MSI Institute Gelar Pelatihan GCG untuk Perkuat Tatakelola BUMD dan BLUD
ItWorks.id- Madani Solusi Internasional (MSI) Institut kembali menggelar pelatihan terkait tata kelola perusahaan bertema “GCG Excellence untuk BUMD, Integrasi PP 54/2017, ISO 37000, dan standar BPKP”. Pelatihan berlangsung dua hari pada 21–22 Mei 2026 yang bertempat di Hotel Mercure Simatupang, Jakarta.
Penerapan Good Corporate Governance (GCG) bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sangat penting. Selain untuk kinerja, yang tak kalah pentng juga untuk adanya bentuk penyimpangan. Seperti fraud (kecurangan), tindak pidana korupsi dan lainnya. Selain itu juga meningkatkan efisiensi, operasional, menjamin transparansi publik, memastikan kualitas pelayanan publik tetap prima, serta berkelanjutan.
”Saat ini BUMD dan juga BLUD menghadapi dituntut ganda, di satu sisi harus bisa mencetak laba, di sisi lain sekaligus menjalankan fungsi pelayanan publik. Karena itu, perlu kepiawaian dalam memadukan dua hal ini. Penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) menjadi hal penting untuk menjaga akuntabilitas dan meningkatkan daya saing usaha,” ungkap sumber MSI Institut (21/05/2026).
Kali ini pelatihan ini diikuti 13 peserta dari berbagai bidang usaha. Peserta pelatihan berasal dari sejumlah institusi dan perusahaan daerah, di antaranya Perumda Mojopahit Mojokerto, Perumda Air Minum Kota Padang, PT Jamkrida Jakarta, PT Tirta Asasta Depok, serta BLUD UPTD PALD Bekasi.
Pelatihan tersebut menyoroti pentingnya penerapan governance berbasis purpose-driven sebagaimana diatur dalam standar internasional ISO 37000:2021. Standar ini mendorong organisasi tidak hanya fokus pada kepatuhan regulasi, tetapi juga keberlanjutan dan akuntabilitas terhadap seluruh pemangku kepentingan.“Best practice implementasi governance saat ini tidak lagi hanya mengacu pada regulasi lokal, tetapi telah berkembang menuju standar global dengan ISO 37000:2021,” demikian keterangan penyelenggara.
Selama dua hari, peserta mendapatkan materi terkait orientasi dan landasan hukum BUMD dan BLUD, prinsip GCG berdasarkan PP 54/2017 dan ISO 37000, penyusunan rencana bisnis dan RKAP, pengendalian internal dan manajemen risiko berbasis standar BPKP, hingga etika, whistleblowing system, dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Pelatihan juga membahas peran dewan pengawas dan komisaris, penyusunan kontrak kinerja, serta implementasi struktur dan proses GCG di perusahaan daerah.
MSI Institute menghadirkan dua narasumber utama, yakni Agus Puruhitaarga PW dan As’ad Nugroho. Agus diketahui memiliki pengalaman lebih dari 35 tahun di BPKP dan pernah menjadi anggota GCG Task Force, sedangkan As’ad aktif dalam pengembangan standar ISO 26000 dan social responsibility.
Metode pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, studi kasus, dan evaluasi implementasi tata kelola di masing-masing organisasi. Peserta juga memperoleh materi pelatihan, sertifikat, serta sesi diskusi praktik implementasi governance di sektor BUMD dan BLUD.














