Jakarta, ItWorks – Kevin Systrom dan Mike Krieger, sebagai Co-founder Instagram, sebuah aplikasi berbagi foto ternama, menyatakan mengundurkan diri dari perusahaan yang kini dikuasai Facebook melalui proses akuisisi enam tahun silam. Sebelumnya Facebook juga ditinggalkan Jan Koum, pendiri WhatsApp, aplikasi perpesanan yang juga dibeli Facebook pada 2014.
Kabar pengunduran diri kedua orang itu terungkap dari orang yang mengaku mengetahui permasalahan ini. Sebagaimana dilansir New York Times, (25/9), Systrom dan Krieger pertama mengungkap hal ini pada tim kepemimpinan Instagram dan Facebook pada hari Senin (24/9) lalu. Namun keduanya juga belum mengungkap secara detil alasan pengunduran diri mereka. Begitu juga pihak Facebook pun juga belum mengeluarkan statement terkait kabar pengunduran diri Systrom dan Krieger ini.
Menurut informasi, setelah mengundurkan diri meninggalkan Instagram, mereka berencana untuk rehat dengan mengambil cuti. Kedua pentolan Instagram ini, sudah saling kenal sejak 2010, ketika mereka bertemu dan mengubah proyek perangkat lunak yang dibangun oleh Systrom hingga besar menjadi aplikasi Instagram, yang kini memiliki lebih dari satu miliar pengguna. Dalam pernyataannya, keduanya siap untuk melangkah ke babak baru, dan mengisyaratkan bahwa mereka akan menciptakan sesuatu yang baru.
“Kami berencana meluangkan waktu untuk mengeksplorasi rasa ingin tahu dan kreativitas kami lagi. Membangun hal-hal baru menuntut kita mundur agar lebih focus untuk menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan dunia. Itulah yang kami rencanakan,” ungkap Systrom.
Selama ini, Instagram telah menjadi salah satu permata bisnis Facebook. Jaringan sosial ini telah diakuisisi tahun 2012 seharga US$1 miliar, ketika situs berbagi foto ini saat itu digunakan oleh sekitar 30 juta orang. Sejak itu, jangkauan Instagram terus berkembang secara luas dan menjadi salah satu proses akuisisi paling sukses bagi Facebook.
Sebelumnya Facebook pada bulan April lalu juga telah kehilangan pendiri bisnis lain yang cukup berpengaruh, Jan Koum, anggota dewan Facebook dan pendiri WhatsApp, aplikasi perpesanan jaringan media sosial yang dibeli facebook tahun 2014. Kabarnya kepergian Koum ini terkait dengan masalah Facebook mengenai privasi data dari para pengguna. (Red-AC)














