Google Indonesia menghadirkan program “Tangkas Berinternet”, yakni literasi digital dan keamanan daring yang memuat beberapa materi ajar untuk guru dan orang tua.
“Bulan April, kami menemukan sekitar 18 juta malware, ada upaya terkait phishing, ada beberapa juta spam COVID-19 lainnya. Dari sini kami lihat butuh edukasi terkait tangkas berinternet untuk keluarga. Untuk membantu keluarga Indonesia mempraktekkan keamanan berinternet dan membangun kebiasaan berdigital yang baik,” ujar Head of Public Affairs, Asia Tenggara, Google Asia Tenggara, Ryan Rahardjo dalam konferensi pers via daring, 21/7.
Selain sisi positif, internet juga bisa menempatkan orang-orang termasuk anak pada risiko buruk seperti phising dan di sinilah pentingnya edukasi agar bisa aman berinternet.
Lewat program yang bisa diakses melalui g.co/TangkasBerinternet ini, pihak Google menyediakan materi dalam format pdf, poster dan permainan berbasis web yakni Interland yang dapat membantu mengajarkan konsep literasi digital pada anak.
Secara umum, materi yang tersedia mencakup kiat-kiat menjadi pengguna internet yang positif, tangguh berinternet termasuk kiat membuat kata sandi yang kuat dan aman, cermat berinternet antara lain cara mencegah terkena tipuan scam, bijak berinternet dan berani berinternet.
Ryan mengatakan, nantinya, diharapkan melalui program ini terbangun kebiasaan digital yang baik di dalam keluarga sekaligus memberdayakan orang tua dan pengajar dengan menciptakan program yang membantu anak-anak membangun literasi digital.
“Kebiasaan digital yang baik agar dapat membantu mereka menjadi penjelajah dunia online maupun offline yang cerdas, cermat, tangguh bijak dan berani,” kata dia.
Baca: Google akan Membatasi Iklan yang Berisi Teknologi Ilegal














