VMware, Inc, perusahaan global dalam virtualisasi dan infrastruktur awan mengumumkan VMWare Cloud Index tahun ke-4, sebuah studi yang dilakukan Forrester Consulting (tidak termasuk Jepang).
Studi ini menunjukan dari 124 responden survei di Indonesia, 80 persen responden Indonesia melihat komputasi awan atau cloud sebagai prioritas utama atau sangat relevan untuk organisasi mereka, naik dari 75 persen tahun 2012.
Selain itu, 89 persen responden Indonesia percaya memanfaatkan cloud dan pendekatan as a service membuat pekerjaaan lebih efisien dan beroperasi dengan sumber daya TI lebih ramping.
“VMware Cloud Index 2013 menunjukan berkembangnya pasar Indonesia untuk adopsi cloud. Kami ingin menjadi bagian dari upaya transformasi TI di Indonesia, dengan menggelar proyek software defined data center, ” kata Country Manager, Vmware, Andreas Kagawa di Jakarta, kemarin.
VMware Cloud Index 2013 adalah studi di Asia Pasifik yang dilakukan Forester Consulting (tidak termasuk Jepang). Studi yang dilakukan pada Juli 2013 ini melakukan survei terhadap 2.785 senior TI dan pengambil keputusan bisnis di kawasan Asia Pasifik di 12 negara yaitu Australia, Tiongkok, India, Malaysia , Singapura, Thailand, Korea Selatan, Indonesia, Filipina, Vietnam, Hongkong, dan Taiwan.
Sebesar 72 persen responden di Indonesia, kata dia, menganggap kebutuhan untuk mengatasi meningkatnya ekspektasi pelanggan dan kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama bisnis selama 12 bulan ke depan. “77 persen responden berpendapat jika TI tidak membaik, bisnis akan mencari alternatif,” ujarnya.
Studi juga menunjukan 73 persen responden percaya pendekatan software defined untuk melaksanakan dan mengelola sumber daya pusat data (server, storage, dan jaringan) akan memiliki dampak signifikan terhadap organisasi mereka selama dua sampai tiga tahun berikutnya.
Vmware mendukung software defined data center di VMworld 2013 di San Francisco dan Eropa. Belum lama ini perusahaan ini mengumumkan produk seperti VMware NSX, VMware Virtual SAN, VMware Cloud Suite 5.5, dan VMware vSphere Operations Management 5.5.
Sementara itu, mayoritas responden (86 persen) responden melihat TI sebagai penggerak perubahan dan sumber nilai bisnis bagi organisasi. Sebagian besar (82 persen) TI Indonesia dan pengambil keputusan bisnis percaya organisasi TI mereka harus bergerak cepat dan menyediakan layanan dengan biaya yang efektif bagi bisnis.
“Dengan berkembangnya arsitektur software defined data center sehingga TI dapat menyediakan layanan cloud dengan cepat, sehingga bisnis dapat memiliki kelincahan dan fleksibilitas, ” ujarnya. (marcapada@yahoo.com)














