ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Samsung Ungkap Peran Kepercayaan-Keamanan-Privasi dalam Membentuk Masa Depan AI

Fauzi
7 January 2026 | 17:00
rubrik: Digital
Samsung Ungkap Peran Kepercayaan-Keamanan-Privasi dalam Membentuk Masa Depan AI
Share on FacebookShare on Twitter

Masih dari ajang CES 2026, Samsung Electronics menggelar panel diskusi bersama para pakar global dalam sesi “In Tech We Trust? Rethinking Security & Privacy in the AI Age” juga bagian dari rangkaian Tech Forum.

Diselenggarakan di The Wynn, Las Vegas, sesi ini menghadirkan para ahli di bidang teknologi, riset, dan etika untuk membahas bagaimana kepercayaan menjadi salah satu faktor paling krusial yang membentuk cara seseorang dalam mengadopsi dan berinteraksi dengan AI, seiring dengan semakin terintegrasinya sehingga secara mulus masuk dalam kehidupan sehari-hari.

Membuat Kecerdasan Tak Terlihat Lebih Terpercaya
Seiring dengan AI yang dapat mengantisipasi kebutuhan, mengkurasi rutinitas, dan beroperasi secara mandiri di berbagai perangkat, para panelis seperti, Allie K. Miller, CEO Open Machine; Amy Webb, CEO Future Today Strategy Group; Zack Kass, Global AI Advisor di ZKAI Advisory sekaligus mantan Head of Go-To-Market OpenAI; serta Shin Baik, Group Head AI Platform Center (APC) Samsung, menekankan bahwa kepercayaan tidak dibangun melalui sebuah janji, melainkan melalui perilaku yang konsisten, transparan, dan mudah dipahami.

Dalam sesi tersebut, Samsung membagikan pendekatannya terhadap trust-by-design, dengan menekankan pentingnya sistem AI yang dapat diprediksi, transparan, dan mudah dikendalikan oleh pengguna. “Ketika berbicara tentang AI, pengguna menginginkan transparansi dan dapat kontrol,” ujar Allie Miller.

“Mereka ingin menjadi pemegang kendali atas pengalaman yang dipersonalisasi — memahami apakah model AI berjalan hanya di perangkat saja atau di cloud, memastikan data mereka aman, serta melihat dengan jelas fitur apa yang didukung AI dan yang tidak. Tingkat visibilitas seperti ini membangun rasa percaya. Di sisi penyedia, terdapat tanggung jawab untuk hadir bagi pengguna dengan merancang pengalaman yang dipersonalisasi berlandaskan asas kepercayaan — kejelasan, keamanan, dan akuntabilitas,” sambungnya.

BACA JUGA:  Infinix Luncurkan HOT 50 Pro+ di Indonesia, Harga Mulai Rp2 Jutaan

Samsung juga menyoroti bagaimana AI on-device memungkinkan data pribadi tetap diproses secara lokal kapan pun memungkinkan, sementara kecerdasan berbasis cloud digunakan secara selektif ketika dibutuhkan kecepatan atau skala yang lebih besar. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna tanpa perlu mengorbankan privasi.

Keamanan yang Dirancang untuk Dunia Berbasis AI
Di panel ini juga membahas bagaimana, seiring kecerdasan yang semakin terdistribusi di berbagai perangkat — mulai dari handphone, TV hingga peralatan rumah tangga — pendekatan terhadap keamanan pun harus terus berevolusi. Dalam sesi tersebut, Samsung menyoroti platform keamanan Knox, yang kini melindungi miliaran perangkat mulai dari tingkat chipset, beserta Knox Matrix, juga kerangka keamanan lintas perangkat yang memungkinkan berbagai produk untuk saling mengautentikasi dan melindungi satu sama lain.

“Kepercayaan terhadap AI dimulai dari keamanan yang terbukti, bukan sekadar sebuah janji,” ujar Shin Baik. “Selama lebih dari satu dekade, Samsung Knox telah menghadirkan platform keamanan yang tertanam secara mendalam untuk melindungi data sensitif di setiap lapisan. Namun, kepercayaan tidak cukup hanya dibangun pada satu perangkat — dibutuhkan sebuah ekosistem yang mampu melindungi dirinya sendiri. Melalui Knox, perangkat secara berkelanjutan saling mengautentikasi dan memantau satu sama lain, sehingga setiap perangkat berperan sebagai pelindung bagi yang lain, menciptakan lingkungan yang tangguh dan aman yang dapat diandalkan pengguna.”

