‘Raksasa’ penyedia layanan transportasi online asal Cina Didi Chuxing berencana memberhentikan sekitar 2.000 orang, atau 15 persen dari tenaga kerjanya, pada tahun ini, sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan Jumat (15/2).
Informasi itu mengkonfirmasi laporan media Cina sebelumnya bahwa CEO Didi Cheng Wei mengatakan dalam pertemuan internal Jum’at bahwa perusahaan sedang bersiap memasuki masa-masa sulit.
Didi berencana untuk mempekerjakan sekitar 2.500 karyawan tahun ini di bidang-bidang seperti keselamatan, teknologi, dan operasi manajemen offline, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut. Sehingga jumlah karyawan perusahaan akhir tahun 2019 menjadi sekitar 13.000, yang akan setara dengan jumlah pegawai pada akhir 2018.
Didi adalah salah satu perusahaan baru paling berharga di dunia dan membeli operasi Uber di Cina pada tahun 2016.
Pada hari Rabu, situs berita teknologi China 36kr, mengutip bocoran laporan keuangan internal, mengatakan Didi mengalami kerugian sebesar 10,9 miliar yuan ($ 1,6 miliar) tahun lalu dan menghabiskan 11,3 miliar yuan untuk subsidi pengemudi. Itu adalah akselerasi yang nyata dari kerugian perusahaan di tahun 2017 sebesar 2,5 miliar yuan, menurut laporan itu.
Sumber: CNBC.com














