Jakarta, Itech – Sebagai tindaklanjut dari penandatanganan MoU dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI mengenai komitmennya dalam mendukung pendidikan di Indonesia yang dilakukan pada Januari 2017 lalu, Japfa Foundation meluncurkan program beasiswa bagi SMK bidang agribisnis dan agroteknologi di seluruh wilayah Indonesia.
JAPFA Foundation, merupakan yayasan korporasi yang didirikan oleh PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (Japfa). Tujuan peluncuran program beasiswa prestasi ini, terutama untuk membangkitkan minat para generasi muda agar tertarik dan peduli untuk ikut mengembangkan industri agribisnis di Tanah Air. Hal ini sejalan dengan visi utama PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk., yaitu “Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama.”
“Program beasiswa prestasi JAPFA Foundation ini juga sejalan dengan visi utama JAPFA Foundation yakni memaksimalkan potensi kaum muda melalui pendidikan, gizi dan olahraga. Pada bidang pendidikan ini, JAPFA Foundation ingin mencetak dan menjaring para calon pemimpin agribisnis Indonesia masa depan yang berpotensi melalui program beasiswa,” ujar Head of JAPFA Foundation, Andi Prasetyo, dalam keterangan persnya (24/8), di Jakarta.
Adapun program-program keahlian SMK yang disasar dalam program beasiswa ini yakni Agribisnis Ternak Ruminansia; Agribisnis Ternak Unggas; Agribisnis Aneka Ternak; Kesehatan Hewan; Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian; Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan; Pengawasan Mutu Hasil Pertanian dan Perikanan.
Japfa Foundation berhasil menjaring 162 pendaftar dari 25 SMKN dan SMKS di 14 propinsi di Indonesia dan menetapkan 50 (lima puluh) siswa sebagai penerima beasiswa SMK bidang agribisnis dan agroteknologi. Mereka berasal dari SMKS-PP Putra Jaya Stabat, Sumatera Utara: 4 siswa/i; SMKN 02 Subang, Jawa Barat : 5 siswa/i; SMKN 02 Purbalingga, Jawa Tengah: 14 siswa/i; SMKN 01 Kalibagor, Banyumas, Jawa Tengah : 17 siswa/i; SMKN 01 Cangkringan, Sleman, Jawa Tengah : 3 siswa/i dan SMKN 01 Plosoklaten, Kediri, Jawa Timur : 7 siswa/i.
Melalui program beasiswa prestasi SMK bidang agrobisnis dan agroteknologi, diharapkan bisa mendorong anak-anak muda semakin tertarik dan mau belajar lebih giat lagi. Mereka yang lulus sesuai standar yang ditetapkan harus bersedia bekerja di sektor agrobisnis maupun agroteknologi di seluruh wilayah Indonesia selama 1 (satu) tahun. “Dengan demikian, mereka bisa menyumbangkan keahlian dan pengetahuan yang telah diperoleh di bangku sekolah untuk membangun dunia agribisnis dan agroteknologi di Indonesia,” tandas Andi. (Red-AC)














