ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Penguatan Data Benteng Pertahanan Pengendali Penyakit Menular di Indonesia

Ahmad Churi
26 November 2025 | 12:49
rubrik: Digital
Penguatan Data Benteng Pertahanan Pengendali Penyakit Menular di Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id- Perjalanan melawan penyakit menular tidak pernah berhenti. Masalah utama bukan hanya pada ketersediaan obat atau fasilitas kesehatan, melainkan seberapa cepat dan akurat untuk mengetahui apa yang terjadi di lapangan. 

Di sinilah Sistem Informasi Kesehatan atau SIK mengambil peran sebagai garda terdepan dalam pengendalian penyakit menular yang menuntut ketepatan data, kecepatan respons, dan sinergi lintas sektor. Hal ini ditegaskan Maria Holly Herawati, Profesor Riset BRIN bidang epidemiologi dan biostatistik, dalam orasi ilmiahnya yang berlangsung di Gedung B.J. Habibie, BRIN Jakarta, (25/11/2025) dalam ajang pengukuhannya sebagai Profesor Riset BRIN.\

Prof. Holly menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Penguatan Sumber Daya Sistem Informasi Kesehatan dalam Pengendalian Penyakit Menular di Indonesia”. Pada kesempatan itu, ia menekankan bahwa Sistem Informasi Kesehatan (SIK) yang andal adalah fondasi strategis kebijakan kesehatan nasional.  “SIK adalah fondasi penting dalam pengambilan keputusan kesehatan yang cepat, tepat, dan berbasis bukti,” ujarnya. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan banyak kendala struktural. “Tanpa penguatan yang serius, kita berisiko kehilangan momentum dalam mencegah dan merespons wabah,” tuturnya. 

Menurutnya, setiap keterlambatan informasi memiliki dampak fatal. “Keterlambatan informasi berarti meningkatkan kesakitan dan kematian. Situasi ini dapat memicu krisis kesehatan publik seperti yang terjadi saat pandemi COVID-19,” ujarnya.

Tantangan Melemahkan SIK 

Prof. Holly menyampaikan bahwa Indonesia menghadapi “tantangan ganda”: ancaman penyakit menular yang terus berkembang, sedangkan SIK belum mampu menopang pengambilan keputusan secara optimal.  “Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan sebuah sistem terintegrasi yang mencakup pengumpulan, analisis, pelaporan, sintesis, dan pemanfaatan data yang cepat serta akurat dalam menghadapi pengendalian penyakit menular yang semakin sulit diprediksi,” jelasnya. 

Menurutnya, kualitas informasi menentukan arah kebijakan dan efektivitas respons di lapangan dalam menghadapi penyakit menular yang karakteristiknya cepat berubah. “SIK seharusnya menjadi instrumen deteksi dini dan respons cepat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Dubai memperkenalkan kamera yang menggunakan AI untuk mengukur kebahagiaan masyarakat

Namun, implementasi SIK nasional masih menghadapi sejumlah tantangan. Dipaparkannya fakta bahwa pelaporan data kesehatan di Indonesia masih menghadapi keterlambatan, ketidaklengkapan, serta lemahnya verifikasi. “Pelaporan sering terlambat, tidak lengkap, dan tidak tervalidasi. Konsekuensinya jelas, kualitas data yang rendah melemahkan analisis epidemiologi,” tegasnya.

Untuk itu, Prof. Holly menggarisbawahi pentingnya SDM kompeten karena data yang lengkap dan dianalisis secara tepat menjadi kunci pengendalian penyakit menular. “Ketersediaan tenaga ahli yang memiliki kompetensi epidemiologi dan informatika masih minim, baru mencapai 8,36%, sedangkan jabatan fungsional khusus SIK belum tersedia,” jelasnya. 

