PT Indodev Niaga Internet (DataOn) telah menyelesaikan sesi penjurian TOP Digital Awards 2025 yang digelar Majalah ItWorks secara daring, Selasa (25/11/2025) lalu. Gordon Enns, selaku CEO PT Indodev Niaga Internet hadir dan memberikan paparannya di hadapan dewan juri.
DataOn diketahui merupakan perusahaan pengembang perangkat lunak asal Indonesia yang berdiri sejak 1999. Seiring kiprahnya yang panjang, perusahaan terus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi HRIS dan ERP terkemuka di Asia Tenggara. Melalui produk unggulannya, SunFish HR, DataOn tak hanya merambah enam negara, tetapi juga menghadirkan rangkaian inovasi berbasis kecerdasan buatan yang semakin mematangkan transformasi digital di ranah sumber daya manusia.
Seperti dikatakan, Gordon Enns, sejak awal fokus utama perusahaan berada pada pengembangan software untuk manajemen SDM.
“Kita perusahaan software, SunFish HR itu produk untuk solusi bisnis untuk fokus ke SDM,” ujar Gordon seraya menegaskan bahwa model bisnis perusahaan kini telah berkembang, meliputi implementasi sistem, pemeliharaan software, hingga layanan payroll outsourcing.
Ekspansi dan Pertumbuhan Bisnis
Dengan 100% proses pengembangan dilakukan di Indonesia, SunFish HR telah digunakan oleh lebih dari dua juta pengguna di Asia Tenggara. Basis pelanggan terbesar berada di Indonesia, sementara pasar lain meliputi Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Produk ini menyasar perusahaan menengah hingga besar dengan jumlah karyawan mulai dari 200 hingga puluhan ribu. “Typical customer kita ada di semua industri, size customer base kita itu kira-kira 200 karyawan sampai 90 ribu karyawan,” kata Gordon.
Lebih lanjut dikatakan bahwa kinerja perusahaan pada tahun berjalan menunjukkan tren positif. Gordon menyampaikan bahwa pendapatan dan performa bisnis DataOn terus tumbuh secara sehat. Pertumbuhan tersebut mendorong perusahaan untuk meningkatkan investasi di bidang teknologi tanpa mengubah proporsi anggaran secara signifikan.
Kantongi Sertifikasi ISO
Untuk menjamin keamanan data, DataOn menerapkan serangkaian sertifikasi internasional dalam hal ini ISO 9001 dan 27001.
“Kita cukup lama sertifikasi ISO 9001 dan 27001. Kita juga ada SOC 2 Type 2,” jelas Gordon.
Sertifikasi tersebut memastikan standar keamanan, privasi, serta kontrol operasional berjalan secara konsisten.
Arsitektur SunFish HR dibangun dengan pendekatan API-first, mendukung integrasi melalui web, mobile, chatbot, hingga aplikasi pihak ketiga. Sistem ini dijalankan dalam arsitektur terdistribusi berbasis container, memungkinkan auto-scaling saat beban meningkat, seperti pada periode payroll dan penilaian kinerja.
“Dengan struktur API dan multi server cluster, kita cukup siap untuk ekspansi ke size apa saja,” ujar Gordon yang pada sesi penjurian kali ini juga ditemani oleh Yus Wadi (Chief Operating Officer), Abdi Wirawan (Development Manager HR Modules), Tiono Tan (Development Manager HCM Modules), Ronald Mustika (DevSecOps Manager), Teguh Widodo (Development Manager – Framework & Technology), dan M. Ikhsan (IT Service Manager).
Lebih lanjut, Gordon menjelaskan bahwa arsitektur SunFish HR dirancang untuk tetap fleksibel melalui pendekatan API-first ini agar mudah dalam berintegrasi dengan berbagai aplikasi bisnis dan sistem pihak ketiga. Pada area-area yang dianggap kritis, DataOn menggunakan teknologi dan solusi keamanan berstandar enterprise untuk memastikan performa dan perlindungan data tetap optimal. Pendekatan ini diterapkan guna menjaga keseimbangan antara fleksibilitas, efisiensi, dan keamanan data pelanggan.
Tanamkan Fitur AI di SunFish HR
Dalam beberapa tahun terakhir, DataOn menempatkan kecerdasan buatan sebagai fokus utama inovasi. Sebagai bagian dari inovasi perusahaan, tahun ini DataOn akan merilis AI Hub, yang menghimpun lebih dari 70 fitur AI di dalam SunFish HR. Teknologi tersebut memberikan kemampuan analisis lanjutan, pemrosesan otomatis, hingga pengambilan keputusan berbasis data.
Beberapa fitur AI yang telah digunakan pelanggan mencakup:
• Prediksi Resignasi Karyawan dengan akurasi 50–80%
• AI Resume Reader yang menganalisis CV, termasuk aspek psikologi dan kecocokan kompetensi
• Fraud & Claim Detection melalui OCR yang membaca struk dan membandingkan kesesuaian klaim
• AI Payroll Validation untuk mendeteksi anomali gaji dan pajak
• Generative AI untuk membuat job description, rencana aksi HR, hingga laporan analitik
• OCR KTP untuk verifikasi identitas
• AI E-Learning Generator yang otomatis menyusun modul pelatihan dari manual atau SOP perusahaan
Gordon menekankan bahwa fondasi teknologi ini bukan hanya langkah awal, tetapi pijakan menuju otomasi total. “Di tahun 2026 kita fokus untuk deploying lebih banyak tools AI dan konversi aplikasi kita untuk fully AI supported payroll process,” ungkapnya.
Gordon menambahkan, “Ke depan kita tidak perlu orang memproses gaji lagi, itu sistemnya fully process by AI.”
Terus Kembangkan Kualitas Produk
DataOn mengelola lebih dari 100 developer dalam proses pengembangan produk SunFish HR. Semua proyek direncanakan melalui sistem internal dengan metodologi sprint. Proses pengembangan hingga rilis fitur telah terdokumentasi secara lengkap sesuai standar SDLC dan diaudit pihak ketiga.
Di sisi layanan, perusahaan juga memperbarui sistem helpdesk terintegrasi dengan AI untuk menangkap keluhan pengguna secara real-time dan menerjemahkannya menjadi bahan pengembangan.
“Sistem otomatis bisa tracking issue dan AI bisa bantu bikin rekomendasi untuk software improvement ke depannya,” kata Gordon.
Dengan jejak panjang sejak 1999, ekspansi regional yang agresif, serta inovasi AI yang semakin matang, DataOn menghadirkan transformasi nyata bagi perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara.
“Kita continuously invest untuk produk. Harapannya kita bisa enhance produk setiap hari, lebih lengkap, lebih bagus, lebih user-friendly,” ujarnya.
Dengan roadmap yang ambisius dan kemampuan engineering yang kuat, DataOn menempatkan diri sebagai salah satu pemain utama yang siap membawa manajemen SDM ke era otomasi penuh berbasis kecerdasan buatan.














