Perusahaan kabel fiber optic PT Communication Cable Sytems Indonesia (CCSI) berencana meraih pendanaan di pasar modal alias melakukan Initial Public Offering (IPO). CCSI merupakan produsen kabel fiber optic di Indonesia yang sudah beroperasi sejak tahun 1996.
Mengutip pemberitaan di media massa nasional, CCSI sedang membutuhkan dana untuk mengeksekusi rencana pengembangan proyek fiber optic submarine cable (FO submarine). Sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja ketika proyek tersebut sudah beroperasi.
Untuk pendapatan pada tahun 2018 lalu, CCSI meraup sebesar Rp 445 miliar. Jumlah itu naik hampir dua kali lipat mengingat di tahun 2017 pendapatan perusahaan sebesar Rp 256 miliar.
Pertumbuhan pendapatan itu diiringi dengan pertumbuhan labanya. Pada tahun 2018 laba usaha CCSI tercatat sebesar Rp 72 miliar. Jumlah itu naik lebih dari dua kali lipat ditahun sebelumnya, dimana laba usaha tercatat sebesar Rp 31 miliar.
Sedangkan untuk laba tahun berjalan CCSI di tahun 2018 juga naik dari Rp 20 miliar di tahun buku 2017 menjadi Rp 35 miliar per 31 Desember 2018.
CCSI merupakan salah satu pemasok kabel laut serat optik, kabel darat dan pipa HDPE untuk mega proyek Palapa Ring yang merupakan proyek pembangunan serat optik dengan panjang 36.000 kilometer yang terbentang di seluruh Indonesia.
Saat ini, pemerintah terus melanjutkan proyek tersebut, terkhusus di Indonesia bagian Timur. Untuk kawasan tersebut, atau area Palapa Ring-Timur, pemerintah akan membangun sejauh 4.450 kilometer yang terdiri dari sub-marine cable sejauh 3.850 kilometer dan land cable sepanjang 600 kilometer.
Berdasarkan dokumen penawaran awal, ada lima provider telekomunikasi besar yang berlangganan dengan CCSI untuk penyediaan kabel optik diantaranya seperti Telkom Indonesia (TLKM) dan anak perusahaannya Telkomsel, Indosat Ooredoo (ISAT), XL Axiata (EXCL) dan juga Smartfren.
Perseroan Jawatan Kereta Api Indonesia (PJKAI) dan Angkasa Pura juga tercatat sebagai pelanggan CCSI.
Berdasarkan materi presentasi bookbuilding, harga penawaran saham CCSI sepanjang masa penawaran awal berada di kisaran Rp 246-Rp 350. CCSI rencananya akan resmi melantai di bursa 18 Juni 2019.
Rencananya perusahaan, akan menawarkan sebanyak-banyaknya 200 juta saham baru. Dari situ perusahaan memperkirakan dapat meraup dana segar sebesar Rp 49,2 miliar-Rp 70 miliar.














