Jakarta, Itech- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) selama tahun 2017, telah melahirkan beragam capaian inovasi di antaranya inovasi teknologi produksi garam, sistem navigasi penerbangan nir radar berbasis ADS-B, implan tulang berbahan lokal, pengolahan emas non merkuri, inovasi pesawat udara nir awak (drone) hingga inovasi coating untuk buah mangga yang bisa membuat segar hingga empat minggu.
Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan, penguasaan teknologi dan inovasi menjadi kata kunci bagi BPPT. Hal ini sebagai sarana untuk mendorong peningkatan potensi tingkat kandungan dalam negeri menuju kedaulatan bangsa. “BPPT selalu berupaya agar inovasi dan layanan teknologi memiliki peran strategis dan mendorong peningkatan kompetensi daya saing nasional dan percepatan pembangunan nasional,” katanya di Jakarta, Rabu (20/12).
Dalam hal layanan teknologi, BPPT juga turut dilibatkan dalam pra studi kelayakan kereta api Jakarta- Surabaya. Terkait hal ini BPPT memberikan sejumlah opsi yakni memanfaatkan rel yang ada, membuat rel berstandar atau membuat rel benar-benar baru dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Namun biayanya lebih mahal 2-3 kali lipat.
Selain itu, BPPT juga turut berkontribusi dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan melalui operasi teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan. BPPT juga aktif dalam survei kelautan dengan menggunakan kapal riset Baruna Jaya BPPT.
“Teknologi modifikasi cuaca ini bisa dioperasikan bekerjasama dengan TNI AU dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). TNI-AU memberikan bantuan dukungan armada pesawat terbang CASA 212-200 dan BMKG memberikan dukungan informasi serta prediksi cuaca di daerah target,” paparnya.
Pada kesempatan itu, BPPT juga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Pemprov DKI Jakarta terkait rencana pilot project pembangkit listrik tenaga sampah di tempat pengelolaan sampah terpadu Bantar Gebang di Bekasi yang dikelola Pemprov DKI Jakarta.
Pilot project PLTSa ini akan mempunyai kapasitas 50 ton per hari dengan menghasilkan listrik 400 kilowatt. Pilot project PLTSa ini diharapkan menjadi model alternatif pengolahan sampah bagi kota besar di Indonesia yang memiliki kendala dalam menyiapkan lahan. Selain itu, melalui pilot project ini dapat menjadikan percontohan bagi kota-kota lain untuk melakukan pengelolaan sampah yang cepat, mereduksi sampah secara signifikan, ramah lingkungan dan menghasilkan listrik.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi kerjasama dengan BPPT, sebab sampai saat ini sampah menjadi salah satu masalah terbesar di ibu kota. Bahkan di DKI Jakarta saja ada sekitar 7 ribu ton sampah per harinya dan ditumpuk di Bantar Gebang. “Salah satu masalah terbesar di sebuah kota adalah pengelolaan resi bersisa sampah. Itu salah satu masalah terbesar di kota ini,” katanya.
Lebih lanjut Anies mengusulkan jika nanti teknologi pengelolaan sampah menjadi tenaga listrik agar dibuka secara umum sehingga siapapun dapat melihat prosesnya. “Saya usul visitor bisa melihat proses pengelolaan sampah, agar pertama memahami ujung dari sampah yang dibuang, kedua membuat kita bangga atas teknologi dan fasilitas pengelolaan sampah yang dimiliki negeri ini,” tandasnya. (red/ju)














