Jakarta, Itech – Fujifilm meluncurkan kamera mirrorless terbaru X-H1 yang menyasar para videografer profesional. Secara desain, X-H1 memadukan desain kamera X-T2 dan medium format GFX 50S.
X-H1 mendukung perekaman video DCI 4K (4.096 x 2.160 pixel, 23,97 FPS dan 24 FPS), video full HD 1080p dangan frame rate 120 FPS, high bit rate recording sebesar 200 Mbps, format F-Log, verbal time code, dan mikrofon internal berkualitas tinggi (25-bit/ 48 KHz).
X-H1 mempunyai electronic viewfinder dengan magnifikasi 0,75x di bagian belakang dan layar sentuh 3 inci yang bisa ditekuk (tilting) ke tiga arah, termasuk dalam orientasi portrait.
X-H1 mempunyai sensor gambar APS-C 24,3 megapixel dengan filter warna X-Trans III khas Fujifilm dan ada 325 titik AF hybrid (169 titik phase detect) yang tertanam di sensor.
X-H1 memiliki rentang sensitivitas ISO 100 hingga 12.800. (ISO 100-51.200 expandable) dan burst rate hingga 14 jepretan per detik seperti dikutip Peta Pixel.
Hebatnya, X-H1 memiliki peredam goyangan 5-axis dan sensor in-body image stabilizer (IBIS). X-H1 bisa memberikan kompensasi hingga 5,5 stop karena memadukan accelerometer dan gyroscope tiga sumbu serta prosesor dual-core yang melakukan 10.000 kalkulas perdetik.
Kamera X-H1 memiliki mode flickr reduction untuk meredam kedipan saat merekam di bawah lampu fluorescent dan mercury. Fujifilm juga menambahkan simulasi film terbaru Eterna yang mengacu pada jenis film besutan Fujifilm yang sering digunakan untuk produksi film.
Fujifilm X-H1 mulai memasarkan kamera mirrorless X-H1 dengan banderol USD1.900 dollar atau sekitar Rp26 juta. Fujifilm mendesain X-H1 cocok dengan semua lensa seri XF dan XC.
Fujifilm turut memperkenalkan lensa zoom sinema Fujinon MKX 18-55 T2.9 dan MKX 50-135mm T2.9 untuk lini kamera mirrorless X-Mount besutannya. Keduanya adalah lensa Super 35 yang sebelumnya sudah dirilis untuk platform E-Mount Sony.














