ItWorks.id –Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) industri agar berdaya saing global melalui pendidikan vokasi berbasis praktik kerja industri terstruktur. Program ini diadaptasi dari sistem pendidikan vokasi Swiss yang dikenal efektif menjembatani dunia pendidikan dan industri.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pendidikan vokasi merupakan tulang punggung dalam menyiapkan tenaga kerja industri yang kompeten, adaptif, dan siap kerja, sekaligus menjaga keberlanjutan rantai pasok nasional. “Melalui praktik kerja industri yang terstruktur, lulusan vokasi diharapkan memiliki kompetensi yang benar-benar selaras dengan kebutuhan industri,” ujar Agus dilasnir dalam siaran pers (06/01/2026), di Jakarta.
Disebutkan, program Structured Internship ini mengadopsi sistem ganda (dual system), yakni proses pembelajaran yang dilaksanakan di satuan pendidikan dan langsung di perusahaan, dengan pendampingan pelatih kerja yang kompeten. Skema ini dinilai relevan dalam menjawab tantangan transformasi digital dan perubahan kebutuhan kompetensi tenaga kerja.
Sementara itu, Kepala BPSDMI Kemenperin Doddy Rahadi menjelaskan, implementasi program tersebut diawali melalui pemetaan kesiapan satuan pendidikan vokasi bekerja sama dengan Swiss Skills for Competitiveness (SS4C) yang didukung Pemerintah Swiss melalui SECO.
Hasilnya mulai terlihat. Sejumlah politeknik dan SMK binaan Kemenperin telah menerapkan konsep Structured Internship, mulai dari penyusunan capaian pembelajaran yang sesuai kebutuhan industri hingga pembekalan soft skills dan sistem monitoring yang terukur.
Saat ini, Kemenperin membina 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK di berbagai daerah. Berdasarkan data BPSDMI per September 2025, sembilan dari sepuluh lulusan politeknik dan akademi komunitas Kemenperin tahun 2024 terserap di dunia kerja, sementara lebih dari 75 persen lulusan SMK langsung diterima industri.
Capaian tersebut memperkuat posisi pendidikan vokasi industri sebagai kunci strategis dalam menyiapkan SDM unggul sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.














