Jakarta, Itech- Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) telah menguasai teknologi pengolahan pemisahan Uranium Thorium dan logam tanah jarang terutama dari monasit hasil aktivitas pertambangan timah. Dari hasil pemisahan ini didapatkan Logam Tanah Jarang oksida yang mempunyai nilai ekonomis tinggi.
“Logam tanah jarang (LTJ) sangat dibutuhkan sebagai magnet untuk industri perangkat elektronik seperti memori komputer, DVD, ponsel, baterai isi ulang, magnet dan sebagainya. Saat ini pemerintah telah memberi perhatian khusus terhadap perkembangan LTJ , apalagi kandungan LTJ di Indonesia melimpah ,” kata Kepala Batan, Prof. Djarot Sulistio Wisnubroto di Jakarta, Rabu (20/12).
Ia menegaskan hal tersebut saat peresmian pilot plant Plutho (Pilot Plant pemisahan Uranium Thorium dan logam tanah jarang terutama dari monasit) di Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN) Pasar Jumat. “Pembangunan pilot plant ini merupakan salah satu tahap menuju industrialisasi LTJ di Indonesia. Apalagi, karakteristik material yang istimewa menjadian LTJ diminati industri.
Saat ini, kapasitas produksi PLUTHO sebesar 50 kg monasit per batch . Sampai dengan bulan Desember 2017, telah diperoleh produk LTJ hidroksida sampai batch 12 sebesar 10-15 kg LTJ hidroksida. Kualitas LTJ yang dihasilkan semakin baik dan mendekati kualitas produk hasil skala lab yaiu kadar uranium dan thorium di bawah 50 ppm dan kadar LTJ hidroksida lebih dari 80 persen.
Sementara itu, Kepala PTBGN Sugeng Budi Susilo mengatakan, fungsi PLUTHO sebagai sarana penelitian dan pengembangan untuk penguasaan teknologi LTJ. “Kedepan, Lab PLUTHO dapat dimanfaatkan sebagai penyedia logam tanah jarang hidroksida. “Kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi LTJ merupakan bagian dari support untuk mendukung program PLTN di Indonesia,” katanya.
Logam Tanah Jarang meliputi 17 unsur kimia, yakni scandium (Sc), ittrium (Y), lanthanum (La), cerium (Ce), praseodymium (Pr), neodimium (Nd), promethium (Pm), samarium (Sm), europium (Eu), gadolinium (Gd), terbium (Tb), disprosium (Dy), holmium (Ho), erbium (Er), thulium (Tm), itterbium (Yb), dan lutetium (Lu). Kemampuan istimewanya mampu bereaksi dengan unsur-unsur lain untuk menghasilkan sesuatu yang baru yang tidak bisa dihasilkan tanpa reaksi tersebut. (red)














