Digital Edge mengumumkan keberhasilan penutupan pembiayaan hijau senilai US$665 juta untuk mendukung pengembangan fase pertama dari Kampus CGK berkapasitas 500 MW yang berlokasi di Kawasan Industri GIIC, Bekasi, hari ini (16/3/2026).
Investasi ini merupakan bagian dari rencana pembangunan multi‑fase senilai US$4,5 miliar, yang menjadikan CGK sebagai salah satu kampus pusat data hyperscale siap‑AI terbesar di Indonesia. Pembiayaan tersebut dilakukan di bawah Kerangka Pembiayaan Hijau (Green Financing Framework) milik Digital Edge dan merupakan pembiayaan hijau terbesar yang pernah diamankan untuk proyek pusat data di Indonesia, sejalan dengan ambisi perusahaan untuk mencapai karbon netral pada 2030 dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam penyediaan infrastruktur digital berkelanjutan di Asia Pasifik.
Infrastruktur Digital dan Pembiayaan Berkelanjutan Indonesia saat ini berada pada fase percepatan transformasi digital, dengan permintaan terhadap kapasitas pusat data, layanan cloud, dan infrastruktur AI yang terus meningkat.
Pembiayaan hijau berskala besar seperti ini mendukung penerapan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) serta komitmen Indonesia menuju Net Zero 2060, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi digital nasional yang semakin signifikan. Nilai pembiayaan yang setara lebih dari Rp10 triliun ini memperlihatkan meningkatnya kepercayaan lembaga keuangan global dan nasional terhadap potensi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekosistem digital berkelanjutan di kawasan.
Desain Ramah Lingkungan untuk Beban Kerja AI Generasi Berikutnya
Kampus CGK dirancang secara khusus untuk mendukung beban kerja AI dan aplikasi data‑intensif dengan performa tinggi serta efisiensi energi. Fasilitas ini menargetkan annualized PUE (Power Usage Effectiveness) sebesar 1.25 dan dilengkapi sistem air daur ulang, rencana integrasi energi terbarukan, serta persiapan untuk memperoleh sertifikasi LEED. Infrastruktur kawasan GIIC yang dilengkapi sistem air daur ulang double‑loop menjadi faktor penting yang memungkinkan penerapan desain berkelanjutan pada skala pembangunan kampus ini.
Dukungan dari Lembaga Keuangan
Pembiayaan hijau ini dipimpin oleh BNP Paribas, Clifford Capital, Crédit Agricole CIB, DBS, Mizuho, OCBC, PT Bank Central Asia Tbk, dan SMBC sebagai Mandated Lead Arrangers. Sementara itu, Crédit Agricole CIB, DBS, dan PT Bank Central Asia Tbkbertindak sebagai Green Facility Coordinators dalam transaksi tersebut. Seluruh lembaga ini memiliki komitmen yang sama terhadap pembangunan infrastruktur digital yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di Indonesia.
Jonathan Walbridge, Chief Financial Officer, Digital Edge, mengatakan, “Mulai dari memberdayakan bisnis dengan infrastruktur digital berperforma tinggi dan siap untuk beban kerja AI hingga menghadirkan solusi inovatif yang mengurangi dampak lingkungan, pembiayaan ini menegaskan kepemimpinan Digital Edge dalam infrastruktur digital berkelanjutan. Pencapaian ini terwujud berkat dukungan kuat dari mitra pembiayaan kami, baik yang sudah lama bekerja sama maupun yang baru, yang berbagi komitmen terhadap pertumbuhan yang bertanggung jawab.”














