputusan berbasis data. Pestigo bahkan berencana menambahkan modul kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis penggunaan bahan kimia di lapangan, mendeteksi anomali, hingga memetakan potensi pasar berdasarkan lokasi pelanggan.
Fitur geospasial ini akan membantu perusahaan mengarahkan strategi pemasaran dengan lebih presisi.
Transformasi ini menjadi semakin menarik mengingat Pestigo merupakan perusahaan muda yang didirikan oleh tim berpengalaman lebih dari 20 tahun di industri pest control. Setelah sebelumnya berkarya dan kemudian melepas perusahaan pertama mereka pada 2019, para pendiri kembali membangun Pestigo dengan visi baru yang lebih berorientasi teknologi.
Visi perusahaan adalah menjadi perusahaan pengelolaan hama terpandang di Indonesia, bukan sekadar terbesar. Filosofi ini diterjemahkan dalam komitmen untuk terus berinovasi, membangun SDM, menjaga integritas, serta memberikan pengalaman pelanggan yang unggul.
Tidak hanya fokus pada internal, ke depan Pestigo juga berencana membuka penggunaan Systigo bagi perusahaan pest control lain.
Yurio menegaskan bahwa digitalisasi tidak seharusnya menjadi keunggulan eksklusif, melainkan dapat memperbaiki kualitas industri secara keseluruhan.
“Kami ingin industri ini naik kelas. Dengan sistem ini, perusahaan lain pun bisa lebih efisien dan profesional,” ujarnya.
Dengan digitalisasi yang terstruktur, inovatif, dan menyeluruh, Pestigo kini tampil sebagai salah satu representasi bagaimana sebuah industri tradisional dapat bertransformasi melalui teknologi.
Di tengah layanan yang mencakup wilayah dari Sabang hingga Merauke—termasuk penanganan hama-hama unik seperti ular, anjing liar, hingga monyet—Pestigo membuktikan bahwa teknologi bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memengaruhi kualitas pengalaman pelanggan dan standar industri pengelolaan hama di Indonesia.
Editor: Fauzi














