ItWorks.id- PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) terus memperkuat transformasi bisnis melalui inovasi layanan dan digitalisasi operasional guna mendukung keuangan berkelanjutan dan pembangunan ekonomi daerah. BUMD milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Kota Kendari ini menitikberatkan strategi pada perluasan akses layanan keuangan, penguatan fungsi intermediasi, serta peningkatan kualitas tata kelola berbasis teknologi.
PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) tahun ini kembali masuk nominasi mengikuti ajang penjurian TOP BUMD Awards 2026 dengan mengusung tema presentasi “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan”. Presentasi disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT BPR Bahteramas Kendari, Suryaningsih, yang juga dihadiri Dewan Komisaris BPR Bahteramas Prof. Buyung Sarita (Komisaris Utama) dan Prof. Dr. H. Rahmat Madjid sebagai (Anggota Dewan Komisaris).
Direktur Utama PT BPR Bahteramas Kendari, Suryaningsih, mengatakan inovasi program kerja menjadi kunci dalam menjaga kinerja bank tetap tumbuh sehat di tengah tantangan industri. “Kami tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi memastikan setiap inovasi layanan—terutama digitalisasi—memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Transformasi ini kami arahkan untuk menciptakan bank daerah yang efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam waancara penmjurian TOP BUMD Awards 2026 (09/01/2026), di Jakarta.
Disenbutkan, sepanjang 2025, kinerja bisnis perseroan menunjukkan tren positif. Total aset meningkat menjadi Rp84,52 miliar atau tumbuh 13% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara penyaluran kredit naik 25% menjadi Rp51,69 miliar. Laba bersih juga tumbuh 14% menjadi Rp5,04 miliar, didukung rasio profitabilitas yang kuat dengan ROA mencapai 11,02% serta efisiensi operasional yang tercermin dari BOPO sebesar 61,74%.
Suryaningsih menambahkan, akselerasi digital dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan perbankan nasional, termasuk penerapan cash management, Mini ATM, dan QRIS, serta penguatan sistem tata kelola berbasis digital. “Digitalisasi bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi bagian dari upaya kami mempercepat perputaran ekonomi daerah, khususnya bagi nasabah ,” jelasnya.
Dari sisi kontribusi kepada daerah, BPR Bahteramas Kendari telah membuktikan kinerja yang kuat. Sejak penyertaan modal sebesar Rp6,50 miliar, perseroan mampu menghasilkan dividen kumulatif Rp11,76 miliar atau setara pengembangan nilai investasi pemerintah daerah sebesar 180,88%. Capaian ini menunjukkan BUMD ini dapat dikelola secara profesional dan memberi manfaat nyata bagi Pendapatan Asli Daerah serta kemajuan ekonomi dan pembangunan daerah .














