ItWorks.id – PT Jala Lintas Media (JLM) meluncurkan INSIGHT (Indonesia Singapore Gateway High Speed Transmission), infrastruktur kabel laut yang dirancang untuk memperkuat konektivitas internasional Indonesia, meningkatkan kapasitas jaringan, serta mendukung pertumbuhan ekosistem kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
CEO PT Jala Lintas Media Victor Irianto mengatakan, pembangunan backbone INSIGHT merupakan langkah strategis perusahaan untuk menghadirkan konektivitas dengan kapasitas besar, kecepatan tinggi, dan keandalan yang lebih baik. Infrastruktur ini juga diharapkan memperkuat ekosistem jaringan yang telah dimiliki JLM sekaligus menyediakan alternatif jalur konektivitas internasional.
“Hal ini juga untuk mendukung ekosistem existing yang sudah kita miliki menjadi semakin kuat, semakin cepat, dan kita juga masuk ke dalam segmen ekosistem AI,” kata Victor dalam saat Media Briefing yang digelar, Kamis (8/10/2026) lalu.
Menurut Victor, kebutuhan konektivitas menjadi bagian penting dalam pengembangan infrastruktur AI di Indonesia. Ia menyoroti besarnya investasi yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem tersebut, mulai dari unit pemrosesan grafis (graphics processing unit/GPU), memori, server, hingga penyimpanan data.
Victor menyebut sekitar 50% investasi AI dialokasikan untuk GPU, memori, serta server dan penyimpanan, sedangkan kebutuhan listrik mencapai 8–10%. Adapun konektivitas eksternal atau backbone disebutnya mengambil porsi sekitar 5% dari investasi tersebut.
Meski porsinya relatif kecil, Victor menilai konektivitas menjadi elemen penentu bagi beroperasinya ekosistem AI.
“Connectivity paling kecil untuk eksternal (backbone) itu sekitar 5%. Tapi 5% ini adalah yang menentukan. 5% tidak akan mungkin terjadi kalau tidak ada connectivity-nya,” ujarnya.
Diversifikasi jalur untuk memperkuat keandalan jaringan
Selain untuk memenuhi kebutuhan kapasitas, INSIGHT dihadirkan untuk memperbanyak pilihan jalur konektivitas internasional. Menurut Victor, diversifikasi menjadi penting karena gangguan pada kabel laut dapat berdampak terhadap layanan jaringan, sementara proses perbaikannya membutuhkan waktu yang tidak singkat.
“Karena sebagaimana kita ketahui kalau misalnya kabel laut itu putus, itu membutuhkan minimal satu sampai tiga bulan untuk perbaikan,” kata Victor.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan JLM untuk membangun backbone kabel laut sendiri. Dengan tersedianya alternatif jalur, perusahaan berharap ketahanan konektivitas dapat ditingkatkan ketika terjadi gangguan pada infrastruktur kabel laut.
Victor juga mengaitkan pembangunan INSIGHT dengan upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan internet yang terjangkau dan andal. Menurut dia, bertambahnya pilihan backbone dapat mendukung konektivitas yang lebih stabil sekaligus memperkuat ekosistem internet nasional.
“Karena tujuan ini sebenarnya sejalan dengan cita-cita pendiri-pendiri APJII dan juga Indonesia mau bahwa konten datang ke Indonesia semuanya, sehingga bisa menghadirkan internet lebih terjangkau untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, INSIGHT diharapkan dapat menyediakan alternatif konektivitas yang membuat jaringan lebih stabil dan kuat, sekaligus mendukung kebutuhan pertukaran data lintas negara.
Dukung kebutuhan AI, pusat data, dan penyedia layanan cloud
General Manager Network Service Solution JLM Radumalem Tarigan mengatakan, kapasitas jaringan menjadi salah satu aspek penting yang mendasari pembangunan INSIGHT. Seiring berkembangnya pemanfaatan AI, kebutuhan terhadap konektivitas berkapasitas besar dan jalur yang tangguh diperkirakan semakin meningkat.
“Ke depannya itu AI butuh kapasitas, dan INSIGHT ini salah satu kapasitas terbesar nantinya,” kata Radumalem.
Ia menjelaskan, INSIGHT dirancang untuk mendukung kebutuhan konektivitas dari Jakarta menuju gerbang internasional. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan data center, penyedia layanan komputasi awan (cloud service provider), serta penyedia konten (content provider).
Menurut Radumalem, kemampuan jaringan dalam menyediakan kapasitas dan keandalan konektivitas akan menjadi salah satu faktor pendukung perkembangan layanan digital di Indonesia.
Sebagaimana dikethaui INSIGHT yang menghubungkan Jakarta-Batam-Singapura membentang sepanjang 1.123 kilometer dengan kapasitas hingga 30 Tbps. Tak ayal INSIGHT menjadi langkah strategis JLM Group dalam memperkuat sekaligus memasuki kapasitas wholesale internasional.
“Sehingga possibility-possibility yang dibutuhkan AI, dibutuhkan data center, dibutuhkan oleh Cloud Service Provider, dan Content Provider itu bisa disupport oleh INSIGHT. Inilah yang menyebabkan INSIGHT ini penting untuk Indonesia,” ujarnya.
Radumalem berharap kehadiran kabel laut tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan ekosistem digital nasional.
“Mudah-mudahan ini bisa mendukung Digital Ecosystem di Indonesia, salah satu supporting dari JLM,” katanya.
Peluncuran INSIGHT menandai langkah JLM dalam memperkuat infrastruktur konektivitas internasional melalui pembangunan backbone kabel laut. Di tengah meningkatnya kebutuhan kapasitas jaringan untuk AI dan layanan digital, penambahan jalur konektivitas diharapkan dapat memperluas pilihan infrastruktur sekaligus meningkatkan ketahanan jaringan Indonesia.














