Pemerintah Kota Solo dipercaya sebagai tempat uji coba kendaraan listrik. Namun, tidak sebatas uji coba kendaraan listrik, tapi tidak tertutup kemungkinan akan dilibatkan di dalam proses pengembangan sampai produksinya. Solo termasuk 12 kota dari delapan negara yang udaranya bersih, dan siap sebagai tempat pilot proyek mobil listrik yang akan diproduksi.
“Dukungan tersebut juga merupakan salah satu tekat kami, dan kiat-kiat yang kami lakukan di Solo adalah memberikan transportasi yang murah sesuai yang diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009,” kata Walikota Kota Solo FX Hadi Rudyatmo pada peluncuran uji coba kendaraan listrik di Solo.
Menurutnya, pemerintah kota Solo sudah mengadakan transportasi publik dengan hampir 50 bus untuk memberikan transportasi publik yang murah, dan nyaman kepada masyarakat, dan sudah dibuka empat koridor sampai 2014. “Dengan adanya peluncuran uji coba mobil listrik tersebut, tentu akan lebih mengurangi emisi gas buang di Kota Solo dengan sangat rendah, sehingga kota Solo udaranya akan bersih, maka warga juga akan sehat,” paparnya.
Diharapkan, jika uji coba mobil listrik ini berhasil, Ia meminta kepada Menristek, Gusti Muhammad Hatta untuk dapat membantu Solo Techno Park, karena dalam pendirian Solo Techno Part tersebut hanya bermodal Rp. 4 milyar, dan pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan kementerian yang lain seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Bappenas.
Disamping itu, kata dia, Menristek juga sudah melihat sendiri bagaimana kegiatan di Solo Techno Park, khususnya las bawah air yang dilakukan di sana, dimana testimoninya bahwa gaji lulusan dari Solo Techno Park sebesar Rp. 1,2 juta. Oleh karena itu, Solo Techno Park diharapkan dapat dukungan dana dari pemerintah pusat terutama Menristek, karena pembangunan Solo Techo Part ini baru mencapai 30 persen, dan belum mencpai 100 persen.
Perlu diketahui, Solo Techno Park tersebut telah menghasilkan lulusan yang terampil, dan telah melakukan kerjasama dengan Jepang dan Korea. “Mudah-mudahan kalau mobil listrik ini bisa diproduksi secara massal, Solo Techno Park juga tidak kesulitan untuk membuat mobil tersebut, dan siap sebagai tempat pilot proyek mobil listrik yang akan diproduksi,” tuturnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Solo, Agus Djoko Witiarso minta agar Solo, khususnya Solo Technopark bisa dilibatkan dalam penelitian dan pengembangan kendaraan listrik. Dari sisi kemampuan, tidak perlu dikhawatirkan karena Solo sudah siap dari sisi teknologinya Menurutnya, sudah ada beberapa produk yang telah dihasilkan disana, salah satunya adalah jat warna alam dan lain sebagainya. Kemudian di Solo Technopark tersebut juga ada kegiatan penelitian dan pengembangan, termasuk pendidikan dan latihan, khususnya untuk las bawah air, dimana peminatnya juga sudah cukup banyak. (*/)














