ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Perbedaan Budaya Kerja dan Gaya Kepemimpinan Amazon dan Microsoft

adam
31 July 2018 | 08:00
rubrik: Digital
Jika Terpilih, Capres AS ini akan Bubarkan Facebook, Google dan Amazon

Big tech companies (accompany.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Itech – Setiap perusahaan memiliki ciri khas budaya kerja sendiri dan berbeda dengan perusahaan lainnya. Budaya kerja itulah yang mencetak para karyawan yang berkualitas untuk meningkatkan nilai dan pendapatan perusahaan.

Manny Medina yang pernah bekerja sebagai karyawan Amazon dan Microsoft berkenan membeberkan pengalaman dan perbedaan budaya kerja di kedua perusahaan tersebut. Medina
mengatakan Amazon dan Microsoft memiliki pendekatan yang berbeda dalam menjalankan bisnisnya.

“Jika Anda ingin bekerja di Amazon atau Microsoft, tentu saja Anda harus mampu berpikir secara teknis dan mampu melihat bagaimana kemampuan Anda dapat diaplikasikan pada perusahaan tersebut,” ucapnya.

Medina pertama kali bekerja di Amazon pada 2003 sebagai tim Web Services. Ia melihat Amazon melakukan pendekatan bottom-up dalam menjalan bisnisnya. Amazon sangat memperhatikan detail dan keberhasilan-keberhasilan kecil.

“Amazon adalah perusahaan ritel online sehingga keputusan sekecil apapun akan menentukan nilai keseluruhan perusahaan,” ucapnya.

Sebaliknya, Medina melihat Microsoft melakukan pendekatan top down dan lebih fokus terhadap keseluruhan perusahaan dan goal. Ia bergabung dengan Microsoft pada 2005 sebagai Business Development.

“Microsoft selalu terobsesi dengan stratergi,” katanya seperti dikutip CNBC.

Selain budaya kerja, kedua perusahaan teknologi ternama itu juga memiliki gaya gaya kepemimpinan yang berbeda.

Medina melihat Jeff Bezos (CEO Amazon) sangat terlibat dalam aspek sehari-hari di Amazon dan para karyawan akan sering bertemu Jeff Bezos di kantor dan mereka harus siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan dilontarkan oleh Bezos.

Sebaliknya, Satya Nadella (CEO Microsoft) mengedepankan komunikasi yang baik sehingga para karyawan dapat bekerja dengan efisien.

Setelah 8 tahun bekerja di perusahaan idaman sekian banyak orang, ia memutuskan untuk keluar pada 2011 untuk membuat bisnis start-up nya sendiri Outreach. Saat ini Outreach sudah memiliki nilai sebesar USD 500 juta.

BACA JUGA:  Juri “Top Digital Awards 2021” Sambangi Command Center Telkom Akses

“Kalau saya bisa mengulang waktu, saya akan langsung mendirikan start-up karena pengalaman yang saya dapatkan dari mendirikan start-up memberikan saya jauh lebih banyak pengalaman,” ucapnya.

“Kumpulan masalah yang dapat saya selesaikan setiap harinya sangat penuh dengan wawasan yang berhasil memuaskan rasa keingintahuan saya,” pungkasnya.

Medina pun menggabungkan strategi kedua perusahaan teknologi raksasa itu sebagai pedomannya dalam menjalankan bisnisnya.

“Saya menggunakan taktik Amazon untuk membuat perkembangan layaknya Microsoft,” tutupnya.

Tags: AmazonMicrosoft
Previous Post

Bocoran Spesifikasi Xiaomi Pocophone F1

Next Post

Google dan Facebook akan Berhenti Berikan Makanan Gratis ke Karyawan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Autonomous Business Jadi Masa Depan Dunia Usaha, AI Ubah Perusahaan Lebih Mandiri dan Proaktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Sejumlah Manfaat Hot Backup Satellite SATRIA-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto