Kementerian Agama menjalin kerjasama dengan Google, perusahaan komputasi terbesar di dunia, dalam perluasan akses siswa madrasah terhadap e-learning.
Dengan fasilitas dari Google ini, siswa madrasah akan mendapat domain yang di-pool melalui kemenag.go.id. Jika dikapitalisasi, fasilitas dari Google ini setara dengan nilai yang cukup tinggi. Platform ini biasanya diterapkan secara berbayar dengan tarip per akun per bulan sebesar US$ 12. Untuk madrasah, pihak Google akan meng-generate 7 juta akun, yang berarti setara dengan US$ 84 juta per bulan.
Direktur KSKK Madrasah Kemenag, Ahmad Umar mengaku senang dengan kesepakatan ini. Sejak lama pihaknya memperjuangkan revolusi pembelajaran di madrasah agar mencapai lompatan kualitas.
Faktanya saat ini antara madrasah di kota dan di daerah masih terdapat gap kualitas. Dengan pembelajaran daring yang difasilitasi Google, ia berharap madrasah di seluruh pelosok dapat dipacu akselerasinya. Problem kualitas guru, jam masuk yang tidak disiplin, dan persoalan lainnya secara teknis dapat teratasi dengan cara ini.
“Kerjasama ini sudah kami rintis sejak Agustus 2018 lalu. Jadi ini bukan program tiba-tiba karena agenda belajar di rumah terkait covid 19,” katanya.
Selama masa tunggu itu pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan operator telepon selular agar daerah-daerah yang masih blank spot dibangun menara BTS agar akses internet dapat dijangkau madrasah di daerah itu.
Menurut Ahmad Umar, platform yang diberikan Google memungkinkan siswa dapat belajar di ruang-ruang kelas online. Dengan sistem ini siswa dapat mengikuti kelas manapun yang dipilih, tidak harus di sekolahnya. Dengan kelas daring ini keterbatasan sumberdaya dan guru dapat teratasi. Sekolah juga dapat bertukar guru dengan mudah hanya dengan melakukan switch. Misalnya ada sekolah yang kuat di bidang tertentu, lemah di bidang yang lain. Maka dapat bertukar sumberdaya untuk saling memperkuat.
Sistem ini juga akan diintegrasikan dengan aplikasi e-learning madrasah milik Kementeriuan Agama. Aplikasi yang sebelumnya sudah ada ini akan semakin kuat karena didukung mesin Google yang mampu diakses jutaan siswa dalam satu waktu.














