Jakarta, Itech – Grab baru saja mengakuisi operasional Uber di Asia Tenggara sekaligus menjadikan Grab layanan jasa transportasi online terbesar di regionalnya. Uber tidak benar-benar melepas perusahaannya karena akan diberi jatah saham 27,5 persem di Grab. Sedangkan, Dara akan bergabung ke dewan direksi Grab.
Sebelumnya, Uber juga telah menjual wilayah operasionalnya kepada kompetitornya yaitu Didi Chuxing di Tiongkok dan Yandex di Rusia.
Penjualan wilayah operasional Uber di Tiongkok dan Rusia terjadi pada masa Travis Kalanick (Pendiri dan Mantan CEO Uber) masih memimpin perusahaan yang berkantor pusat di California, AS.
Dara Khosrowshahi (CEO Uber) mengatakan Uber menghadapi terlalu banyak persaingan di Asia Tenggara sehingga kurang fokus dan perlu melepas bisnis di pasar tertentu.
“Salah satu bahaya potensial dari strategi global kita adalah kita terlibat di terlalu banyak pertempuran di berbagai medan dan dengan terlalu banyak kompetitor,” tulis Dara dalam email pada para karyawan Uber.
Dara menegaskan Uber akan move-on dari masalah ini dan mengembangkan bisnis perusahaan dengan membangun produk, layanan, serta teknologi terbaik di dunia.
“Penjualan ini akan jadi yang terakhir,” katanya seperti dikutip Tech Crunch.
Meskipun demikian, Uber kemungkinan besar bisa menjual wilayah operasionalnya pada tahun-tahun mendatang, menyusul sebagian besar saham Uber dikuasai oleh SoftBank (Perusahaan Pendanaan asal Jepang).
SoftBank bisa saja meminta Uber menjual wilayah operasionalnya di India, mengingat SoftBank juga mengucurkan investasi yang besar ke Ola, kompetitor utama Uber di India.
SoftBank ingin mengurangi persaingan antara platform ride sharing yang sama-sama disokongnya, bukan tidak mungkin penjualan unit bisnis Uber jilid keempat akan terjadi di masa depan.
SoftBank-lah yang terus menggaungkan spekulasi mengenai kegiatan konsolidasi yang potensial bagi Uber karena pasar Uber yang menguntungkan hanya di Eropa dan Amerika Serikat (AS).
Selain itu, Softbank meminta Uber fokus di daerah yang memiliki prospek lebih baik terlebih dari sisi finansial. Selain itu, peran besar SoftBank di tubuh Uber pun sangat besar karena mampu mengendalikan arah perusahaan dan menguasai dewan komisaris Uber.
“SoftBank berperan besar dalam mendorong proses akuisisi Uber oleh Grab. Bahkan, Masayoshi Son (CEO SoftBank) turun langsung supaya Grab membeli Uber,” kata Ming Maa (Presiden Grab).
Ming menegaskan proses transaksi Grab dan Uber sangat independen serta berdasarkan pada keputusan kedua belah pihak. “Kesepakatan yang terjalin menyesuaikan pada kepentingan dari masing-masing perusahaan,” kata Ming.














