Jakarta, ItWorks- Mengusung misi “Ikut Serta Mendorong Pertumbuhan Perekonomian Jawa Timur Melalui Perkembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan koperasi di daerah dan pedesaan”, PT Bank Perkreditan Rakyat Jawa Timur (BPR Jatim) terus bertekad mengembangkan inovasi produk dan layanan bagi nasabah. Salah satunya melalui pengembangan aplikasi core banking berbasis teknologi digital sekaligus untuk mendukung program peningkatan literasi keuangan di tengah masyarakat.
Demikian diungkapkan Direktur Utama BPR Jatim atau Bank UMKM Jawa Timur, Yudhi Wahyu saat Presentasi dan Wawancara Penjurian di Ajang “Top Digital Awards 2019” yang berlangusng (14/10), di Gedung WTC I, Jl Jend Sudirman Jakarta. Untuk pertama kalinya, BPR yang sahamnya dimiliki Pemerintah Provinsi Jatim (86%) dan sisanya sejumlah Pemkab dan Pemkot Jatim ini, ikut ajang penjurian Top Digital Award yang dihelat Majalah ItWorks bekerjasama lembaga riset independent, dan sejumlah Asosiasi TI Telco. BPR Jatim masuk salah satu nominasi dari sekitar 200 peserta yang terjaring d tahap I untuk masuk babak wawancara penjurian ini.
“Kami mengucapkan terima kasih atas undangan dan kesempatan yang diberikan untuk mengikuti sesi wawancara penjurian ini. Kami mengharapkan pengalaman berharga ini bisa memotivasi kami untuk terus melakukan yang terbaik. Kami juga berharap saran dan masukan dari dewan juri untuk perbaikan kami ke depan,” ujar Dirut BPR Jatim, Yudhi Wahyu didampingi Supriono selaku Pimdiv TI, dan Ratih dari Public Relation BPR Jatim.
Ditandaskan di tengah persaingan usaha perbankan yang semakin kompetitif belakangan ini, tak ada pilihan bagi pelaku perbankan, termasuk BPR selain meningkatkan daya saing dan layanan melalui inovasi berbasis teknologi digital. Apalagi dengan maraknya pelaku usaha fintech maupun bank besar yang juga agresif merangsek pasar menengah ke bawah melalui kemudahan layanan seperti pinjam meminjam uang (peer to peer landing) berbasis teknologi digital.
“Mau tidak mau, kami juga harus burubah. Apalagi kami punya nasabah yang sudah mengakar kuat, jaringan luas dengan 1.000 karyawan dan dukungana aset yang saat ini mencapai Rp2,4 Triliun. Makanya kami tak tinggal diam, di antaranya dengan mengembangkan aplikasi layanan mobile untuk memudahkan tim marketing kami di lapangan. Transformasi digital termasuk program yang kami prioritaskan. Sehingga masyarakat atau nasabah bisa mendapatkan layanan secara cepat, mudah dan transparans. Dengan perangkat digital dan aplikasi layanan mobile ini, kami juga bertekad untuk mendukung program peningkatan literasi keuangan, sekaligus bisa menekan praktik rentenir di tengah masyarakat,” ujarnya di depan lima dewan Juri yang dimoderatori Ben Dehaan, Senior Advisor Majalah ItWorks.
Dalam kesempatan itu Pimdiv TI, Supriono memaparkan tentang tansformasi digital yang sudah dilakukan di BPR Jatim serta strategi pengembangannya ke depan. Dikatakan, sejak 2010 BPR Jatim telah mengembangkan core banking system berbasis online. Di antara terdapat aplikasi kredit online melalui website, E-paperless yang merupakan aplikasi proses kradit secara digital, mulai dari saat pengajuan hingga realisasi. Selan itu ada Si-Pitung, Sistem penagihan kerdit on line, Si-Panda (sistem informasi penempatan dana), dan masih banyak lagi, termasuk aplikasi terkait peningkatan sistem manajemen, e-office, SDM, dan lainnya.
“Aplikasi ini ada yang kami bangun sendiri, ada juga yang dari eksternal. Saat ini di internal ada tujuh aplikasi yang sedang dibangun dan tiga aplikasi oleh pihak eksternal. Ke depan ada tambahan lima aplikasi yang akan dibangun oleh tim internal dan lima aplikasi oleh pihak eksternel. Semua arahnya untuk peningkatan daya saing dan performa bisnis dengan mengoptimalkan penggunaan digital technology. Kami juga mengarah ke big data analytic. Saat ini IT dan teknolog digital masih sebagai enabler dan supporting, ke depan targetkan sebagai bisa sebagai business driver” tandasnya. (AC)