Keterbatasan ini membuat pengelolaan dan pemanfaatan data kesehatan kerap tidak optimal.  Karenanya, Prof. Holly menekankan pentingnya tenaga ahli multidisiplin—epidemiologi, statistik, kesehatan lingkungan, hingga informatika kesehatan. “Tenaga khusus SIK yang tidak multitasking, dengan latar belakang epidemiologi, statistik, dan ilmu komputer, sangat diperlukan agar fungsi SIK bisa optimal,” jelasnya.

Transformasi Digital: Dari Pencatatan ke Sistem Cerdas

Selain itu, kesenjangan infrastruktur juga signifikan. Jaringan internet yang belum merata, aplikasi yang tidak terintegrasi, dan teknologi yang belum memenuhi standar. Dalam orasinya, Prof. Holly menunjukkan bahwa ketersediaan komputer hanya 43,49%, akses internet 56,25%, dan formulir standar 51,06%. 

Angka ini menandakan bahwa di banyak lokasi—terutama daerah terpencil—perangkat dasar untuk mengumpulkan dan mengirim informasi belum cukup. “Ketimpangan infrastruktur digital semacam ini membuat aliran data tersendat, laporan terlambat, dan akhirnya kebijakan lambat,” jelasnya. Oleh karena itu, modernisasi dan inovasi menjadi kebutuhan mendesak, termasuk pemanfaatan AI, machine learning, IoMT, serta teknologi prediksi penyakit.

Rendahnya standar tata kelola turut memperkuat persoalan ini. “Implementasi SOP tata kelola baru sebesar 38,88%, integrasi data antarfasilitas kesehatan 62,67%, dan kualitas data hanya 59,80%,” papar Prof. Holly. Padahal, kualitas data menjadi penentu akurasi pemetaan risiko dan dasar kebijakan pengendalian penyakit berbasis bukti.

BACA JUGA:  Jurus Ampuh Supaya Data Anda Tidak Dibobol Hacker

Masalah lain adalah keamanan data. Rendahnya investasi pada server vital membuat SIK rentan terhadap kebocoran. Dalam konteks kesehatan publik, risiko ini bukan hanya soal privasi, tetapi juga stabilitas layanan.

Dalam orasi tersebut, Prof. Holly menekankan bahwa transformasi digital telah ditempatkan pemerintah sebagai pilar dalam reformasi kesehatan. Namun, ia mengingatkan bahwa digitalisasi bukan sekadar memindahkan pencatatan ke komputer, melainkan membangun sistem prediktif dan responsif.

Kini, Indonesia memasuki fase baru melalui inisiatif Satu Sehat dan kerangka kerja One Health, yang memperkuat integrasi lintas sektor dan menjadi cikal bakal ekosistem digital kesehatan nasional. Transformasi ini, menurutnya, sangat krusial untuk melindungi masyarakat dari penyakit menular berdasarkan bukti ilmiah yang real-time.

Namun, Prof. Holly juga menegaskan pentingnya penguatan sumber daya yang terdiri dari: SDM, infrastruktur, teknologi dan inovasi, pembiayaan, tata kelola, dan keandalan data akan memberikan kontribusi ilmiah yang esensial. “Penguatan SIK tidak cukup hanya dengan digitalisasi perangkat. Diperlukan penguatan menyeluruh—SDM, infrastruktur, teknologi, pembiayaan, tata kelola, hingga keandalan data,” jelasnya.

Tags: Data
Previous Post

Bertabur Insight dan Manfaat di Webinar Pra-Event TOP Digital Awards 2025

Next Post

TOP Digital Awards 2025: Siap Rilis AI Hub, DataOn Tanamkan Banyak Fitur AI di SunFish HR

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

Fauzi
17 September 2026 | 23:06

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

Fauzi
10 September 2026 | 13:18

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Luncurkan SCALE, Telkom Integrasikan AI-Cloud-Keamanan Siber

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lazada 9.9 Sale Dongkrak Penjualan Hingga 6 Kali Lipat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 8.000 Pelari Ramaikan Garmin Run Indonesia 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Opera, Satu Browser dengan Banyak Fitur dan Ringan Diakses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto