ItWorks.id- Kebutuhan pengembangan teknologi maritim kian besar, terutama untuk menjawab tuntutan efisiensi sekaligus mendukung transisi menuju teknologi rendah karbon. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) merespons kebutuhan tersebut dengan mengembangkan riset teknologi perkapalan, struktur lepas pantai, infrastruktur pesisir, dan energi terbarukan laut.
“Pada 2026, arah riset PRTH mengusung tema Synergy of Hydrodynamic Innovation for a Low-Carbon Future. Tema tersebut diwujudkan melalui pengembangan Green Maritime Technology,” ujar Perekayasa Ahli Madya PRTH BRIN, Abdul Ghofur dalam paparannya dilansir Humas BRIN melalui portal web resmi (02/10/2026).
Menurutnya, pengembangan tersebut antara lain diarahkan pada teknologi yang mendukung transisi energi dan penerapan teknologi maritim yang lebih ramah lingkungan. Riset yang dilakukan mencakup turbin angin lepas pantai serta pengembangan kapal yang lebih efisien dan rendah emisi.
Selain itu, PRTH mengembangkan desain kapal patroli dengan berbagai ukuran serta teknologi tanggul tegak berbahan beton geopolimer. Berbagai riset tersebut menjadi bagian dari fokus PRTH yang mencakup Coastal Infrastructure and Technology, Ship and Offshore Technology, serta Ocean Renewable Technology.“Terdapat beberapa bidang riset yang dikembangkan PRTH, termasuk teknologi perkapalan, struktur lepas pantai, infrastruktur pesisir, dan energi terbarukan laut. Kami melihat adanya peluang kolaborasi yang cukup terbuka, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi maritim,” ujarnya.
Pengembangan riset tersebut didukung Laboratorium Dinamika Fluida Maritim dan Rekayasa Lepas Pantai di KST Said Djauharsjah Jenie BRIN Surabaya. Laboratorium hidrodinamika skala industri terbesar di Asia Tenggara tersebut mendukung kegiatan penelitian, pengembangan, dan pengujian teknologi perkapalan, struktur lepas pantai, serta dinamika fluida laut.
Perekayasa Ahli Pertama Direktorat Pengelolaan Laboratorium, Fasilitas Riset, dan Kawasan Sains dan Teknologi BRIN, Syaiful Bahri, menjelaskan fasilitas tersebut memungkinkan berbagai proses pengujian dilakukan untuk mendukung pengembangan teknologi maritim.“Terdapat beberapa fasilitas dan proses pengujian di laboratorium yang dapat dilihat langsung. Di antaranya Towing Tank dan Maneuvering and Ocean Engineering Basin yang digunakan untuk pengujian model kapal, manuver, dan dinamika fluida laut,” Syaiful menjelaskan.
Perkembangan riset dan fasilitas tersebut diperkenalkan kepada delegasi Politeknik Maritim Sultan Nazrin Shah, Malaysia, dan Departemen Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam kunjungan ke KST Said Djauharsjah Jenie BRIN Surabaya, belum lama ini.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari DoNA Short Program 2026 ITS. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk melihat penerapan riset hidrodinamika dan fasilitas pengujian yang mendukung pengembangan teknologi kemaritiman. Interaksi antara BRIN, ITS, dan Politeknik Maritim Sultan Nazrin Shah juga membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi maritim.














