ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Begini Cara Kerja Teknologi Gimbal Stabilization di Vivo X50 Pro

Fauzi
20 July 2020 | 19:00
rubrik: Product
Blind Pre-Order Vivo X50 Series di Indonesia Resmi Dimulai
Share on FacebookShare on Twitter

Vivo X50 Pro telah resmi meluncur di Indonesia dengan salah satu fitur andalan berupa teknologi Gimbal Stabilization.

Kehadiran teknologi ini bermanfaat untuk meningkatkan fungsi kamera pada smartphone yang dibutuhkan masyarakat yang tidak hanya mendukung fungsi perekaman video yang lebih stabil tetapi juga membantu pengambilan foto dan mendapatkan hasil yang lebih baik. Dalam press release ini, vivo memaparkan lebih lanjut terkait teknologi Gimbal Stabilization pada vivo X50 Pro yang hadir dengan perpaduan lensa kamera utama beresolusi 48 megapiksel (f/1.6, Sony IMX598).

Product Manager Vivo Indonesia, Hadie Mandala mengungkapkan, “Riset kami menunjukkan bahwa 70% foto dan video yang buruk dihasilkan karena guncangan. Sebagai perusahaan teknologi global, vivo melanjutkan kemampuannya menyerap inovasi teknologi terdepan, dan mengembangkan solusi untuk menyematkan teknologi Gimbal Stabilization dalam vivo X50 Pro yang memberikan kestabilan lebih baik dibandingkan stabilisasi tradisional.”

Bagaimana Teknologi Gimbal Stabilization Bekerja
Pada stabilizer tradisional yang selama ini kita kenal seperti handheld gimbal, perangkatnya biasanya menggunakan pivot, dudukan, giroskop, dan sensor, sehingga memungkinkan kamera untuk berputar di sepanjang sumbu dengan lancar, mengimbangi guncangan serta menstabilkan frame. Modul Sistem Kamera Gimbal pada Vivo X50 Pro menerapkan logika teknologi yang sama untuk menstabilkan kamera utama, namun dengan kemampuan anti-guncangan yang lebih ditingkatkan.

Saat menangkap objek, kamera utama pada vivo X50 Pro yang dimiringkan, diguncang ataupun digerakkan, akan menggunakan daya giroskop lewat Sistem Kamera Gimbal yang akan menghitung arah dan perpindahan guncangan. Menggunakan gaya elektromagnetik, seluruh modul Gimbal akan bergerak ke arah yang berlawanan untuk mengimbangi guncangan.

Sepanjang proses ini, modul menyesuaikan posisinya dengan kecepatan refresh 100Hz untuk mencapai stabilisasi frame setiap saat. Menggunakan dudukan suspensi bola ganda atau double ball cross structure, sudut yang dicapai modul Sistem Kamera Gimbal pada vivo X50 Pro mencapai ±3° atau 300% lebih besar dari OIS tradisional. Sehingga Pengaturan ini memungkinkan sudut mencapai sumbu-X dan sumbu-Y dapat memutar dan mengikuti ke manapun kamera bergerak, walaupun dalam guncangan yang lebih kencang, sudut pandangnya akan tetap utuh karena posisi kamera berada pada titik yang stabil (full frame image stabilization).

BACA JUGA:  Sambut Harpelnas, DatascripMall.ID Gelar Promo 'Spekta Deals'

Untuk mengurangi guncangan dari FPC (flexible printed circuit) yang terhubung dengan modul lensa, Sistem Kamera Gimbal pada vivo X50 Pro memiliki Double S-Type FPC terpanjang dan tertipis yang pernah dikembangkan vivo, dengan ketebalan hanya 0,07mm. Inovasi ini membuat modul dapat berputar lebih bebas dan minim hambatan.

