Samsung Electronics mengalami penurunan keuntungan pada kuartal kedua 2019 karena bisnis chip utamanya goyah, dan perusahaan juga memperingatkan adanya “tantangan” di masa depan.
Pembuat chip memori dan smartphone terbesar di dunia itu mengatakan laba operasi turun 56% dari tahun sebelumnya.
Hasilnya mencerminkan perlambatan industri yang lebih luas, terbebani oleh perang perdagangan AS-Cina.
Perusahaan juga menghadapi lebih banyak gangguan yang mungkin terjadi pada bisnis chipnya karena pertikaian dagang antara Seoul dan Tokyo.
Perusahaan Korea Selatan itu membukukan laba operasi 6,6 triliun won Korea ($ 5,6 miliar; £ 4,6 miliar) untuk tiga bulan hingga Juni 2019, yang berarti penurunan 56% dari 14,87 triliun won Korea yang dicatat pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hasil itu sesuai dengan perkiraan perusahaan.
Dalam sebuah pernyataan, Samsung mengatakan pelemahan dan penurunan harga di pasar chip memori terus berlanjut “meskipun ada pemulihan permintaan yang terbatas”.
“Perusahaan ini menghadapi tantangan dari ketidakpastian tidak hanya di bidang bisnis tapi juga dari perubahan dalam lingkungan ekonomi makro global,” katanya.
Baru-baru ini Jepang memberlakukan pembatasan ekspor pada bahan-bahan industri tertentu yang diperlukan Seoul untuk membuat semikonduktor dan layar tampilan.
Langkah ini telah menimbulkan kekhawatiran atas risiko yang dilontarkan perdagangan terhadap pasokan teknologi global, dan dapat memengaruhi pendapatan Samsung di masa depan.

Perusahaan juga mengatakan akan fokus pada peluncuran produk baru di kuartal ketiga termasuk smartphone lipat pertama, yang telah awalnya sempat goyah.
Samsung harus menunda peluncuran smartphone terlipat barunya itu awal tahun ini menyusul laporan adanya layar yang rusak.
Cacat dengan perangkat ini menjadi sumber rasa malu bagi perusahaan, yang telah mengalami penurunan penjualan smartphone dan menghadapi persaingan yang berkembang dari kompetitornya seperti produsen asal Cina yaitu Huawei.
Pekan lalu, Samsung mengatakan Galaxy Fold akan mulai dijual pada bulan September setelah perbaikan dilakukan pada smartphone itu.
Sumber: BBC.com














