Kalangan milenial adalah pasar yang sangat potensial untuk penyaluran kredit terutama untuk kegiatan e-commerce. Teknologi Financial adalah cara yang efektif untuk menjangkau kalangan milenial.
Tekanan kurs dan suku bunga
Kondisi perekonomian global saat ini seperti, persaingan ekonomi antara Amerika Serikat dan Cina yang sering disebut sebagai perang dagang dan kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat yang mengakibatkan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS adalah dua faktor eksternal yang memberikan pengaruh yang sangat signifikan pada kondisi perekonomian Indonesia.
Dampaknya sangat terasa, misalnya adanya kenaikan harga bahan makanan pokok yang sebagian besar masih diimpor, seperti harga daging ayam dan telur yang mengalami kenaikan mulai semester II 2018 ini. Juga mengganggu kondisi pertumbuhan kredit sektor perbankan yang masih dalam proses pemulihan.
Data dari Otoritas Jasa Keuangan per 2018, memperlihatkan persentase fasilitas kredit yang belum ditarik dalam periode setahun (undisbursed loan) terus meningkat untuk periode 2015-2017. Artinya, dengan penyaluran kredit yang minim ini sulit untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional.
Lalu bagaimana prospek jasa keuangan nasional di tengah tekanan kurs dan suku bunga saat ini?
Ledakan Ekonomi Digital
Bhima Yudhistira, ekonomi INDEF, dalam acara Top Bank, Top Insurance dan Top Multifinance 2018 yang diselenggarakan oleh BusinessNewsIndonesia dan lembaga riset Asia Business Research memaparkan bahwa pada periode 2018-2019 Indonesia diramalkan akan mengalami Ledakan Ekonomi Digital yang ditandai oleh: total populasi 265,4 juta orang dengan tingkat urbanisasi 56%, pengguna telepon genggam aktif 177,9 juta dengan penetrasi 67%, pengguna aktif media sosial sebanyak 130 juta dengan penetrasi 45%, dan pengguna aktif internet 132,7 juta denga penetrasi 50%. Data itu dikutipnya dari Wearesocial (2018).

Sementara data World Bank (2015) memperlihatkan untuk Indonesia persentase kredit terhadap PDB di angka 39,1% yang berarti sangat jauh dibandingkan dengan dan Cina 155,3%, Korea Selatan 140,6%, Singapura 129,7%.
Sedangkan untuk sumber pinjaman keuangan maka untuk orang Indonesia lebih gemar untuk meminjam dari teman atau keluarga 41,5%, jasa keuangan 13,1% dan dari rentenir 2,9%.
“Artinya, potensi pasar jasa keuangan Indonesia masih sangat besar untuk berkembang,” tambah Bhima.
Pertanyaannya, bagaimana cara menggarap pasar yang potensial itu?
E-commerce dan Teknologi Finansial
Mengutip data dari Bank Indonesia (2016) dan Kemenkominfo (2017) diproyeksikan nilai transaksi sektor e-commerce Indonesia akan mencapai Rp 676 triliun pada tahun 2030.
Bhima menjelaskan, kini sudah hadir perusahaan penyedia layanan Teknologi Finansial (TekFin), yang mayoritas adalah startup, sebagai penyalur kredit yang serius menggarap sektor e-commerce Indonesia. Penyedia TekFin kini juga berani menawarkan fasilitas Kredit Tanpa Agunan (KTA) seperti yang dilakukan oleh kredit plus, aku laku, cicil dan kredivo.

Mereka serius menggarap pasar generasi milenial (18-35 tahun) sebagai populasi terbesar penduduk Indonesia. Mengutip data Wearesocial (2018), McKinsey dan Airbnb (2016), generasi milenial ini memiliki karakteristik, hampir tidak pernah ke bank dan lebih sering menggunakan gadget untuk transaksi keuangan, lebih senang menggunakan transportasi online (Gojek, Grab), memilih tinggal di kos atau kontrakan yang dekat dengan kantor ketimbang membeli atau mencicil rumah sendiri, gemar nongkrong di café daripada membeli baju, dan 70% lebih milenial senang jalan-jalan.
Leisure Economy
Mengutip data BPS (2017), Bhima menambahkan, “Terjadi perubahan pola konsumsi rumah tangga YoY, dimana pengeluaran untuk leisure economy seperti transportasi dan konsumsi terus meningkat. Kalangan milenial adalah konsumen utama di leisure economy ini. Sektor lain yang menyumbang pertumbuhan adalah sektor konstruksi, dan transporasi logostik.”
“Maka, dapat dikatakan sektor jasa keuangan di tanah air masih memiliki prospek yang cerah ditengah kondisi tekanan kurs dan suku bunga. Kalangan milenial adalah pasar yang sangat potensial untuk penyaluran kredit terutama untuk kegiatan e-commerce. Teknologi Financial adalah cara yang efektif untuk menjangkau kalangan milenial,” tutup Bhima.