Modul gimbal juga memiliki komponen perangkat lunak yang inovatif — Gimbal Radar, sebuah fitur animasi di layar dalam tampilan pratinjau foto. Sebuah bola animasi mencerminkan pergerakan gimbal yang sebenarnya, yang menunjukkan kapan bingkai stabil dan memandu pengguna untuk mengambil foto dan video dengan hasil lebih jernih.

Pengguna juga dapat melihat pergerakan aktual dari Sistem Kamera Gimbal dengan melihat lensa kamera utama. Selain itu, karena Sistem Kamera Gimbal, kamera utama yang terlihat seperti mata atau “The Big Eye” di bagian belakang Vivo X50 Pro, berfungsi sebagai elemen desain yang khas yang hanya dimiliki oleh vivo.

Efek stabilisasi dari teknologi Gimbal Stabilization juga berfungsi untuk meningkatkan sensitivitas cahaya keseluruhan Ketika low light condition. Sehingga dalam kondisi cahaya rendah, vivo X50 Pro akan secara otomatis mengaktifkan Extreme Night Vision disertai algoritma AI Noise Reduction yang memungkinkan pengguna mengambil foto atau video di malam hari dengan lebih baik.

Teknologi Gimbal Stabilization mendukung algoritma zoom yang dikembangkan sendiri oleh vivo untuk mencapai 60x Hyper Zoom, menghasilkan hasil foto jarak jauh dengan hasil yang stabil. Bagi pecinta fotografi alam, fitur Astro Mode dapat dioptimalkan untuk menangkap gambar bintang-bintang yang bersinar.

Tidak hanya untuk menghasilkan foto lebih stabil, Sistem Kamera Gimbal juga memungkinkan pengguna untuk merekam video lebih stabil di kondisi apapun dengan menciptakan stabilitas dalam 5 sumbu. Teknologi ini membantu pengguna menghasilkan video anti-guncangan melalui fitur Ultra Stable Video.

BACA JUGA:  Vivo Resmi Mengonfirmasi Tanggal Peluncuran Vivo V17 Pro

Dengan fungsi Pro Sports Mode, vivo X50 Pro juga dapat mengambil gambar bergerak dengan hampir tanpa jeda berkat perpaduan antara system Gimbal Stabilization dan sensor khusus yang dapat mengurangi waktu paparan. Fitur ini juga dapat dengan mudah menangkap pose gerak atau lompat dengan kecepatan dan presisi yang mengagumkan.

Fungsi Motion AF Tracking memungkinkan pengguna mengunci objek apa pun dalam frame dan tetap fokus pada objek tersebut, bahkan saat objek berada di luar jangkauan dan menstabilkan pusat gambar, serta mengunci suara melalui 3D Sound Tracking, sehingga fokus suara hanya berada pada objek yang diinginkan.

“Dengan proses kompleks di balik pengembangannya, teknologi Gimbal Stabilization menjadi tonggak sejarah baru dalam teknologi yang dikembangkan vivo. Selain untuk hasil video yang lebih stabil, eksistensi teknologi Gimbal Stabilization pada vivo X50 Pro juga memudahkan pecinta fotografi untuk menangkap lebih banyak foto berkualitas dalam kondisi apapun tanpa harus membawa perangkat Gimbal terpisah,” ujar Edy Kusuma, Senior Brand Director vivo Indonesia.

Vivo X50 Series tersedia dalam dua pilihan, Vivo X50 Pro dengan harga Rp9.999.000 dan Vivo X50 dengan harga Rp6.999.000. Vivo membuka program Pre-Order vivo X50 Series sejak tanggal 16 Juli 2020 hingga 24 Juli 2020. (Fauzi)

Tags: VivoVivo X50 Series
Previous Post

Kemendag: “Prioritaskan DigiKu untuk UMKM Yang Membuat Produk Dalam Negeri”

Next Post

Pemerintah Bentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hilirisasi Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi, Tingkatkan Nilai Tambah SDA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kominfo Dorong Pemanfaatan IoT Percepat Digitalisasi Sektor Logistik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto