TOP DIGITAL Awards 2019: Pemkot Tangerang Selatan Sediakan Berbagai Aplikasi TI Lewat Single Domain

Penulis Teguh Suyudi

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus bertransformasi menjadi Kota Cerdas atau Smart City. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, beragam aplikasi berbasis online telah diluncurkan guna memudahkan layanan bagi warga Tangsel.

Dari sekitar 155 aplikasi yang sudah diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, setidaknya ada sembilan aplikasi unggulan yang menjadi kebanggaan Pemkot. Sembilan aplikasi itu adalah Tangsel Pay, Seraton, Tangsel Belajar, Simponie, Sisumaker, Time Table, SIMRS, SIMPUS, dan Siaran Tangsel.

Tangsel Pay merupakan layanan pembayaran pajak, retribusi dan layanan digital keuangan lainnya yang dikembangkan oleh Diskominfo Tangsel. Aplikasi Tangsel Pay ini berbasis android sehingga bisa di-download melalui smartphone warga.

Kepala Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel Tubagus Asep Nurdin  menjelaskan, aplikasi Tangsel Pay akan memudahkan masyarakat Tangsel dalam membayar kewajiban pajak serta retribusi bulanan ke Pemkot.

“Salah satu penyebab wajib pajak tidak patuh membayar pajak karena di tengah kesibukan kerja, mereka sulit membayar pajak secara manual atau melalui kantor pajak. Untuk itulah kami buat aplikasi ini,” ujar Asep di sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Demikian pula untuk pembayaran retribusi, aplikasi Tangsel Pay sangat memudahkan pedagang pasar dalam membayar retribusi bulanan mereka. Penggunaan aplikasi ini juga bisa meminimalisasi tingkat kebocoran dana hasil pungutan retribusi.  Selama ini, retribusi pasar dipungut oleh petugas yang berpotensi besar terjadi kebocoran penerimaan.

Aplikasi unggulan lainnya adalah Seraton  atau Sistem Administrasi Pertanahan Online. Melalui aplikasi ini, masyarakat Tangsel bisa melakukan pendaftaran sertifikat tanah secara online, termasuk juga mengetahui penyelesaian sertifikat tanah yang sedang diproses di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangsel.

Aplikasi yang sudah diluncurkan dua tahun lalu ini juga sangat mendukung program Pemerintah Presiden Joko Widodo yang menggencarkan sertifikasi gratis untuk masyarakat tidak mampu. “Di Kota Tangsel sendiri ada sekitar 177 ribu sertifikat yang masuk program tersebut,” kata Asep.

Pemkot Tangsel juga memiliki aplikasi unggulan lainnya yaitu Simponie atau Sistem Informasi Manajemen Perizinan Online. Ini merupakan aplikasi untuk pengurusan berbagai  macam perizinan yang masuk melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Tangsel.

Tak hanya digunakan di Pemkot Tangsel, aplikasi Simponie yang dikembangkan oleh Diskominfo Kota Tangsel saat ini sudah direplikasi oleh beberapa pemerintah kabupaten/kota lain di Indonesia antara lain Kota Metro-Lampung, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Tangerang, dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Aplikasi unggulan lain dari Pemkot Tangsel adalah Tangsel Belajar. Aplikasi berbasis android ini merupakan aplikasi kursus bahasa Inggris secara online gratis untuk warga Tangsel. Aplikasi ini dilengkapi dengan video conference dan native speaker.  “Selama itu warga Tangsel, mereka dapat e-learning gratis. Aplikasi ini bisa diakses dari rumah melalui smartphone masing-masing,” ujar Asep.

Tak hanya itu, Pemkot Tangsel juga memiliki aplikasi unggulan berupa SIMRS atau Sistem Informasi Rumah Sakit. Melalui aplikasi ini, warga Tangsel bisa melakukan pendaftaran antrean di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota  Tangsel melalui online. Pemkot juga mengembangkan Sistem Informasi Puskesmas  (SIMPUS) yang terintegrasi  dengan sistem di RSU. “Jadi pasien tidak perlu repot-repot membawa rekam medis cetaknya dari Puskesmas ke rumah sakit,” kata dia.

Di samping aplikasi di atas, Pemkot Tangsel juga mempunyai aplikasi unggulan bernama Sisumaker atau Sistem Informasi Surat Masuk dan Surat Keluar. Sisumaker yang dikembangkan oleh Diskominfo Tangsel ini sangat memudahkan dalam proses surat menyurat di lingkungan Pemkot Tangsel. Aplikasi ini bahkan sudah direplikasi oleh beberapa daerah antara lain Kabupaten Kepulauan Anambas-Provinsi Riau, Kabupaten Pringsewu-Provinsi Lampung, dan Kota Payakumbuh-Sumatera Barat. “Aplikasi Sisumaker dan Simponie sudah mendapat sertifikat ISO 27001,” kata Asep.

Aplikasi unggulan lainnya adalah Tangsel Sehat, sebuah layanan kesehatan berbasis digital yang diperuntukkan sebagai media informasi, edukasi, berikut pelayanan konseling oleh tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangsel. Awalnya, aplikasi ini dirancang untuk layanan konsultasi dokter secara online khusus warga Tangsel. Namun karena ada aturan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang melarang dokter memberikan layanan konsultasi secara online sehingga aplikasi Tangsel Sehat kini hanya melayani konsultasi gizi.

Single Domain

Hebatnya lagi, implementasi solusi  informasi dan teknologi (IT) di Pemkot Tangsel kini sudah menggunakankan single domain dan single sign on. Cukup dengan mengklik web tangerangselatankota.go.id, masyarakat Tangsel bisa mengakses ratusan aplikasi digital yang sudah diimpelementasikan di lingkungan Pemkot Tangsel.

“Single domain dan single sign on ini sebelumnya adalah mimpi kami. Syukur Alhamdulillah itu sudah kami wujudkan dan sekarang sudah berjalan,” ujar Asep Nurdin

Asep mengakui, semangat untuk membuat aplikasi online di Indonesia saat ini luar biasa besar. Tak hanya di pusat, pemerintah daerah juga banyak meluncurkan aplikasi baru terkait pelayanan kepada masyarakat secara online. Pemkot Tangsel saat ini sudah memiliki sekitar 155 aplikasi berbasis online.

“Banyaknya aplikasi itu akan membuat masyarakat justru menjadi bingung.  Jadi dengan single domain ini, apapun aplikasi maupun webnya, domainnya cuma satu, yaitu tangerangkota.go.id,” kata Asep.

Penulis: Nurdian

BACA JUGA

Leave a Comment