PT United Tractors Pandu Engineering (UTPE), perusahaan di bidang engineering & manufacturing yang fokus pada inovasi, selalu mengembangkan bisnisnya ke sektor-sektor baru yang belum digarapnya.
Bisnisnya telah berkembang luas dan perkembangannya dapat dibagi dalam beberapa periode. Awal berdiri tahun 1983-2000 masuk ke sektor pertambangan yaitu menyediakan alat-alat berat untuk sektor pertambangan (heavy duty equipment in mining sector). Periode 2001-2012, perusahaan merambah bisnis maritim yaitu rantai nilai seperti operasional pembangunan kapal dan reparasinya (value chain: ship building operation, repair) serta masuk bisnis ekspor. Berikutnya, periode 2013-2016, juga memasuki bisnis minyak dan gas serta jalan. Dan periode tahun 2017-2020, memasuki sector agro, part & service, fishery dan electricity.
Itu tentu saja harus didukung oleh pemanfaatan Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK). Tentunya, pemanfaatan TIK disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan perkembangan TIK itu sendiri.
Kembangkan PATRiA 4.0
Saat ini, pemerintah sedang gencar menjalankan Program “Making Indonesia 4.0” yaitu menerapkan konsep Industri 4.0 dalam proses bisnis secara keseluruhan. Tujuannya untuk meningkatkan nilai tambah bagi industri manufaktur dalam negeri agar dapat bersaing di pasar global.
Itu sejalan dengan inisiatif yang sedang dijalankankan UTPE yaitu PATRiA 4.0. “Saat ini, kami sedang mengembangkan tranformasi digital dengan istilah PATRiA 4.0,” jelas Bakti Prastyo Utomo, Deputy Head of Division CIST di sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, Selasa 15 Oktober 2019.
Ada tiga strategi yang dilaksanakan dalam PATRiA 4.0. Pertama, fokus pada proses penciptaan nilai dengan memperkuat inti. Dengan sasaran: bottom line impact. Kedua, fokus pada pelanggan dan mitra dengan menciptakan/memperkuat pengalaman positif. Sasarannya, top line growth. Ketiga, pengaruh kemampuan digital untuk menciptakan sumber-sumber pemasukan baru dan model bisnis. Sasarannya, long term sustainable growth.
Guna meraih semua sasaran dengan sempurna, telah ada peta jalan digital yang akan dijalankan secara bertahap. Fase pertama, adalah operational visibility: Digital job card and plant dashboard. Fase kedua, Robust Planning and Operations: Intelligent Planning tools and warehouse transformation. Fase ketiga, Delighting our customer: Customer portal.
Ditambahkannya, perusahaan sedang membuat PATRiA Command Centre yang akan jadi pusat untuk melihat sinkronisasi jumlah permintaan pelanggan dan pemenuhan operasional. Dengan adanya PATRiA Command Centre, efiensi dan target pemenuhan pelayanan yang berdasar pada kebutuhan spesifik pelanggan akan menjadi semakin sempurna.
PT United Tractors Pandu Engineering, yang memiliki brand PATRiA ini, berdiri pada tahun 1983 untuk memenuhi meningkatnya permintaan pembangunan industri di Indonesia dengan memberi solusi berdasarkan kebutuhan spesifik pelanggan dalam manufaktur peralatan dan teknik.
PT United Tractors Pandu Engineering adalah anak perusahaan PT United Tractors Tbk yang masuk dalam Grup Astra International.
Penulis: Irawan Djoko Nugroho














