ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Separuh Lebih Perusahaan di Indonesia Bangun SOC untuk Tingkatkan Keamanan Siber

Fauzi
19 January 2026 | 10:34
rubrik: Digital
Separuh Lebih Perusahaan di Indonesia Bangun SOC untuk Tingkatkan Keamanan Siber

Image: Kaspersky

Share on FacebookShare on Twitter

Berdasarkan hasil penelitian terungkap bahwa perusahaan di Indonesia percaya bahwa membangun SOC (security operations center) dapat meningkatkan tingkat keamanan siber.

Di antara alasan utama pembentukan Pusat Operasi Keamanan (SOC) adalah untuk memperkuat postur keamanan siber, memungkinkan deteksi dan respons yang lebih cepat, serta mendapatkan keunggulan kompetitif. Menariknya, meskipun permintaan akan solusi keamanan siber otomatis meningkat, bisnis tetap bergantung pada profesional keamanan yang terampil untuk membuat keputusan penting, karena keahlian manusia tetap penting untuk manajemen keamanan yang efektif.

SOC adalah unit organisasi khusus yang bertanggung jawab atas pemantauan dan pengamanan infrastruktur TI perusahaan secara berkelanjutan. Misi intinya adalah untuk secara proaktif mendeteksi, menganalisis, dan menanggapi ancaman keamanan siber. Untuk mengidentifikasi pendorong utama, prioritas strategis, dan potensi tantangan dalam perencanaan dan implementasi SOC, Kaspersky telah melakukan studi global komprehensif yang melibatkan spesialis keamanan TI senior, manajer, dan direktur dari perusahaan dengan 500 karyawan atau lebih.

Semua peserta beroperasi tanpa Pusat Operasi Keamanan (SOC) tetapi memiliki rencana untuk membangunnya dalam waktu dekat. Studi ini mencakup 16 negara di Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika, Amerika Latin, Eropa, dan Rusia, memberikan wawasan berharga tentang tren yang muncul dan praktik terbaik dalam pengembangan SOC di seluruh dunia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% perusahaan di seluruh dunia berniat membangun SOC terutama untuk memperkuat postur keamanan siber mereka, dan 45% termotivasi oleh kebutuhan untuk mengatasi ancaman yang semakin canggih dan berbahaya. Untuk Indonesia, angkanya lebih tinggi. Lebih dari setengah (58%) responden di sini percaya bahwa membangun SOC dapat meningkatkan tingkat keamanan siber mereka.

Faktor pendorong sekunder meliputi optimalisasi anggaran, kebutuhan akan deteksi dan respons yang lebih cepat, serta perluasan perangkat lunak, titik akhir, dan perangkat pengguna—faktor-faktor yang menuntut langkah-langkah keamanan yang lebih komprehensif dan berlapis.

BACA JUGA:  Couchbase Ungkap Cara Optimalkan Kinerja Database Lewat Manajemen Memori Canggih

Hal ini disebutkan oleh 41% organisasi. Selain itu, 40% menginginkan perlindungan yang lebih baik untuk informasi rahasia, 39% bertujuan untuk memenuhi persyaratan peraturan, dan sepertiga (33%) mengharapkan kemampuan SOC memberikan keunggulan kompetitif. Perusahaan yang lebih besar cenderung lebih sering menyebutkan masing-masing alasan ini, yang mencerminkan tekanan operasional dan regulasi lebih luas yang mereka alami.

Pemantauan berkelanjutan menjadi persyaratan SOC utama
Di antara fungsi-fungsi utama yang direncanakan organisasi untuk didelegasikan, pemantauan keamanan 24/7 memimpin dengan 54%. Kewaspadaan sepanjang waktu ini memungkinkan deteksi dini anomali, mencegah eskalasi, dan mempertahankan ketahanan siber secara real-time. Permintaan ini menyoroti kebutuhan strategis untuk manajemen risiko proaktif, karena organisasi bertujuan untuk bertahan melawan ancaman terus-menerus yang dapat menyerang kapan saja. Sementara itu, di Indonesia, sebanyak 60% setuju bahwa tugas menganalisis dan investigasi insiden dapat didelegasikan ke SOC.

