Jakarta, Itech – Saat ini WhatsApp adalah aplikasi pesan instan terpopuler di dunia dengan pengguna sebanyak 2,1 miliar di seluruh dunia. Namun, pelan tapi pasti, WeChat menyusul jumlah pengguna WhatsApp dengan raihan 1 miliar pengguna.
Tencent sebagai perusahaan induk WeChat mengumumkan milestone WeChat yang merangkul 1 miliar akun terdaftar dan sekaligus aktif. “Ini merupakan angka yang luar biasa,” kata Ma Huateng (CEO Tencent) dalam sebuah media briefing di Beijing, Tiongkok.
Banyak kalangan yang menilai WeChat akan sukses mengejar kesuksesan WhatsApp di ranah aplikasi pesan instan. Namun, ada empat alasan yang membuat WeChat tidak mungkin mengejar WhatsApp dan bukan pesain utamanya.
Pertama, Matthew Brennan (Pendiri ChinaChannel) mengatakan WeChat tidak akan mampu bersaing dengan WhatsApp karena WeChat hanya menyasar pasar dalam negeri Tiongkok, bukan untuk pasar luar negeri.
“Pertumbuhan WeChat telah mengalami perlambatan secara konsitsen selama dua tahun terakhir. Platform ini sudah mencapai puncaknya dan tidak akan bergerak lebih jauh lagi,” ujarya
Kedua, WeChat hanya jago kandang karena pertumbuhan pengguna WeChat yang signifikan berkat bantuan otoritas Tiongkok yang melarang Facebook, Twitter, WhatsApp dan media sosial lainnya beredar di Tiongkok.
Jadi mau tidak mau, masyarakat Tiongkok menggunakan WeChat yang memang didesain dan dirancang untuk pasar Tiongkok.
“Pengguna WeChat yang berasal dari luar negeri kebanyakan merupakan warga negara Tiongkok yang ingin tetap terhubung dengan keluarga serta teman-temannya, atau pebisnis yang memiliki kepentingan di negeri Tirai Bambu,” katanya.
Ketiga, otoritas Tiongkok memiliki kewenangan untuk memindai segala percakapan yang berseliweran di WeChat. Hal itu membuat orang-orang di luar Tiongkok takut dan khawatir untuk menggunakan WeChat karena pemerintah Tiongkok bisa mengawasinya.
Keempat, WeChat tidak lagi mengejar volume atau jumlah pengguna karena saat ini WeChat fokus mendorong pengguna untuk terus menerus dalam mengakses berbagai layanan, seperti game, hiburan, maupun pembayaran.
“Dengan banyaknya user yang menggelontorkan lebih banyak waktu dan uang pada layanan di dalam WeChat, maka WeChat berpotensi untuk meraup pendapatan yang besar ke depannya,” pungkas Brennan.
Saat ini pengguna bisa saling bertukar pesan via chatting, menjajal media sosial, melakukan pembayaran mobile, memesan kendaraan ride-sharing, memanfaatkan food delivery, belanja online, dan sebagainya.
Bisa dibilang kehidupan sehari-hari masyarakat Tiongkok tak lepas dari pemanfaatan WeChat. Bahkan, pemerintah Guangzhou, Guangdong, China, tengah menguji coba KTP virtual yang disatukan ke akun WeChat pengguna di area Nansha.














