Jakarta, Itech – Banyak para penjahat yang menggunakan jejaring sosial media terbesar Facebook untuk melancarkan aksi kriminalnya seperti penipuan dan penyebaran berita hoax. Facebook pun menggunakan teknologi machine learning (mesin pembelajaran) untuk mendeteksi dan menangani lebih dari setengah juta akun terkait aktivitas penipuan.
Scott Dickens (Product Manager Facebook) mengatakan banyak sekali kasus penipuan di Facebook dan para penjahat menggunakan akun Facebook palsu untuk melancarkan aksi jahatnya.
“Penipuan ini memiliki satu kesamaan yaitu menyalahgunakan kepercayaan untuk mengambil uang Anda. Facebook terus berupaya melakukan hal yang lebih baik untuk melawan hal tersebut. Kami ingin mencegah tindakan berbahaya yang mungkin mereka lakukan di kemudian hari,” katanya dalam siaran persnya, Rabu.
Dickens mengatakan Facebook telah memblokir jutaan akun palsu dengan melakukan proses registrasi setiap harinya. Mesin pembelajaran Facebook dapat mempelejari pola penipuan yang pernah terjadi sebelumnya sehingga mampu mendeteksi kasus penipuan lainnya.
“Teknik pendeteksi otomatis ini merupakan satu-satunya cara kami mengatasi penipuan di Facebook,” ucapnya.
Facebook juga memiliki tim peninjau terlatih dan berdedikasi yang bertugas menghapus akun pelaku penipuan. Facebook juga mengandalkan laporan aksi kejahatan seperti penipuan dari komunitas Facebook setiap harinya.
“Kami telah mengumpulkan banyak contoh penipuan selama beberapa bulan terakhir. Kami akan menindak lebih dari jutaan akun yang terlibat dalam aksi penipuan di platform kami,” ucapnya.
Sistem machine learning Facebook mampu mendeteksi sebuah akun memiliki keterkaitan dengan aksi penipuan. Karena itu, pemilik akun harus melakukan beberapa hal untuk memastikan bahwa mereka tidak mengoperasikan sebuah akun palsu atau salah merepresentasikan. Selama proses tersebut, akun mereka tidak bisa digunakan untuk menjangkau orang lain.
“Jika pemilik akun gagal melakukan verifikasi atau tim Community Operations memutuskan terjadi pelanggaran kebijakan, akun tersebut akan dihapus,” ujarnya.
Dickens menegaskan Facebook akan terus berinvestasi di berbagai hal termasuk teknologi dan sumber daya manusia untuk membuat penipu sulit beroperasi di Facebook.
“Teknik baru mesin pembelajaran ini akan menjadi semakin baik setiap kali mereka menangkap sinyal dari kasus yang sudah terkonfirmasi,” pungkasnya.














