Riset Tetra Pak: Konsumen Asia Pasifik Kini Pilih Suplemen Bernutrisi Berbahan Alami
Hasil riset Tetra Pak, perusahaan multinasional global dalam pemrosesan dan pengemasan produk makanan/minuman menunjukkan, pasar suplemen makanan dan nutrisi (Food Supplements and Nutrition/FSN) di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, mengalami perubahan besar. Jika sebelumnya konsumen lebih fokus pada manfaat kesehatan fisik, kini faktor emosional, bahan alami, rasa, hingga kepraktisan menjadi penentu utama keputusan membeli.
Riset kali ini menelaah motivasi dan preferensi konsumen terhadap produk FSN, seperti minuman tinggi protein, minuman bernutrisi, dan suplemen fungsional. Marketing Director Tetra Pak Malaysia, Singapore, Philippines & Indonesia (MSPI), John Jose, mengatakan pasar FSN kini membuka peluang besar bagi merek yang mampu menghadirkan inovasi sekaligus memahami kebutuhan lokal. “Kepraktisan tetap menjadi harapan dasar. Namun kami melihat pergeseran jelas menuju produk berbasis nilai yang mendukung kesejahteraan jangka panjang,” ujarnya dilansir dalam rilis pers (24/04/2026), di Jakarta.
Disebutkan, secara global, pasar FSN diproyeksikan mencapai US$ 758,99 miliar pada 2034 dengan pertumbuhan tahunan rata-rata 7 persen. Sementara di Indonesia, pasar suplemen makanan bernilai US$ 2,53 miliar pada 2024 dan diperkirakan melonjak menjadi US$ 4,86 miliar pada 2030, atau tumbuh sekitar 11,6 persen per tahun.
Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, naiknya daya beli, serta tren konsumsi nutrisi preventif.
Kesehatan Fisik Masih Jadi Prioritas
Hasil riset menunjukkan, konsumen Asia Pasifik masih menempatkan manfaat kesehatan sebagai alasan utama mengonsumsi produk FSN. Sebanyak 62 persen responden menyebut produk tersebut membantu menjaga kesehatan fisik, sedangkan 61 persen menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Selain itu, 48 persen konsumen memilih FSN untuk menjaga energi sepanjang hari di tengah aktivitas padat.
Bagi masyarakat urban Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, kebutuhan akan produk praktis dan bernutrisi dinilai semakin tinggi. Tren ini juga didorong pertumbuhan e-commerce serta platform kesehatan digital yang memudahkan akses produk, khususnya bagi kalangan milenial dan Gen Z.
Faktor Emosional dan Praktis Makin Penting
Tak hanya manfaat fisik, konsumen kini juga mencari nilai emosional dari produk nutrisi. Secara global, 42 persen konsumen mengaku mengonsumsi FSN agar merasa lebih memiliki kendali atas kesehatan mereka, 39 persen untuk mendapatkan rasa aman soal kecukupan nutrisi, dan 30 persen ingin merasa lebih seimbang serta mengurangi stres.
Dari sisi kepraktisan, 21 persen konsumen Asia Pasifik menghargai kemudahan konsumsi saat beraktivitas di luar rumah, sementara 19 persen menggunakannya untuk menghemat waktu makan atau ngemil.
Tetra Pak juga mencatat format cair semakin diminati. Sebanyak 59 persen konsumen menyatakan tertarik pada produk FSN siap minum (ready-to-drink) karena praktis, mudah disimpan, dan cocok untuk gaya hidup aktif.
Tren ini sejalan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang telah lama mengenal suplemen cair dan herbal, yang kini berkembang menjadi minuman protein, vitamin, serta minuman fungsional modern berbasis ilmiah.
Peluang Besar bagi Industri
Menurut dia, kemasan juga memegang peranan penting dalam membangun kepercayaan konsumen, terutama melalui label yang jelas, transparansi bahan, serta kemudahan dibawa dan dikonsumsi.
Tetra Pak menilai perusahaan makanan dan minuman di Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan produk nutrisi yang bukan hanya fungsional, tetapi juga memberi kenyamanan emosional bagi konsumen di tengah gaya hidup modern.














