ItWorks.id- NTT DATA meluncurkan inisiatif AI Factory berbasis teknologi NVIDIA guna mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) di lingkungan perusahaan sekaligus mendorong inovasi dan efisiensi operasional lintas industri.
Solusi pabrik AI tersebut dirancang sebagai platform full-stack yang mengintegrasikan data, infrastruktur, alur kerja, serta tata kelola AI dalam satu ekosistem terpadu. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengadopsi AI secara aman, terstandarisasi, dan siap diterapkan langsung di lingkungan produksi.
CEO NTT DATA Inc., Abhijit Dubey, mengatakan perusahaan kini membutuhkan mitra teknologi yang mampu menghadirkan transformasi AI secara nyata dan terukur. Integrasi teknologi NVIDIA disebut menghadirkan lingkungan AI yang kuat dan aman untuk mempercepat penerapan AI agentik di perusahaan.
“Perusahaan yang visioner kini mendesain ulang alur kerja inti mereka secara menyeluruh dengan AI, dan mereka membutuhkan mitra tepercaya yang dapat bekerja secara terpadu untuk menghasilkan transformasi yang nyata dan terukur. Dengan mengintegrasikan teknologi NVIDIA ke dalam pabrik AI perusahaan kami menyediakan lingkungan yang kuat, terstandarisasi, dan aman bagi klien untuk mengadopsi AI agentik dengan hasil yang terukur sejak awal,” ujar Abhijit Dubey, dalam rilis pers (13/03/2026).
Platform ini memanfaatkan infrastruktur GPU NVIDIA yang dipadukan dengan perangkat lunak NVIDIA AI Enterprise, termasuk NVIDIA NeMo dan NIM microservices, sehingga mampu menghadirkan performa tinggi dengan latensi rendah di berbagai lingkungan, mulai dari cloud, pusat data hingga edge.
NTT DATA menyebut solusi tersebut telah menunjukkan dampak nyata di berbagai sektor. Di bidang kesehatan, teknologi AI digunakan untuk analisis radiologi dan riset klinis kanker. Pada sektor manufaktur otomotif, penerapan GPU-as-a-Service berhasil memangkas waktu persiapan produksi dari berbulan-bulan menjadi hanya beberapa hari. Sementara di industri manufaktur teknologi, simulasi berbasis AI membantu validasi lini produksi baterai secara virtual guna menekan risiko operasional.
President and CEO NTT DATA Group, Yutaka Sasaki, menilai perusahaan global kini mulai beralih dari penggunaan model AI terpisah menuju platform AI terintegrasi yang mampu bernalar dan beradaptasi dalam sistem bisnis.
Sementara itu, Vice President Enterprise Software NVIDIA, John Fanelli, menyatakan kolaborasi tersebut menghadirkan platform AI berskala besar yang membantu perusahaan beralih dari tahap uji coba menuju implementasi penuh di lingkungan produksi.














