Jakarta, ItWorks- PT PP (Persero) Tbk jalin sinergi dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Danareksa (Persero), dan PT Garuda Indonesia Tbk., untuk membangun gedung BUMN Center dengan investasi sekitar Rp2 Triliun. Mengusung konsep smart building, semua proses pengerjaan proyek dilakukan dengan mengaplikasikan teknologi digital, seperti aplikasi Building Information Modelling (BIM) yang bisa lebih efisien.
Gedung BUMN Center yang akan dibangun ini berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Mengusung konsep desain Burung Garuda, di mana kepak kedua sayapnya merupakan gedung kembar yang menyerupai sayap burung garuda yang berada di sebelah kanan dan kiri Gedung Kementerian BUMN. Sedangkan kepala dari burung garuda diwakili oleh Gedung Kementerian BUMN saat ini.
Proyek ini akan dibangun dan dikembangkan di atas lahan seluas 24.694 meter persegi. Rinciannya, kurang lebih 9.300 meter persegi dimiliki oleh Danareksa, 11.439 meter persegi dimiliki oleh Telkom, dan 14.955 meter persegi dimiliki oleh Garuda Indonesia.
“Ide untuk membangun BUMN Center ini pertama datangnya dari Ibu Menteri BUMN Rini Soemarno. Intinya, kita ingin memiliki fasilitas gedung dan perkantoran yang terintegrasi, agile dan modern dengan fasilitas yang bisa mengakomodir tuntutan dan tren perkembangan modern, sejalan dengan tuntutan era teknologi digital. Ini juga bagian dari upaya meningkatkan kinerja BUMN sekaligus kesiapan dalam memasuki era industri 4.0. Nah dari ide itu, akhirnya kita sepakat mewujudkannya melalui bangunan BUMN Center ini dengan konsep green building dan smart building. Sesuai dengan konsepnya, PT PP dalam mengerjakan proyek ini, juga menerapkan digital construction dengan menggunakan sistem aplikasi digital, seperti Building Information Modelling (BIM) yang bisa lebih efisien, baik proses pengerjaan maupun dari cost (biaya),” ungkap Direktur Utama PT PP (Persero) Lukman Hidayat kepada pers dalam acara “Ngobrol Pagi (Ngopi) BUMN”, pada Kamis (3/9), di Synergy Lounge, Kementerian BUMN, Jakarta.
Acara Ngobrol Pagi (Ngopi) BUMN yang mengusung tema “BUMN Center, The New Concept For Business” ini juga menghadirkan narasumber lain. Di antaranya Direktur Utama PT Danareksa, Arief Budiman, Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Ari Askhara, serta Direktur Keuangan PT Telkom Indonesia, Harry M Zen.
Dalam paparannya Dirut PT PP (Persero) Lukman Hidayat mengatakan, penggunaan aplikasi Building Information Modelling (BIM) memiliki peran strategis dalam berbagai kegiatan pembangunan konstruksi yang juga menjadi tren di era digital. Solusi BIM bisa memberikan manfaat besar untuk keseluruhan proses pembangunan. Mulai dari proses mata rantai pasok material secara cepat dan tepat, waktu pengerjaan yang lebih cepat dengan kualitas yang lebih baik, mengurangi waste material di areal proyek, dan lainnya yang bisa berdampak apda penghematan biaya (cost efficiency). “PT PP termasuk pioneer dalam melakukan transformasi digital bidang konstruksi dengan menerapkan digital costruction yang juga telah diintegrasikan dengan aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP). Sehingga ini bisa memaksimalkan proses pengerjaan dalam suatu proyek secara menyeluruh,” ujarnya.
Terkait pola kerja sama antara PT PP yang dilakukan dengan empat BUMN ini, menggunakan skema yang berbeda Dengan PT Danareksa dan Garuda Indonesia menggunakan skema kerja sama usaha (KSU) dengan komposisi share untuk PP 95% dan 5%. Sedangkan untuk kerjasama antara PT PP dengan PT Telkom, menggunakan skema Join Venture. “Tahap awal dengan Danareksa yang berkomitmen untuk investasi sebesar Rp800 miliar. Kemudian berlanjut dengan Telkom dan Garuda Indonesia. Mudah-mudahan akhir tahun, atau Desember sudah bisa mulai,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT Danareksa Arief Budiman menyatakan, sejak ide ini muncul, pihaknya sangat mendukung. Apalagi arah dan tujuannya untuk sinergi dan saling mendukung untuk daya bersama di antara BUMN. Dengan konsep integrasi BUMN, ia menilai akan membawa banyak manfaat.
“Secara konsep dari saya pribadi, setuju. Bagi kami itu akan sangat saling menunjang, di mana nantinya berbagai institusi itu ada di sana. Kita bisa diskusi dengan berbagai BUMN apa yang bisa dilakukan bersama. Tentu kami kan fokusnya di jasa keuangan. Tapi secara konsep bagus sekali, kami merasakan manfaatnya,” ujar Arief Budiman.
Hal senada diungkapkan Direktur Keuangan PT Telkom Indonesia (Persero) Harry M Zen. Ia mengatakan, meski belum lama ini Telkom juga sudah membangun gedung merah putih di Gatot Subroto yang juga berkonsep smart bulding, namun kehadiran BUMN Center dirasa perlu. Terutama untuk memudahkan integrasi dan koordinasi antara BUMN. Diharapkan dengan fasilitas ini, bisa membuat kinerja lebih efisien.
“Kita punya gedung di kawasan proyek ini. Kebetulan kalau kita lihat di antara deretan gedung di Jl Merdeka Selatan ini, gedung yang paling kuno itu Gedung Telkom. Makanya Telkom menyambut positif inisiasi ini. Tentunya karena ini inisiatif bersama, kami harap perizinan dari Pemda bisa dipercepat dan dipermudah,” ujarnya.
Sementara Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ari Ashkara berharap meski ada gedung baru ini, namun gedung lama milik Garuda di kawasan ini tetap bisa dirawat. Terutama terkait keberadaan gedung yang masuk kategori heritage .”Tentu perlu kita cek dulu, dokumennya juga. Karena sebagian ada yang oleh Pemda atau Pemprov, masuk dalam heritage. Tapi kalau dari sisi kebutuhan, memang ini diperlukan. Apalagi kita juga banyak sekali anak usaha yang membutuhkan space dan perkantoran,” ujarnya. (AC)














