Jakarta, ItWorks- Implementasi konsep Smart City (kota pintar) di Kota Malang yang memiliki luas wilayah 110.06 Km², terus ditingkatkan melalui inovasi aplikasi dan teknologi baru menuju pelayanan dan tatanan kehidupan masyarakat yang lebih baik dengan memfokuskan pada enam dimensi (bidang). Di antaranya meliputi smart economy (pemberdayaan ekonomi), smart mobility (layanan transportasi), smart environment (lingkungan), smart people (masyarakat dan SDM), smart living (kehidupan yang lebih baik), serta smart governance (layanan kepemerintahan).
Upaya yang makin getol Kota Malang, Jawa Timur dalam pengembangan konsep smart city (kota pintar) terlihat dari banyaknya aplikasi yang dikembangkan dan terhubung dengan organisasi perangkat daerah (OPD). Terutama untuk memudahkan berbagai layanan masyarakatnya. Dalam kaitan ini, Pemerintah Kota Malang, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, juga telah membangun fasilitas “Ngalam Command Center (NCC)” sebagai salah satu wujud komitmen Pemkot Malang untuk terus mengikuti derap perkembangan di era digital saat ini.
“Terkait pengembangan konsep smart city, kami memiliki fasilitas NCC yang merupakan pusat kendali informasi sekaligus untuk memantau berbagai aktivitas yang ada di kota Malang, termasuk kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Malang. Untuk pemantauan di lapangan, kami sudah memasang 300 CCTV di sejumlah titik. Belum termasuk CCTV dari Dinas Perhubungan yang juga akan terus ditingkatkan. Sehingga semua aktivitas dan segala pelayanan umum bisa dipantau dari ruang kendali informasi NCC ini,” ungkap Kepala Dinas Kominfo Kota Malang Dra. Tri Widyani P., M.Si, saat presentasi dan wawancara penjurian Ajang “Top Digital Award 2019” yang diselenggarkan Majalah ItWorks bekerjasama dengan lembaga riset independent dan sejumlah Asosiasi TI & Telco, baru-baru ini di Gedung WTC I Jl, Jenderal Sudirman Jakarta.
Selama penjurian yang berlangsung 75 menit, ia memaparkan banyak hal tentang komitmen Pemkot Malang dalam pengembangan smart city ke depan. Dalam kesempatan itu, ia didampingi Moh Sidik (Kabid Aptika), Didik Supriadi (Kasi Sarana Prasarana Informatika), serta Hamda P Setiawan (Staf Sarana Prasarana Informatika) Diskominf Kota Malang.
Ditambahkan, pengembangan dan memanfaatkan IT ke berbagai aspek smart city merupakan upaya untuk perbaikan solusi atas masalah perkotaan. Pengembagannya juga untuk menjembatani adanya kesenjangan, baik itu kesenjangan lingkungan, social, ekonomi dan aspek lainnya untuk mewujudkan Malang sebagai kota pintar yang lebih maju.
Pengembangan smart city tak hanya layanan untuk administrasi kepemerintahan, namun juga berbagai aspek lain, seperti bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, keamanan, sosial kemasyarakatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Termasuk untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata dan yang terkait seperti hotel, restoran, kuliner dan lainnya yang menjadi salah satu andalan bagi Kota Malang.
Guna meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses serta mekanisme kerja atau prosedur dalam sistem manajemen pemerintahan, dikembangkan sistem pemerintahan elektronik (e-Government) secara menyeluruh. Ada beberapa aplikasi seperti aplikasi administrasi kependudukan, e-finance, SMS gateway, SIM retribusi daerah, LPSE, SiMaya dan sebagainya.
Di portal tersebut dijelaskan fungsi dari tiap-tiap aplikasi. Misalnya siMaya yang merupakan sistem administrasi perkantoran secara elektronik yang terintegrasi yang merupakan aplikasi e-office yang telah disempurnakan dari aplikasi e-office sebelumnya yang disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Pedoman Umum Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE) di Lingkungan Instansi Pemerintah. siMAYA merupakan proses kegiatan surat menyurat yang dilakukan secara elektronik dengan mengakses internet. Untuk kota Malang melalui alamat http://simaya.malangkota.go.id.
Menurutnya, terkait konsep smart city, Pemkot Malang sejak 2017 sudah membuat roadmap pengembangannya yang hingga kini terus ditingkatkan dengan inovasi-inovasi baru. Misalnya untuk mendukung pariwisata yang menjadi salah satu andalan Kota Malang, dikembangkan aplikasi Malang Menyapa sebagai jendela wisata Malang secara digital. Aplikasi ini tersedia secara gratis di Google Play Store yang bisa digunakan masyarakat maupun wisatawan untuk memudahkan mereka menjelajahi wisata kota Malang dan yang terkait. Seperti restoran, hotel, kuliner, budaya dan lainnya.
Dalam upaya optimalisasi pemanfaatan aplikasi “Malang Menyapa”, Pemkot Malang juga menyiapkan tenaga melalui dinas terakit untuk menangani dan mengelolanya secara optimal untuk mendukung pengembangan pariwisata. Ada beberapa fitur yang tersedia dalam aplikasi ini, seperti destinasi, belanja, hotel, makanan, travel, oleh-oleh, hiburan, dan lainnya. “Melalui aplikasi ini, pelaku usaha pariwisata di Kota Malang juga bisa melakukan promosi. Sehingga kita harapkan aplikasi yang kita kembangkan di smart city, bisa dirasakan manfaatnya secara luas dan berdampak positif bagi ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ditegaskan, pengembangan smart city Kota Malang diarahkan untuk memudahkan dan meningkatkan berbagai pelayanan masyarakat serta membantu mengelola sistem kepemerintahan yang lebih modern, transparans, and accountable. Dalam kaitan ini, juga terus diimbangi dengan peningkatan dan edukasi kepada sumber daya manusia yang ada. Termasuk edukasi ke semua level yang ada di kalangan masyarakat, supaya mereka terbiasa memanfaatkan teknologi informasi, terutama bisa mengakses dan memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang tersedia di smart city untuk kemudahan mereka. Tak hanya masyarakat yang ada di pusat kota, namun juga yang ada di desa-desa. Apalagi dari sisi infrasturtur, kini juga sudah lebih baik, di mana 57 desa di Kota Malang sudah terhubung semua dengan jaringan internet.
“Semua wilayah kota Malang sudah terhubung dengan internet. Kami juga bangun Free Wifi di sejumlah titik, seperti taman kota yang kini ada di 16 titik. Kemudian kami juga sediakan free Wifi di Puskemas, kantor kelurahan dan lainnya yang tyerus akan ditambah,” ujar Tri Widyani.
Untuk kemudahkan informasi, Kota Malang juga mengembangkan portal yang hingga kini juga terus disempurnakan. Portal pemerintah kota Malang terdiri atas konten sekilas Malang, pemerintahan, fasilitas daerah, pajak & retribusi, dokumen daerah, aplikasi daerah, pelayanan publik, potensi daerah, dan jaringan informasi. Dari portal ini pengunjung portal akan mengetahui informasi kota Malang dari segi geografis, keunggulan daerah, dan fasilitas yang tersedia di kota ini. Di fitur ‘Dokumen Daerah’, tersedia informasi seputar APBD, Malang dalam angka, peraturan daerah, dan peraturan walikota yang berlaku di kota Malang.
Terkait pengembangan digital economy dan ekonomi kreatif, Pemkot Malang juga akan membangun fasilitas Malang Creative Center (MCC). Malang Creative Center dibangun untuk mewadahi atau memfasilitasi adanya kreatifitas masyarakat agar lebih diberdayakan secara ekonomi dan memacu kreativitas masyarakat, terutama kaum milenial. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memacu pertumbuhan ekonomi kreatif dan juga yang terkait, termasuk sektor wisata. MCC diharapkan mampu memberikan sumbangsih kepada pemberdayaan ide kreatif bagi anak-anak muda untuk memajukan Kota Malang. (AC)














