ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20
rubrik: Business Solution, TOP Digital Awards
TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id – PT Yesboss Group Indonesia atau Kata.ai memperkenalkan Frontera, platform Agentic AI yang dikembangkan secara internal, untuk mempercepat pengembangan solusi kecerdasan buatan (AI) bagi perusahaan skala besar (enterprise) dan sektor publik. Platform ini dirancang untuk memangkas waktu pengerjaan proyek, sekaligus mendukung penerapan AI yang aman, terukur, dan sesuai kebutuhan bisnis.

Chief Operating Officer & Co-Founder PT Yesboss Group Indonesia, Wahyu Wrehasnaya, mengatakan Frontera menjadi salah satu prioritas pengembangan perusahaan pada tahun ini. Platform tersebut mengintegrasikan AI Agents, workflow, automation, dan aplikasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien, termasuk kemampuan percakapan berbasis teks (chat) dan suara (voice).

Menurut Wahyu, pengembangan Frontera dilatarbelakangi kebutuhan perusahaan untuk mengadopsi AI secara lebih cepat tanpa harus membangun seluruh komponen teknologi dari awal.

“Estimasi kami secara internal menunjukkan delivery-nya bisa turun antara 40-60%, menggunakan platform kami dibandingkan dengan klien, enterprise, mengembangkan dengan sendiri,” ujar Wahyu saat sesi penjurian TOP Digital Awards 2026 yang digelar secara daring, Rabu (14/10/2026).

Melalui Frontera, Kata.ai menyiapkan blueprint, AI Agents, dan keterampilan (skills) yang telah dikurasi berdasarkan kebutuhan penggunaan. Komponen tersebut dapat digunakan kembali dan disesuaikan untuk berbagai proyek sehingga proses pengembangan dan implementasi solusi AI diharapkan menjadi lebih efisien.

Pendekatan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi Kata.ai dalam memperluas pemanfaatan teknologi AI, tidak hanya melalui chatbot, tetapi juga layanan berbasis suara, avatar digital, dan implementasi on-premise sesuai kebutuhan infrastruktur perusahaan.

Kata.ai merupakan perusahaan teknologi asal Indonesia yang berfokus pada Conversational AI dan Agentic AI. Perusahaan ini melayani berbagai sektor, antara lain perbankan, telekomunikasi, barang konsumsi atau FMCG, asuransi, dan layanan publik.

BACA JUGA:  Jala Lintas Media dan Super Sistem Ultima Amankan Jalur Serat Optik Barat-Timur Indonesia dan Batam-Singapura

“Prioritas pengembangan kami itu di Agentic dan Sovereign AI melalui produk baru kami, Frontera. Dengan tetap memperhatikan data residency, akurasi, dan juga kesiapan dari talent sendiri,” kata Wahyu yang pada sesi penjurian ini juga ditemani Jaco Prawinda (Chief Technology Officer) dan Berlian Putri (Partnership & Product Marketing Manager) di Kata.ai.

Efisiensi Proyek dan Ekspansi Pasar
Pengembangan Frontera didukung pengalaman Kata.ai dalam membangun solusi sejak 2015. Platform ini dirancang untuk membantu perusahaan mempercepat implementasi, mulai dari penyusunan kebutuhan, pengembangan agen AI, integrasi alur kerja, hingga penerapan layanan kepada pengguna.

Wahyu mencontohkan pengalaman perusahaan mengembangkan kemampuan voice AI untuk Dubai Smart City yang dipresentasikan dalam ajang GITEX 2025. Dalam pengembangan solusi semacam ini, penggunaan blueprint dan komponen AI yang telah dikurasi menjadi salah satu pendekatan untuk mengurangi pekerjaan manual dan mempercepat proses implementasi.

Menurut Wahyu, pengembangan chatbot secara konvensional dapat memerlukan waktu beberapa bulan sebelum siap digunakan. Melalui Frontera, perusahaan berupaya memanfaatkan kembali komponen yang telah tersedia dengan tetap menyesuaikannya terhadap kebutuhan setiap klien.

Untuk layanan pelanggan, teknologi chatbot dan Voice AI Kata.ai dapat membantu menjawab pertanyaan berulang selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu. Teknologi tersebut juga mendukung analisis interaksi untuk menghasilkan bahan evaluasi kualitas layanan.

Dari sisi komersial, nilai kontrak proyek sangat bergantung pada kompleksitas kebutuhan dan cakupan implementasi.

Kata.ai juga mengarahkan pengembangan bisnisnya ke pasar regional. Indonesia tetap menjadi pasar utama, sementara kawasan ASEAN dan Gulf Cooperation Council (GCC) menjadi sasaran ekspansi.

Dari sisi pendanaan, Wahyu menyampaikan bahwa perusahaan telah menghimpun lebih dari US$8 juta dan berada pada tahap pendanaan Series B terakhir. Sementara itu, estimasi valuasi post-money perusahaan berada di kisaran US$25 juta. Adapun informasi anggaran bisnis secara lebih terperinci masih bersifat rahasia.

