ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Laporan Cisco: Lebih dari 50% Serangan Siber di Indonesia Manfaatkan Teknologi AI

Fauzi
15 October 2026 | 11:05
rubrik: Research
Laporan Cisco: Lebih dari 50% Serangan Siber di Indonesia Manfaatkan Teknologi AI
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id – Organisasi yang tidak mampu mengkoordinasikan respons manusia dalam sehari akan kesulitan mengendalikan agen otonom (autonomous agent) yang bertindak dalam hitungan detik.

Berdasarkan riset terbaru dari Cisco, penyedia infrastruktur krusial di era AI, ditemukan bahwa organisasi dengan lini pertahanan terbaik tidak hanya mengandalkan satu keunggulan. Mereka memadukan cakupan perlindungan yang luas, kecepatan respons, serta kerja tim yang padu tanpa terhambat kendala operasional.

Laporan Relentless Defense Report menguji bagaimana para praktisi keamanan beradaptasi dengan lanskap ancaman yang kini dibentuk ulang oleh AI. Laporan ini memberi penilaian kepada organisasi berdasarkan seberapa menyeluruh mereka dapat melindungi lingkungan mereka, seberapa cepat mereka mendeteksi, merespons, dan memulihkan ancaman, serta faktor apa saja yang memperlambat mereka. Skor rata-rata organisasi di Indonesia mencapai 72 dari 100. Sebanyak 29% organisasi di Indonesia masuk ke dalam kelompok berkinerja terbaik yang disebut Cisco sebagai Relentless Defenders, dibandingkan dengan angka global yang hanya sebesar 8%.

Namun pertanyaannya adalah, apakah organisasi di Indonesia dapat mempertahankan skor tersebut seiring lingkungan ancaman yang menjadi lebih cepat dan lebih kompleks.

“AI secara fundamental telah meningkatkan eskalasi risiko dalam pertahanan siber. Di era pasca-Mythos, kecepatan pertahanan didorong oleh kelincahan operasional, bukan hanya teknologi. Organisasi yang mampu tetap unggul adalah mereka yang mengintegrasikan keamanan ke dalam operasional mereka, memperlakukannya lebih dari sekadar formalitas compliance, serta meruntuhkan silo-silo operasional sehingga orang yang tepat dapat mengambil keputusan yang tepat di waktu yang tepat,” kata Cin Cin Go, Managing Director, Cisco Indonesia.

Di mana tim keamanan kehilangan waktu
Laporan ini mengidentifikasi gesekan atau masalah operasional sebagai penghambat utama untuk mencapai pertahanan siber yang lebih kuat. Namun masalah tersebut bukan sesuatu yang dapat diatasi tim keamanan saja. Kepemilikan, persetujuan dan silos tersebar di tim IT, pengadaan dan pemimpin eksekutif, yang merupakan alasan mengapa mereka tetap ada dan bertahan. Dan ketika tim-tim tidak bisa bertindak sebagai satu kesatuan, hak pengambilan keputusan tidak jelas, dan data terfragmentasi, men-deploy dan mengelola AI menjadi semakin lebih kompleks.

  • Koordinasi: Hanya 63% organisasi di Indonesia menyebutkan bahwa tim keamanan, networking dan IT bertindak sebagai satu tim dengan visibility dan tooling yang sama.
  • Pengaruh jajaran eksekutif: Sebanyak 43% mengatakan bahwa apa yang mereka ukur/nilai terlalu teknis untuk meyakinkan jajaran eksekutif, 29% mengalami kesulitan untuk menerjemahkan metrik bisnis menjadi informasi yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan dan 26% sama sekali tidak memiliki cara yang konsisten untuk mengukur kinerja keamanan.
  • Akses Data: 38% di Indonesia juga menghabiskan waktu lebih lama untuk mengumpulkan dan menghubungkan data di seluruh sistem, alih-alih mengatasi ancaman yang sebenarnya, dan 46% mengatakan bahwa mereka melewatkan insight yang penting karena data berada di luar jangkauan mereka.
BACA JUGA:  Platform Digital Dorong Inklusi Keuangan di Perdesaan

AI membuat defender lebih cepat, namun masalah keamanan menunda penerapan
Hampir semua praktisi Indonesia melaporkan peningkatan dalam deteksi dan respon sedikitnya 25%, dan lebih dari satu dari tiga mengatakan ini secara signifikan mengurangi beban operasional.

Adopsi teknologi sudah secara relatif lebih maju dengan lebih dari setengah organisasi memiliki kemampuan keamanan yang digerakkan AI secara ekstensif. Adopsi tertinggi adalah keamanan data dan privasi, dan terendah adalah Identity and Access Management – area di mana AI dapat mengurangi beban tim keamanan secara langsung. 40% belum men-deploy agen AI secara ekstensif untuk operasional keamanan. Mereka terhambat oleh kekhawatiran mengenai kebocoran data, sistem yang disusupi dan penanganan partai ketiga. Namun, lebih dari 80% organisasi tetap percaya diri bahwa mereka dapat mendeteksi dan merespon agen AI yang telah diambil alih atau disusupi pihak yang tidak berwenang.

Apa hal yang dilakukan Relentless Defenders secara berbeda
Secara global, Relentless Defenders melakukan lebih banyak usaha untuk mengurangi masalah dan mengontrol AI yang mereka sedang kembangkan. Mereka juga lebih mungkin untuk melaporkan outcomes AI yang lebih kuat dalam operasional keamanan, – bukan karena mereka menghabiskan biaya lebih besar, namun karena mereka memimpin di seluruh aspek dalam organisasi yang memungkinkan tim keamanan untuk mengambil tindakan dengan cepat:

83% beroperasi sebagai satu tim keamanan yang terkoordinasi dengan visibility dan tool yang sama di seluruh keamanan, jaringan dan infrastruktur, versus 37% dari semua defender lain.

86% menerapkan kontrol yang konsisten terhadap agen AI dan identitas selain manusia, versus 37%. 77% sangat yakin mereka dapat mendeteksi dan mengatasi agen AI yang telah disusupi, versus 51%.

BACA JUGA:  3 Langkah Penting Bagi Bisnis Untuk Berinovasi Melampaui Batas

25% melaporkan bahwa AI membantu meningkatkan kecepatan untuk mendeteksi ancaman lebih dari 100%, versus 7%.

Di antara organisasi yang menambah anggaran keamanan, Relentless Defenders hampir dua kali lipat lebih mungkin mengalami penurunan kejadian insiden (71% vs.39%).

Tags: AICiscoCyber SecurityGenerative AI
Previous Post

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Next Post

Perkuat Ekosistem Industri Kreatif, Game Application & Technology BINUS University Gelar Jakarta Game Fest 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NVIDIA RTX AI PC Day Back to School Campaign Sambangi UPH Lippo Karawaci

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Cisco: Lebih dari 50% Serangan Siber di Indonesia Manfaatkan Teknologi AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto