Jakarta, Itech- Penggunaan teknologi retargeting oleh pemain e-commerce lokal dalam upaya memperkuat branding, mampu meningkatkan customer engagement dan conversion rate, sekaligus mempercepat pengembalian dalam investasi pemasarannya atau biaya beriklan.
RTB House, salah satu perusahaan global yang menyediakan teknologi retargeting untuk para pengiklan di jaringan internet global, merilis bahwa teknologi retargeting telah banyak membantu para pelaku e-commerce dalam mengembangkan brand untuk mencapai conversion rates yang lebih tinggi di antara para penggunanya. Untuk mengantisipasi kian tingginya pemain e-commerce, termasuk di Indonesia dalam meningkatkan branding, RTB House mengembangkan solusi “personalised retargeting”.
“Kami mengharapkan adanya pertumbuhan yang substansial dari penggunaan retargeting oleh pemain e-commerce di Indonesia. Solusi teknologi retargeting yang kami kembangkan berbasiskan deep-learning, yang akan menguntungkan dan mampu mendorong penambahan pengguna baru (customer acquisition) yang telah ada ke online marketplace milik mereka. Deep learning, merupakan subbidang dari artificial intelligence digital yang akan membantu meninkatkan iteraksi dengan pelanggan,” ungkap Chandra Kuncara, Country Director, Asia Tenggara, RTB House, melalui rilisnya ( (22/8), di Jakarta.
Menurutnya, personalised retargeting merupakan sebuah mekanisme dimana sebuah iklan disesuaikan dengan perilaku dan preferensi pengguna internet tertentu. Bentuk iklan online ini membantu brand untuk tetap berada di pikiran pengguna di setiap perjalanannya, setelah mereka mengunjungi dan meninggalkan website tertentu sebelum mereka melakukan pembelian.
Menurut Baymard, konsumsi pasar online mengalami peningkatan dalam jumlah calon pembeli yang meninggalkan keranjang belanjaannya (cart abandonment) di sebuah e-commerce dari 60% di 2006 menjadi 78 % di 2016. Dengan teknologi retargeting akan membantu brand untuk mencapai conversion rates yang lebih tinggi di antara para penggunanya.
Dunia digital yang sedang berkembang di Indonesia, mendorong perusahaan seperti RTB House untuk terus meningkatkan solusi retargeting untuk beragam pelanggan. Mengutip Laporan dari eMarketer and Interactive Advertising Bureau Singapore (IAB Singapore), pengeluaran dari digital advertising di Indonesia akan meningkat hingga 20,5% dari total jumlah pengeluaran iklan di media pada tahun 2020 karena cepatnya tingkat adopsi internet, terutama melalui smartphone.
Dengan mayoritas dari 260 juta penduduk Indonesia yang aktif berinternet dan menggunakan perangkat mobile dalam melakukan pembelian, negara ini mewakili salah satu marketplace online terbesar di dunia yang mengalahkan Cina dan India. Setelah investasi dan manufaktur, konsumsi pasar (termasuk e-commerce) adalah salah satu segmen ekonomi terbesar di Indonesia. Kementerian Informasi dan Komunikasi, mentargetkan e-commerce diharapkan tumbuh hingga US$130 miliar di tahun 2020. (red-AC)