BACA JUGA:  Fortinet Rilis Firewall Seri G Terbaru, Suguhkan Keamanan Tak Tertandingi dan Kinerja Jaringan Efisien

Keamanan Data dan Tata Kelola AI
Di tengah pengembangan Agentic AI, Kata.ai menempatkan keamanan informasi, tata kelola, dan akuntabilitas sebagai bagian penting dari penerapan teknologi. Perusahaan menilai kemampuan model AI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan organisasi, terutama perusahaan besar dan instansi publik yang memiliki persyaratan ketat terkait data dan operasional.

Wahyu menjelaskan bahwa kontrol perusahaan mencakup empat lapisan, yakni tata kelola proyek, risiko dan kepatuhan, pengelolaan data, serta manajemen layanan.

Penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing klien, termasuk pengaturan kepemilikan data, isolasi tenant, akses berbasis peran (role-based access), penyamaran informasi sensitif melalui AI masking, serta pilihan implementasi di infrastruktur milik klien (on-premise) atau lingkungan lainnya.

Pada tahap delivery, perusahaan juga menjalankan proses peninjauan, pemantauan service-level agreement (SLA), penanganan insiden, dan penyimpanan jejak audit (audit trail). Langkah tersebut ditujukan agar proses pengembangan dan penerapan teknologi dapat ditelusuri serta dievaluasi.

Dalam aspek teknis, Kata.ai menggunakan basis pengetahuan yang telah dikurasi untuk pendekatan retrieval-augmented generation (RAG), mekanisme guardrail, serta evaluasi model sebelum solusi digunakan secara langsung.

Wahyu menegaskan pentingnya kemampuan untuk mengendalikan teknologi AI agar dapat dipercaya.

“Di sini AI yang dapat dipercaya itu harus bisa dikontrol, kami punya mindset seperti itu,” ujarnya.

Pendekatan tersebut menjadi relevan bagi organisasi yang membutuhkan perlindungan informasi, akurasi jawaban, dan mekanisme pengawasan dalam penggunaan AI. Kata.ai juga memasukkan kebijakan privasi, keamanan informasi, Responsible AI, serta pengelolaan risiko vendor ke dalam kerangka tata kelolanya.

Keputusan investasi dan teknologi, menurut Wahyu, dibahas di tingkat manajemen berdasarkan kasus penggunaan (use case), kelayakan bisnis (business case), dan tingkat pengembalian investasi atau return on investment (ROI). Sementara itu, peninjauan roadmap Agentic dan Sovereign AI dilakukan secara berkala.

BACA JUGA:  Kemnaker & Huawei Berkolaborasi Kembangkan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Industri

Budaya AI First dan Produktivitas
Selain teknologi dan tata kelola, Kata.ai mengembangkan budaya kerja AI First untuk mendukung produktivitas dan kesiapan sumber daya manusia. Sekitar 70% komposisi tenaga kerja perusahaan difokuskan pada bidang engineering dan produk, sedangkan sekitar 30% lainnya berada pada fungsi manajemen, komersial, dan operasional.

Budaya tersebut dibangun melalui pembelajaran internal, demonstrasi teknologi, peningkatan keterampilan (upskilling) di bidang generative AI dan Agentic AI, serta kolaborasi lintas fungsi. Frontera juga dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan basis pengetahuan dan peningkatan produktivitas internal.

Dalam pelaksanaan proyek, Kata.ai mengedepankan pemahaman terhadap kebutuhan klien melalui lokakarya sebelum menyampaikan proposal. Pendekatan ini bertujuan memastikan solusi yang ditawarkan sesuai dengan persoalan bisnis dan kebutuhan operasional, bukan semata-mata mengikuti perkembangan teknologi.

Wahyu menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kecepatan, kualitas, dan kepatuhan terhadap kesepakatan layanan. Pengelolaan delivery, pemenuhan timeline, serta pemeliharaan SLA menjadi bagian dari tanggung jawab operasional perusahaan.

Ke depan, Kata.ai berharap Frontera dapat menjadi platform yang membantu organisasi mengadopsi AI secara lebih cepat tanpa mengabaikan keamanan dan terukur. Perusahaan juga mendorong penggunaan blueprint, konteks perusahaan yang terintegrasi, serta mekanisme perlindungan seperti penyamaran data pribadi (PII masking), keterlibatan manusia dalam pengambilan keputusan (human-in-the-loop), dan jejak audit.

Dengan menggabungkan efisiensi pengembangan, pengendalian risiko, dan pengalaman implementasi, Kata.ai menargetkan Frontera menjadi salah satu fondasi pertumbuhan bisnisnya di Indonesia maupun pasar regional.

Tags: Agentic AIAIKata.aiPT YesBoss Group IndonesiaTOP Digital Awards 2026
Previous Post

Ada Pembaruan, Samsung Health Permudah Akses Sleep Coaching dan Hadirkan Panduan Mingguan Lebih Personal

Next Post

NVIDIA RTX AI PC Day Back to School Campaign Sambangi UPH Lippo Karawaci

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

Ahmad Churi
7 October 2026 | 15:25

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melalui Bali Tech Week 2026, Komdigi Dorong Akselerasi Ekonomi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: PHE Dorong Bisnis Hulu dengan AI dan Inovasi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto