ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Anak-anak terlalu banyak menghabiskan waktu menatap screen, namun terlalu sedikit tidur:

Teguh Imam Suyudi
28 September 2018 | 18:00
rubrik: Research
Awasi Anak Agar Tidak Berlebihan Pakai Internet Saat PSBB

Awasi Anak Agar Tidak Berlebihan Pakai Internet Saat PSBB

Share on FacebookShare on Twitter

Hanya satu dari 20 anak di Amerika Serikat yang memenuhi pedoman waktu untuk tidur, olahraga, dan menatap layar atau screen. Hampir sepertiganya tidak memenuhi pedoman untuk ketiganya, menurut penelitian yang diterbitkan pada Kamis (27 September).

Penelitian itu juga menemukan bahwa rata-rata, anak-anak berusia delapan hingga 11 tahun menghabiskan 3,6 jam per hari terpaku ke layar TV, ponsel, tablet atau komputer, artinya hampir dua kali lipat dari batas yang disarankan yaitu dua jam.

Terlalu sedikit waktu tidur namun terlalu berlebihan untuk waktu menatap layar jelas terkait dengan penurunan dalam keterampilan kognitif, seperti kemampuan bahasa, memori, dan penyelesaian tugas, para peneliti melaporkan di The Lancet Child & Adolescent Health.

“Kami menemukan bahwa menghabiskan lebih dari dua jam waktu menatap layar untuk rekreasi pada anak-anak terkait dengan perkembangan kognitif yang lebih buruk,” kata penulis utama Jeremy Walsh, seorang peneliti di Children’s Hospital of Eastern Ontario Research Institute.

“Berdasarkan temuan kami, dokter anak, orang tua, pendidik dan pembuat kebijakan harus mempromosikan untuk membatasi waktu menatap layar untuk rekreasi dan harus memprioritaskan rutinitas waktu tidur yang sehat selama masa kanak-kanak dan remaja.”

Walsh dan timnya melihat data – berdasarkan kuesioner terperinci – dari 4.520 anak yang tersebar di 20 lokasi di Amerika Serikat.

Mereka juga menguji anak-anak untuk enam jenis keterampilan kognitif, menyesuaikan hasilnya dengan  pendapatan rumah tangga, perkembangan pubertas dan faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kinerja.

Hasilnya diukur berdasarkan Pedoman Gerakan 24 jam Kanada untuk anak-anak.

Untuk tidur dan olahraga, rekomendasi tersebut sama dengan yang ada di Organisasi Kesehatan Dunia. Tapi Kanada adalah negara pertama yang mengusulkan batas waktu yang dihabiskan di depan screen.

Distraksi Di Kelas

BACA JUGA:  Tinggal Pilih, Daftar Smartphone Pilihan Harga Terjangkau Buat Lebaran

Penelitian itu menemukan , hampir 30 persen anak gagal memenuhi salah satu rekomendasi, lebih dari 40 persen hanya memenuhi satu rekomendasi, seperempat memenuhi dua rekomendasi, dan hanya lima persen yang sesuai dengan ketiganya.

Setengah anak-anak mendapatkan cukup waktu tidur, 37 persen masih dalam batas waktu menatap layar, dan hanya 18 persen yang memenuhi rekomendasi aktivitas fisik.

“Semakin banyak rekomendasi individual yang dilakukan anak, semakin baik kognisi mereka,” studi menyimpulkan, dan juga mencatat bahwa waktu menatap layar adalah faktor yang paling penting.

Berbeda dengan penelitian sebelumnya, kurangnya latihan tidak berkorelasi dengan kinerja yang lebih buruk pada tes kognisi.

Hubungan kuat antara waktu yang dihabiskan menatap layar dan fungsi otak “berpotensi mencerminkan gangguan siklus pemulihan-stres yang dibutuhkan untuk pertumbuhan pada anak-anak”, komentar Eduardo Esteban Bustamante, asisten profesor di University of Illinois College of Applied Health Sciences yang tidak ambil bagian dalam penelitian.

“Setiap menit yang dihabiskan di depan screen pasti menggantikan satu menit dari waktu tidur.”

Para ilmuwan dan pendidik semakin khawatir bahwa penggunaan telepon seluler secara konstan dari usia dini dapat menyebabkan masalah mulai dari kecanduan hingga gangguan defisit perhatian.

Sebagian besar guru dalam survei baru-baru ini mengatakan bahwa smartphone telah menjadi gangguan di kelas, mengikis kemampuan siswa untuk fokus.

Perancis mendesak orang tua untuk tidak mengizinkan anak-anak berusia di bawah tiga tahun untuk menonton TV, dan dokter anak Amerika juga mendukung aturan yang melarang total pada waktu menatap screen sampai setidaknya sampai usia 18 bulan.

Sumber: channelnewsasia.com

Tags: Smartphone
Previous Post

Microsoft akan berhentikan dukungan untuk Skype Klasik

Next Post

MasterLock Magnum Dilengkapi Teknologi Tough-Cut

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Salesforce Sharing Inovasi di Ajang Agentforce World Tour Jakarta 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agoda: Minat Wisatawan ke Puncak dan Surakarta Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lintasarta Umumkan Perubahan Direksi, Ini Susunannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perusahaan yang Berpredikat Lighthouse Industri 4.0 Membagi Kisah Suksesnya di Hannover Messe 2021

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto