Jakarta, Itech – BlackBerry resmi melayangkan gugatan hukum terhadap Facebook, Instagram dan WhatsApp karena telah melakukan pelanggaran paten portofolio software BlackBerry termasuk layanan chatting smartphone
BlackBerry pun menuntut Facebook untuk melakukan ganti rugi. Bahkan, BlackBerry menggugat tujuh paten software terkait sejumlah fitur yang ada di aplikasi chatting, seperti laporan pengiriman termasuk penanda waktu tiap pesan.
“Facebook terbukti membuat aplikasi chatting berdasarkan inovasi BlackBerry, mulai dari inovasi keamanan, tampilan antarmuka, termasuk fitur lain,” tulis BlackBerry dalam gugatannya seperti dikutip Ars Technica.
“Kami memiliki klaim yang kuat bahwa Facebook telah melanggar hak cipta kami dan setelah beberapa tahun berdialog, kami juga memiliki kewajiban kepada pemegang saham agar menempuh solusi hukum yang tepat,” lanjutnya.
Facebook pun menanggapi sinis komentar gugatan BlackBerry dan menyebut BlackBerry hanya mencari untung belaka dan berhenti inovasi.
“Gugatan ini menggambarkan bisnis olah pesan BlackBerry saat ini. Setelah berhenti berinovasi, BlackBerry mengincar pajak dari inovasi pihak lain,” ucap Paul Grewal (Deputy General Counsel Facebook).
Pada awal tahun lalu, BlackBerry juga telah melayangkan gugatan hukum kepada Nokia Oyj (Nokia) dengan tuduhan menggunakan paten tanpa izin. Pproduk Nokia yang menggunakan paten BlackBerry adalah Flexi Multiradio, pengontrol jaringan radio dan software Liquid Radio. Total ada 11 paten milik BlackBerry yang digunakan produk-produk tersebut.
“BlackBerry berusaha mendapatkan kompensasi dari penggunaan paten teknologi kami secara tidak sah oleh Nokia,” tulis BlackBerry dalam gugatannya seperti dikutip dari Bloomberg.
BlackBerry adalah anggota kelompok bernama Rockstar Consortium yang membeli paten Nortel saat pailit pada 2011. Kemudian paten-paten itu dibagi dengan anggota kelompok lain, termasuk Apple dan Microsoft.
Fokus Software
Saat ini BlackBerry fokus mengembangkan software daripada hardware.
John Chen (Executive Chairman dan CEO BlackBerry) mengatakan saat ini BlackBerry fokus memboyong software keamanan smartphone untuk korporat dan pemerintah karena keamanan memang telah menjadi elemen penting perusahaan.
“Saya percaya masa depan BlackBerry justru akan mengandalkan bisnis keamanan siber. BlackBerry memiliki aset yang banyak dalam sisi keamanan untuk perusahaan korporat,” ujarnya.
BlackBerry sedang mengejar royalti dari perusahaan yang menggunakan hak ciptanya yang berjumlah 40.000 termasuk sistem operasi, infrastruktur jaringan, layanan perpesanan, subsistem otomotif, keamanan siber, dan komunikasi nirkabel.














