ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Ini Sejumlah Tren AI yang Diproyeksi Akan Dominasi Industri di 2026

Fauzi
11 December 2025 | 13:54
rubrik: Research
Share on FacebookShare on Twitter

Seiring kian cepatnya perkembangan otomasi dan teknologi industri di Asia Tenggara menjelang tahun 2026, para pemimpin teknologi di Analog Devices, Inc. (ADI) memproyeksikan bahwa tahun depan AI tidak lagi hanya akan berada dalam ekosistem digital, tetapi mulai beroperasi langsung di dunia fisik sekaligus membentuk cara industri merancang robotika, perangkat konsumen, dan sistem otonom di lini produksi.

Nilai pasar industri smart manufacturing yang diprediksi yang mencapai USD 13,4 miliar dolar AS pada 2024 memperlihatkan bagaimana berbagai sektor kini semakin bergantung pada sistem yang mampu membaca kondisi nyata di lapangan.

Menurut VP of Edge AI and Robotics ADI Paul Golding, menekankan bahwa 2026 akan menandai lahirnya Physical Intelligence, yaitu model AI yang mampu belajar dari fenomena nyata seperti getaran, suara, magnetik, dan gerakan.

“Berbeda dari generasi sebelumnya yang bergantung pada pusat data, model baru ini diperkirakan akan berpindah ke perangkat edge, yaitu komputasi yang dilakukan langsung di perangkat atau sensor tanpa harus mengirimkan data ke server pusat. Dengan begitu, AI mampu mengambil keputusan secara lokal dan menyesuaikan respons berdasarkan kondisi fisik di lingkungan sekitar,” kata Golding.

Lebih lanjut, dia mengatakan kemampuan belajar cepat dari situasi baru ini, meski hanya diberi sedikit contoh, membuka peluang bagi sistem industri seperti robot pabrik bergerak untuk menangani hambatan tak terduga secara mandiri.

Golding juga memperkirakan peningkatan penggunaan hybrid world models, yang menyatukan penalaran matematis dan fisik dengan data sensor yang terfusi. Dengan pendekatan ini, model AI bukan lagi sekadar memetakan dunia, tetapi mampu berpartisipasi langsung, berinteraksi, dan belajar dari pengalamannya sendiri.

Di ranah perangkat konsumen, Golding melihat audio sebagai antarmuka AI utama pada 2026. Perpaduan spatial sound, sensor fusion, dan on-device reasoning akan mendorong hadirnya perangkat yang lebih kontekstual, mulai dari kacamata Augmented Reality hingga earbuds dan sistem audio kendaraan yang dapat menafsirkan niat, emosi, maupun kondisi lingkungan pengguna.

BACA JUGA:  Ponsel Lipat motorola razr 60 Mulai Edar di Pasar Indonesia

Teknologi ini diperkirakan menghadirkan peningkatan signifikan dalam noise cancellation, daya tahan baterai, serta membuka peluang form factor baru. “Tren perangkat ‘always-in-ear’, yang sudah berkembang di kalangan Gen Z, akan menguat seiring kemampuan AI menghadirkan pengalaman pendengaran yang lebih peka dan intuitif.”

Golding juga menyoroti kemunculan agentic AI, yaitu sistem yang tidak hanya memprediksi tetapi mampu mengambil tindakan melalui intervensi yang dilatih dalam simulasi berbasis fisika. Menurut dia, tahun 2026 akan menjadi momentum mainstream bagi digital twin, yang memperkaya model besar dengan pemahaman fisik.

Dengan ini, sistem AI dapat mempelajari dinamika gaya dan tekanan dalam lingkungan simulasi sebelum diterapkan ke operasi nyata. Ia menggambarkan skenario industri di mana agen dapat menindaklanjuti prediksi kerusakan mesin secara otomatis, mengalihkan beban produksi ke mesin yang lebih sehat, menurunkan kapasitas mesin yang tertekan, hingga menyesuaikan inventori tanpa intervensi manusia.

Lebih jauh, Golding memperkirakan munculnya micro-intelligence, yaitu model kecil dengan kemampuan penalaran dalam domain khusus yang cukup dalam namun tetap efisien untuk dijalankan di perangkat edge. Model ini mengisi celah antara sistem AI terprogram kaku di edge saat ini dan foundation model berskala besar, serta berpotensi menjadi orkestrator bagi berbagai agen cerdas yang mulai berkembang. Ia juga memprediksi akan muncul tolok ukur baru yang mengukur kecerdasan rekayasa kolaboratif untuk menyelesaikan masalah teknis secara praktis.

Dari sisi arsitektur komputasi, VP of Emergent AI ADI, Massimiliano Versace, memproyeksikan bahwa AI akan terdesentralisasi akan mulai diterapkan pada robotika humanoid generasi baru menjelang akhir 2026. “Penggabungan sensor cerdas, neuromorphic compute, dan in-memory compute langsung di dalam sensor memungkinkan sistem robotika semakin menyerupai mekanisme biologis, di mana refleks dan keseimbangan ditangani oleh sirkuit lokal. Hasilnya, pergerakan menjadi lebih mulus, adaptif, serta hemat daya. Pendekatan ini membebaskan prosesor pusat untuk fokus pada penalaran tingkat tinggi dan perencanaan jangka panjang,” jelasnya.

BACA JUGA:  Studi Ungkap Bagaimana Organisasi Mengelola Keamanan Siber

Versace juga menyoroti kebangkitan analog AI compute, yang kembali relevan seiring keterbatasan arsitektur digital dalam hal energi, latensi, dan memori. Dalam pendekatan analog, komputasi dilakukan langsung melalui fisika perangkat sensing dan computing, memungkinkan energi diproses secara langsung menjadi inferensi AI tanpa memisahkan proses sensing dari komputasi. Model ini membuka jalan bagi AI yang benar-benar dimulai dari sensor, menghadirkan respons real-time, interaksi yang lebih natural, serta masa pakai baterai yang lebih panjang. Teknologi ini diperkirakan mulai diterapkan pada robotika, perangkat wearable, dan aplikasi otonom pada akhir 2026.

Pandangan kedua pemimpin teknologi ADI ini menekankan adanya pergeseran besar menuju otomasi yang semakin cerdas, dengan AI yang kian menyatu dengan kondisi fisik dunia nyata. Dengan berbekal keunggulan dalam mentransformasi fenomena fisik menjadi sinyal listrik, ADI berada di posisi strategis untuk menyaksikan dan membentuk perubahan tersebut secara langsung. Dengan warisan panjang di bidang sensor, edge processing, dan arsitektur komputasi generasi baru, perspektif para ahli ADI memberi gambaran jelas ke mana evolusi AI akan bergerak: lebih cepat, lebih efisien, dan terasa semakin natural memasuki 2026.

Tags: ADIAIAnaloc DeviceGenerative AI
Previous Post

Resmikan Kantor Baru di Jakarta, JLM Perkuat Penetrasi Pasar dan Infrastruktur Telekomunikasi Nasional

Next Post

Bidik Segmen Gen Z, Advan Luncurkan Smartphone Terbaru Berotak Dimensity 7060 ‘Advan Macha’

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

Fauzi
17 October 2026 | 21:26

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ada Ancaman Mengintai di Game Online Roblox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penawaran Surat Utang Sebesar US$350 Juta Dengan Jangka Waktu 5 Tahun PT Tower Bersama Infrastructure Tbk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HUB.ID Summit 2023 Pertemukan Perusahaan Rintisan Teknologi dan Investor Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AdMedika Hadirkan Healthical, Solusi Digital Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto