Kementerian Agama menjalin kerjasama dengan Google, perusahaan komputasi terbesar di dunia, dalam perluasan akses siswa madrasah terhadap e-learning.
Naskah kerjasama ini ditandatangani Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, Ahmad Umar dengan Arya Sanjaya, President Director PT. Duta Digital Informatika, representasi Google di Indonesia untuk platform Google Cloud dan Google For Education.
Penandatanganan nota kesepahaman ini berlangsung di kantor Kemenag, Jl. Lapangan Banteng Barat No 3-4 Jakarta Pusat, Kamis (21/05/2020).
Kesepakatan ini akan memberikan akses e-learning gratis kepada 82 ribu madrasah di Indonesia, yang mencakup sekitar 7 juta siswa di dalamnya. Google siap menyediakan platform daring untuk media pembelajaran siswa madrasah. Adapun materi atau konten mata pelajaran disiapkan Kemenag.
Dengan sinergi ini, setidaknya ada delapan aplikasi berbayar yang diberikan gratis dalam jangka waktu tidak terbatas kepada siswa madrasah. Aplikasi tersebut di antaranya Google Classroom, Google Meet dengan kemampuan interaksi 250 orang tanpa batasan waktu, dan sejumlah aplikasi tulis menulis praktis seperti Google Docs, Presentasi (Slide) dan Tabulasi (Sheet)) dengan kemampuan kolaborasi.
Google juga akan memberikan akun G-mail kelas korporat yang bebas iklan dan spam dengan kapasitas tidak terbatas, penyimpanan (Drive) di cloud dengan kapasitas tidak terbatas, Calendar untuk melakukan penjadwalan pribadi dan kelompok, Konsol Admin untuk administrasi pengguna dan perangkat dalam domain yang ditentukan, serta pengaturan keamanan dan juga Vault (Lemari Penyimpanan) yang dapat menyimpan tanpa batas waktu dan menarik kembali arsip jika diperlukan.
Menurut Arya Sanjaya, ini merupakan bentuk komitmen Google untuk terlibat aktif membangun pendidikan di negara-negara daerah operasionalnya, termasuk Indonesia. Kerjasama ini akan menjadi program yang sustainable, karena yang diberikan adalah akses gratis setara dengan kelas bisnis tanpa batas waktu, bukan merupakan trial version.
“Saya berharap ini akan dapat berjalan terus. Ini bentuk komitmen kami terhadap pendidikan dan bukan program CSR yang sifatnya temporal,” kata Arya.
Nota kesepakatan ini merupakan kerjasama nasional pertama antara Google dengan pemerintah. Sebelumnya kerjasama serupa sudah dilakukan Google dengan beberapa sekolah terpilih, namun sifatnya parsial kelembagaan.














