Sebagai perusahaan kontruksi, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menginginkan kinerja teknologi informasi perseroan berjalan sempurna dan sesuai harapan. Untuk itu, perusahaan menerapkan standarisasi untuk PMCS melalui ISO. Sedangkan untuk mengevaluasi dan memonitor tata kelola IT dilakukan maturity assessment menggunakan COBIT 4.1.
Dalam sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri di acara TOP DIGITAL Awards 2019 di di Jakarta, Selasa (15/10), Beben Subagja, selaku IT Manager WIKA, mengatakan bahwa pihaknya dalam memonitor kinerja IT memanfaatkan ukuran COBIT.
“Jadi memang pada saat ini, kami mau masuk target 3,25 dan yang kami siapkan terlebih dahulu adalah dari sisi dokumentasi dan planning-nya,” kata Beben. Dia optimis, perseroan akan mampu mencapai target maturity assessment di tahun ini dengan level 3,38.
Maturity assessment juga harus dibarengi dengan standarisasi ISO terhadap Project Monitoring Control System (PMCS). Perseroan telah mendapatkan ISO 27001:2013 untuk keamanan PMCS atau pengamanan di core services tersebut.
“Saat ini sedang berjalan ISO untuk compliance 20000 terkait dengan layanan. Yang sedang berjalan ini asessment-nya sudah di stage 1 yaitu di PMCS. Tinggal stage duanya nanti,” ujarnya.
Ditambahkannya, dari kebijakan tersebut terbentuk SOP, seperti, SOP perencanaan dan pengorganisasian IT, pengembangan akuisisi dan implementasi IT, SOP monitoring dan evaluasi dengan konten mengacu pada COBIT 4.1.
Penulis: Agus Haryanto