Perusahaan yang berniat untuk sepenuhnya melakukan outsourcing operasi SOC menunjukkan minat yang lebih besar dalam menerapkan metodologi “pelajaran yang dipetik (lessons learned)”, sedangkan perusahaan yang mengembangkan SOC internal lebih fokus pada manajemen akses untuk mempertahankan kontrol yang lebih ketat.

Keahlian manusia mendorong pilihan teknologi SOC
Meskipun SOC menggunakan teknologi canggih, pilihan yang dibuat oleh organisasi menunjukkan bahwa analis manusia sangat penting. Tiga teknologi teratas yang dipilih – Platform Intelijen Ancaman (48%), Deteksi dan Respons Titik Akhir (42%), dan sistem Manajemen Informasi dan Peristiwa Keamanana atau Security Information and Event Management systems (40%) – adalah solusi canggih yang mengotomatiskan pengumpulan data dan mengurangi beban operasional, namun, solusi ini sangat bergantung pada profesional keamanan yang terampil yang memberikan konteks penting, menafsirkan temuan kompleks, dan membuat keputusan akhir dalam memandu respons tepat.

BACA JUGA:  Mercedes-Benz dan Nvidia Bekerja Sama Kembangkan Sistem untuk Kendaraan Otonom

Solusi tambahan yang dipilih termasuk Deteksi dan Respons yang Diperluas (38%), Deteksi dan Respons Jaringan (37%), dan Deteksi dan Respons Terkelola (33%). Perusahaan besar cenderung mengadopsi lebih banyak teknologi (rata-rata 5,5 per SOC), sementara perusahaan kecil mengintegrasikan lebih sedikit (3,8).

Untuk Indonesia, Platform Intelijen Ancaman (55%), Deteksi dan Respons Titik Akhir (47%), dan sistem Manajemen Informasi dan Peristiwa Keamanan (43%) adalah tiga teknologi teratas yang direncanakan organisasi untuk dimasukkan ke dalam SOC.

“Untuk berhasil membangun SOC, perusahaan harus memprioritaskan tidak hanya perpaduan teknologi yang tepat tetapi juga perencanaan proses yang cermat, penetapan tujuan jelas, dan distribusi sumber daya yang efektif. Alur kerja yang terdefinisi dengan baik dan peningkatan berkelanjutan sangat penting untuk memastikan bahwa analis manusia dapat fokus pada tugas-tugas penting, menjadikan SOC sebagai komponen proaktif dan adaptif dari strategi keamanan siber mereka,” komentar Roman Nazarov, Kepala Konsultasi SOC di Kaspersky.

“Data terbaru kami menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu wilayah yang paling rentan terhadap ancaman siber canggih, mulai dari APT hingga ransomware. Insiden besar seperti serangan ransomware yang melumpuhkan lembaga penting hingga berdampak pada ratusan lembaga pemerintah dan layanan publik menyoroti bahwa kerentanan dalam deteksi dan respons dini dapat mengakibatkan gangguan layanan yang meluas. Dengan demikian, membangun SOC sangat penting bagi organisasi modern termasuk di Indonesia. Tanpa SOC yang efektif, organisasi akan kesulitan mengatasi serangan yang terus meningkat baik dalam jumlah maupun kompleksitasnya,” komentar Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky.

Tags: AIGenerative AIKasperskySOC
Previous Post

Road to IIMS 2026, Dyandra Sukses Bangun Jejaring Industri Otomotif Lewat Golf Tournament

Next Post

Soundcore Hadirkan C50i Open-Ear Headphones

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Stakeholders Plb Priok Berkomitmen Perkuat Sinergi, Tingkatkan Layanan Logistik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infinix Hot 30, Segera Rilis di Indonesia dengan Harga Kompetitif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RDS dan HaliaLabs Luncurkan TrustDoc, Solusi Manajemen Kesehatan Berbasis Blockchain

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Alasan Mengapa realme C100 dan realme C100x Cocok Bagi Heavy User

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto