ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Audisi Pencarian Bakat Cyber Security Mulai Digelar

Ahmad Churi
19 August 2017 | 19:57
rubrik: Event
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Itech- Program “Born To Protect” untuk pencarian bakat-bakat tenaga cyber security (keamanan cyber), kini memasuki tahap audisi pertama yang digelar di Kampus Universitas Gunadarma Karawaci, Tangerang. Seleksi audisi wilayah Jakarta ini, diikuti sebanyak 1.100 peserta dari berbagai kalangan yang sebelumnya telah mendaftar secara online.

Dalam rangka mencari bakat-bakat cyber security di kalangan masyarakat, PT Xynexis International bekerjasama dengan Kementerian Kominfo menggelar program “Born To Protect”, yang diharapkan bisa melahirkan gladiator cyber security yang bisa diandalkan. Kegiatan ini diadakan antara lain juga untuk menjembatani adanya ketimpangan di bidang teknologi informasi yang kian melesat jauh dengan kemampuan SDM yang ada. Terutama kesenjangan, minimnya sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian khusus, di bidang IT security. Padahal seiring meningkatnya kemajuan teknologi infomasi di era Internet of Things (IoT), ancaman kejahatan cyber juga makin mengkhawatirkan.

“Program penjaringan bakat tenaga cyber security ini sebenarnya sudah mulai dibuka sejak 25 Januari lalu yang diresmikan langsung oleh Pak Menkominfo, Rudiantara. Kegiatan ini juga mendapat dukungan kerja sama dari Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (APTIKOM) seluruh Indonesia yang akan membantu memfasilitasi kegiatan roadshow dan kegiatan audisi bagi penjaringan bakat cyber security ini. Sejak pertama kali pendaftaran dibuka, jumlah yang mendaftar secara online sudah mencapai 3.000 lebih. Makanya kita lakukan audisi untuk proses seleksi lebih lanjut. Nantinya proses audisi juga akan kita lakukan di kota-kota lain. Makanya kita masih beri kesempatan untuk pendaftaran yang bisa dilakukan melalui website http://www.borntoprotect.id atau https://m.Facebook.com/BornToProtect/,” ungkap Eva Noor, CEO PT Xynexis International dalam jumpa pers yang dihadiri Rektor Universitas Gunadarma, Prof. Dr. E.S Margianti, SE,MM, Direktur Keamanan Informasi Ditjen Aplikasi Informatika Kominfo, Aidil Chendramata, dan Ketua Panitia Audisi I Born To Protect, Dr. Rer.nat, Avinanta Tarigan, pada (19/8), di Kampus Gunadarma Karawaci – Tangerang.

BACA JUGA:  Kemendesa Gandeng Telkom Dorong Digitalisasi Desa Wisata di Sumba

Menurut Eva Noor, yang juga penggagas kegiatan Born To Protect ini. Untuk mendorong lebih banyak peserta, pihaknya juga melakukan roadshow di 10 kota lain di Indonesia. Antara lain Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Malang, Bali, Samarinda, Makassar dan Manado. “Kegiatan roadshow ini antara lain bertujuan mengajak masyarakat luas, khususnya mahasiswa dan generasi muda, yang berpendidikan menengah atas hingga perguruan tinggi untuk mengikuti ajang kompetisi ini. Program ini terbuka umum dari usia 17 tahun ke atas. Targetnya bisa menjaring 10.000 kandidat gladiator cyber security dari seluruh Indonesia yang akan kita seleksi lagi untuk mendapatkan 100 orang terbaik yang akan diberikan training khusus cyber security,” ujarnya.

Audisi Pertama “Born To Protect” di Kampus Universitas Gunadarma Karawaci ini dibuka oleh Menkominfo, Rudiantara yang diwakili Direktur Keamanan Informasi Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Aidil Chendramata. Dalam sambutan tertulisnya, Menkominfo Rudiantara menyatakan, kegiatan ini sangat penting di tengah ancaman cyber security yang juga terus meningkat belakangan ini.

“Kita harapkan dari Born to Protect ini bisa diperoleh bakat-bakat untuk dibina agar kelak bisa menjadi SDM tangguh yang memiliki keahlian cyber security untuk menghadapi riuhnya ancaman serangan siber yang makin meningkat. Sampai saat ini, Indonesia masih sangat kekurangan tenaga-tenaga berbakat di bidang cyber security. Padahal kebutuhannya makin tinggi, baik untuk dunia bisnis, goverment, serta institusi lain,” ujarnya.

Disebutkan, berdasarkan Laporan Indonesia Cyber Security Report 2017 yang diterbitkan ID-SIRTII pada tahun 2016 terdapat sebanyak 135,672,948 total serangan. Angka tersebut meningkat lebih dari 50% dibandingkan dengan tahun 2015 dengan jumlah total serangan 89.691.783 serangan. Port terbanyak yang diserang adalah Port 53 yang digunakan untuk mencari domain name system (DNS). Adapun negara sumber serangan terhadap Indonesia terbanyak berasal dari Amerika dengan jenis serangan terbanyak DDOS.

BACA JUGA:  Ingin Indonesia Maju, Forum Doktor Multidisiplin Memberikan Sejumlah Rekomendasi

Masih menurut data ID-SIRTII serangan paling banyak terjadi pada bulan April 2016 yaitu sebanyak 46.338.965 kali serangan. Sedangkan domain pemerintah (go.id) yang menjadi host phising sebesar 17.73% dan .id 13,64%. Adapun berbagai bentuk trend serangan dan insiden itu menggunakan instrumen cyberspace sebagai saluran utama dalam melaksanakan tindakannya. “Melihat tren ancaman kejahatan cyber yang makin tinggi, keberadaan SDM yang memiliki keahlian IT security ini, sangat penting. Kita harapkan Born to Protect ini bisa menjadi salah satu solusi permasalahan ini,” ujarnya.

Karena itu lanjutnya, Kementerian Kominfo sangat mendukung penuh program ini. Dalam kegiatan Born to Protect akan dilakukan pemeringkatan terhadap bakat-bakat cyber security yang terjaring. Pemeringkatan talent Cyber Security ini juga diharapkan dapat memunculkan double impact. Mereka menjadi lebih dikenal dunia industri, sebaliknya dunia industri semakin mudah mendapatkan tenaga kerja cyber security yang berkualitas untuk dapat bekerja di instansi mereka.

Kegiatan “Born To Protect” ini akan terdiri dalam beberapa rangkaian kegiatan, Di antaranya Hacking Contest, Seminar, Train of Trainers, dan diakhiri dengan Digital Camp untuk peserta yang terpilih. Pemenang dalam program ini akan mendapatkan beasiswa dan hadiah-hadiah menarik serta mendapat kesempatan magang di perusahaan ternama di Indonesia serta mendapat kesempatan kerja dan bertemu dengan pimpinan perusahaan-perusahaan ternama. (Red-AC)

Previous Post

Ibnu Susilo, Inovator PIN Komodo Raih BJHTA 2017

Next Post

BIG Melalui Forum UNGEGN Daftarkan 16.056 Pulau Terbaru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

Load More

TERPOPULER

  • TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NVIDIA RTX AI PC Day Back to School Campaign Sambangi UPH Lippo Karawaci

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melalui Bali Tech Week 2026, Komdigi Dorong Akselerasi Ekonomi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto