Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan situs Lakumkm.id sebagai basis data usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Situs ini akan berisi daftar UMKM binaan Kementerian Kominfo dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Lakumkm.id juga jadi alat dan sistem inventori bagi para UMKM.
“Lakumkm.id akan menjadi pusat data, kami validasi, dan menjadi statistik,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, saat peluncuran situs tersebut, 16/7.
Semuel juga merencanakan situs ini bisa membantu para pelaku UMKM untuk mengatur akun di berbagai platform digital tempat mereka berjualan online sehingga penjual tidak perlu keluar-masuk aplikasi dagang online. Para pelaku UMKM juga bisa mendaftarkan usaha mereka di platform ini.
Masyarakat umum bisa mengakses situs Lakumkm.id dan mengetahui berapa banyak UMKM yang ada di Indonesia, termasuk sebaran wilayah, produk yang dijual dan platform digital apa saja yang mereka gunakan untuk berjualan.
Situs ini akan dikelola oleh Kominfo dan Kemenkop UKM. Melalui pusat data tersebut, pemerintah bisa memetakan apa saja kebutuhan UMKM di Indonesia.
Situs ini diluncurkan bersamaan dengan kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia #KitaBelaKitaBeli. Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Mei lalu. Kampanye #KitaBelaKitaBeli ini akan dilaksanakan oleh kementerian dan lembaga pada 16-31 Juli.
Data Kominfo menunjukkan mulai 14 Mei, ketika Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia diluncurkan, sampai 23 Juni lalu terdapat 599.300 UMKM dan ultra mikro yang masuk ke platform digital.
Sekitar 9,4 juta atau 14,68 persen UMKM sudah masuk ke platform digital atau go online. Kementerian Kominfo berharap lebih banyak lagi UMKM dan ultra mikro yang berjualan di platform digital.