Dialog Lintas Industri tentang Masa Depan Kepercayaan
Shin Baik menekankan bahwa kepercayaan akan tumbuh ketika AI berperilaku secara prediktif dan aman di berbagai perangkat, serta ketika pengguna mendapatkan sinyal kontrol yang jelas, bukan sistem “kotak hitam” yang sulit dipahami. Samsung menyoroti kemitraannya dengan para pemimpin industri seperti Google dan Microsoft sebagai upaya memperkuat riset keamanan bersama, interoperabilitas, serta perlindungan ekosistem secara menyeluruh.

BACA JUGA:  Honda & Renesas Siap Kembangkan SoC Kendaraan Berbasis Perangkat Lunak

Sementara itu, Allie Miller menekankan pentingnya transparansi bagi pengguna, termasuk kejelasan mengenai di mana model AI dijalankan, bagaimana data digunakan, serta label yang eksplisit untuk menunjukkan fitur mana yang ditenagai oleh AI dan mana yang tidak. Zack Kass menambahkan bahwa meskipun misinformasi dan penyalahgunaan merupakan tantangan nyata, teknologi itu sendiri juga memegang peran penting dalam mengatasinya. “Untuk setiap risiko, selalu ada penangkalnya, dan teknologi akan memainkan peran krusial dalam memitigasi dampak negatif AI,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Amy Webb menilai hubungan antara kepercayaan dan perilaku pembelian konsumen. “Saya tidak melihat konsumen membuat keputusan hanya berdasarkan kepercayaan,” katanya. “Orang tidak membeli sesuatu semata-mata karena kepercayaan. Mereka membeli karena kenyamanan. Jika AI mampu menarik perhatian karena membuat hidup lebih mudah dan praktis, di situlah nilai utamanya.”

Seiring AI semakin menjadi bagian yang tidak terlihat dalam kehidupan sehari-hari, para panelis sepakat bahwa teknologi yang mampu membangun kepercayaan jangka panjang adalah teknologi yang dari awal sudah mengedepankan keamanan, transparansi, serta pilihan yang bermakna bagi pengguna.

Tags: Agentic AIAIGenerative AISamsungSamsung BESPOKE AI
Previous Post

REDMAGIC 11 Pro Hadir dengan Sistem Pendingin AquaCore Pertama di Dunia

Next Post

Riset: Industri Oral Care Global Tembus US$ 12,77 Dan Tren Teknologi FCap

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawa Kamera Ultra Clear Berbasis realme Next AI, realme 13 Pro Series 5G Tawarkan Fotografi Kelas DSLR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambut Ramadan Umma Hadirkan Fitur uVoice Podcast Islami

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telah Hadir, Telkomsel Prabayar Tourist untuk WNA yang Mengunjungi Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IHG Luncurkan Hotel Kimpton Pertama di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

pabrik-miliarder-2025-perusahaan-cetak-kekayaan-triliunan

Pabrik Miliarder 2025 Terungkap! 8 Perusahaan Ini Cetak Kekayaan Triliunan dalam Sekejap

Teguh Imam Suyudi
27 December 2025 | 17:00

Reli pasar saham Amerika Serikat yang menembus rekor tertinggi sepanjang masa melahirkan fenomena baru di dunia bisnis global. Sejumlah perusahaan...

ashjari-cto-nutanix-apj

Cari Tahu Rahasia Sukses: Daryush Ashjari Jabat CTO Nutanix APJ!

Teguh Imam Suyudi
9 December 2025 | 17:00

Pada November 2024, Nutanix (NASDAQ: NTNX) mengumumkan ekspansi peran strategis Daryush Ashjari untuk memegang jabatan Chief Technology Officer (CTO) untuk kawasan Asia Pasifik...

EXPERT

Mengamankan Ambisi Digital Asia Pasifik: Ancaman Kuantum, Titik Rawan AI dan Perlombaan Menuju Ketahanan

Mengamankan Ambisi Digital Asia Pasifik: Ancaman Kuantum, Titik Rawan AI dan Perlombaan Menuju Ketahanan

Fauzi
5 January 2026 | 14:59

Oleh: Surung Sinamo, Country Manager, F5 Indonesia Di seluruh kawasan Asia Pasifik (APAC), tahun 2026 tampaknya akan menjadi tahun yang...

Jalan Menuju Profitabilitas Dimulai dari Pengelolaan Data yang Baik

Jalan Menuju Profitabilitas Dimulai dari Pengelolaan Data yang Baik

Fauzi
11 December 2025 | 20:42

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Cloudera Indonesia Harapan akan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve telah menekan prospek profitabilitas bank...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto