
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kominfo) meraih penghargaan TOP IT Implementation on BLU 2018 di ajang TOP IT & TOP TELCO 2018 di Jakarta, 6 Desember 2018 lalu.
Selain itu, Direktur Utama BAKTI Kominfo, Anang Achmad Latif meraih penghargaan TOP Leader on IT Leadership 2018. Raihan 2 penghargaan itu menambah panjang deretan prestasi yang ditorehkan oleh BAKTI Kominfo sepanjang tahun 2018 ini.
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) merupakan unit organisasi noneselon di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menerapkan pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. BAKTI bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal, dan dipimpin oleh Direktur Utama. BAKTI bertugas untuk melaksanakan pengelolaan pembiayaan Kewajiban Pelayanan Universal dan penyediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan informatika.
“Permasalahan telekomunikasi masih menjadi kendala di wilayah Indonesia khususnya di area terdepan, terluar dan tertinggal (3T) serta perbatasan. Permasalahan ini mendorong kami di BAKTI Kominfo untuk membangun prasarana telekomunikasi di wilayah tersebut. Prasarana yang dibangun menciptakan pemerataan untuk menjangkau yang belum terjangkau akses telekomunikasi dan informasi,” kata Anang Achmad Latif dalam kesempatan wawancara dengan Majalah It Works di kantornya (14/12/2018).

Anang Latif kemudian menjelaskan target-target yang telah dicapai oleh Badan Layanan Umum yang dipimpinnya itu.
Akhir 2018, Palapa Ring Barat, Tengah, Timur Tuntas 100%

Pembangunan Palapa Ring merupakan solusi dari permasalahan telekomunikasi yang masih belum merdeka sinyal saat ini. Sehingga hadirnya Palapa Ring akan memecahkan permasalahan tersebut.
Palapa Ring merupakan bangunan tol informasi dalam bentuk serat optik yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. Sebagai infrastruktur tulang punggung jaringan telekomunikasi broadband (pita lebar), Palapa Ring terdiri dari tiga paket, yaitu Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Tengah, dan Palapa Ring Paket Timur.
Satelit Palapa Ring Indonesia Tengah Siap Beroperasi September
Selain menghubungkan seluruh Indonesia dalam jaringan telekomunikasi, pembangunan Palapa Ring ditujukan untuk mengikis gap layanan telekomunikasi antara di Pulau Jawa dengan daerah lain di Indonesia.
Palapa Ring merupakan proyek telekomunikasi pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Palapa Ring terdiri dari tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) serta satu backhaul untuk menghubungkan semuanya.
Pembangunan Palapa Ring dilakukan dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) atau public private partnership (PPP). Pembiayaan yang diterapkan dengan skema availability payment, memungkinkan pemerintah memulai pembayaran penggantian modal yang ditanamkan investor setelah proyek beroperasi.
Pemerintah menggunakan dana universal service obligation (USO) untuk operasional Palapa Ring. Dana USO merupakan dana kontribusi perusahaan telekomunikasi dengan bobot 1,25% setiap kuartalnya.
Palapa Ring Paket Barat sudah rampung 100% pada bulan Maret 2018, Proyek Palapa Ring Tengah telah selesai tuntas 100 persen pada awal Desember 2018. Adapun Palapa Ring Paket Timur, hingga pertengahan bulan Desember 2018 ini telah selesai 88,14%. Akhir tahun 2018 ditargetkan semua pembangunan sudah mencapai 100% sehingga bisa on air pada 2019.
Pembangunan BTS USO

BAKTI Kominfo telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan 19 kepala daerah untuk mempercepat pembangunan Base Transceiver Station (BTS) Kewajiban Pelayanan Umum (KPU)/Universal Service Obligation (USO), di Jakarta (07/12/2018).
Kerja sama semacam ini sangat diperlukan karena dalam pembangunan BTS memerlukan lahan dan dukungan masyarakat setempat agar pekerjaan berjalan lancar dan masyarakat segera dapat memanfaatkan pembangunan BTS tersebut.
Penandatanganan kerja sama dengan 19 kepala daerah di wilayah pembangunan BTS USO itu, dilakukan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri No 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Dalam aturan tersebut dinyatakan bahwa BAKTI memiliki kewajiban untuk menyediakan BTS dan pemerintah kabupaten berkewajiban untuk menyediakan lahan pendirian BTS.
BAKTI Kominfo Kerja Sama Dengan 19 Kepala Daerah Percepat Bangun BTS USO
Untuk pembangunan 1 (satu) BTS USO membutuhkan beberapa komponen yaitu tower setinggi 32 meter, transmisi (VSAT), catu daya (450 watt VDC) dan perlengkapan BTS. Semua itu digelar di lahan seluas 20 m x 20 m atau sekitar 400 m2 yang disediakan pemerintah daerah berdasarkan perjanjian pinjam pakai lahan. Dengan jangka waktu pemakaian lahan selama kurang lebih lima tahun atau disesuaikan dengan peraturan daerah yang berlaku di masing-masing lokasi.
Berdasarkan data BAKTI Kominfo, saat ini, terdapat 30 kabupaten/kota yang telah melakukan penandatanganan perjanjian pinjam pakai lahan. Daerah itu antara lain Kepulauan Talaud, Flores Timur, Maluku Tenggara Barat, Kota Tidore Kepulauan, Mamberamo Raya, Keerom, Merangin, Pulau Taliabu, Mahakam Ulu, Sambas, Kepulauan Aru, Banggai Kepulauan, Boven Digoel, Kepulauan Sula, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Solok Selatan, Deiyai, Alor, Banjar, Kapuas Hulu, Mappi, Timor Tengah Utara, Mamberamo Tengah, Merauke, Nunukan, Seluma, Asmat, Maybrat, dan Sabu Raijua.
Ketersediaan Internet Sekolah
BAKTI Kominfo hingga tahun 2018 telah menyediakan akses internet di 1.622 sekolah di seluruh Indonesia. Dari 34 provinsi yang ada, sekolah di Indonesia bagian timur menjadi prioritas pemerintah untuk diberikan fasilitas akses internet terbanyak.
Sebanyak 160 sekolah di NTT, 147 sekolah di Maluku Utara, kemudian 142 sekolah di Papua dan 131 sekolah di Maluku, serta rata-rata di bawah 100 sekolah di provinsi lain kini telah dapat memanfaatkan akses internet.
Kategori lain penyediaan akses internet di daerah adalah layanan kesehatan, kantor pemerintahan, balai latihan kerja, tempat wisata, karantina pertanian serta layanan publik.
Ketersediaan Internet Sekolah di Indoensia Timur Jadi Prioritas
Untuk keseluruhan kategori ketersediaan akses internet yang telah aktif sebanyak 2.861 mulai 26 November 2018 di seluruh Indonesia. Fasilitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah dan ujian nasional berbasis kompetensi (UNBK).
Pembangunan infrastruktur akses internet di wilayah Indonesia timur memang diprioritaskan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal. Ini karena beberapa daerah di Indonesia Timur masih minim akses telekomunikasi dan informasi. Oleh karena itu BAKTI ditugaskan untuk membangun akses internet di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), lokasi prioritas BNPP dan juga daerah yang belum layak secara ekonomi.
BAKTI Kominfo ingin ketersediaan akses internet dapat meningkatkan sumber daya siswa dan guru guna kreativitas, wirausaha dan kebutuhan lain demi kemajuan sekolah.
Selain itu, BAKTI Kominfo akan terus mendorong pemerintah daerah agar dapat meningkatkan pengetahuan masyarakatnya mengenai perekonomian, pariwisata dan wirausaha melalui pemanfaatan digital.
Aplikasi PASTI, Permudah Permohonan

BAKTI Kominfo telah meluncurkan aplikasi pengajuan permohonan akses internet, BTS, satelit dan fiber optik secara online di Jakarta (07/12/2018). Aplikasi Permohonan Akses Telekomunikasi dan Informasi (PASTI) itu disediakan untuk mempermudah permohonan dari masyarakat dan pemerintah.
PASTI atau elektronik USO (e-USO) akan memudahkan pengajuan permohonan dengan format isian yang seragam beserta cara mengisinya. Pemerintah daerah yang sudah memiliki akun akan jauh lebih mudah karena dapat memantau setiap tahapan pengajuan.
BAKTI Kominfo Luncurkan Aplikasi PASTI, Permudah Permohonan
Aplikasi PASTI dapat diakses melalui tautan www.pasti.baktikominfo.id. Dengan sistem informasi ini setiap pemohon akan dapat mengajukan dan memantau permohonan secara digital. Aplikasi ini menjadi fitur cerdas yang turut membantu internal BAKTI Kominfo dalam pencapaian hasil pekerjaan yang efektif, efisien, aman serta transparan.
Selama 2015-2018, BAKTI telah membangun BTS di 800 lokasi yang tersebar di 100 kabupaten, dengan berhasil menyelesaikan 97% perjanjian pinjam pakai lahan BTS USO yang terbangun di 2015-2017 dan 79% perjanjian pinjam pakai lahan BTS USO yang terbangun pada 2018.













