Jakarta, ItWorks-Sebagai bentuk kewaspadaan adanya Insiden Siber Sektor Kesehatan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (bimtek) penanganan insiden siber bagi pelaku bidang kesehatan. Upaya ini dilakukan terutama sekaligus untuk meningkatkan kapabilitas pengelolaan keamanan siber yang sangat penting, salah satunya sektor kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat luas.
Bimtek yang diselenggarakan dalam jaringan tersebut diikuti oleh manajer atau pengelola teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada sektor kesehatan. Kegiatan Bimtek dilakukan antara lain dengan mensimulasikan teknis penanganan insiden siber dengan bahasan spesifik digital forensic serta step-by-step penanganan insiden.
“Penanganan insiden siber memerlukan manajemen yang efektif, salah satunya menggunakan tim penanganan insiden siber Computer Security Incident Response Team (CSIRT). Kami mendorong setiap institusi yang mengelola TIK termasuk biang kesehatan untuk membentuk organisasi CSIRT dan menyusun regulasinya. CSIRT menjaga proses keberlangsungan bisnis organisasi melalui prinsip confidentialy, integrity dan avalaibility, penanganan insiden harus dilakukan sesegera mungkin untuk melindungi sistem dan data organisasi,” ungkap Direktur Penanggulangan dan Pemulihan Infrastruktur Informasi Kritis Nasional (PPIIKN) BSSN, Daddy Estoe Widodo saat memberikan sambutan pada pembukaan Bimtek yang dirilis Bagian Komunikasi Publik, Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat-BSSN, baru-baru ini.
Dikatakan, bimtek ini kjuga merupakan kegiatan persiapan untuk mengikuti kegiatan Critical Information Infrastructure Cyber Exercise for Healthcare Sector yang akan diselenggarakan tanggal 26-27 Agustus 2020 dan The National Cyber Exercise yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang.
“Saya berharap peserta dapat menerapkan ilmu di lingkungan organisasi masing-masing, sehingga proses penanganan insiden dapat dilaksanakan dengan efektif. Kesamaan dan keterpaduan gerak langkah pelaku sektor kesehatan dalam menangani insiden merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi membangun ekosistem keamanan siber yang kondusif antara BSSN dan para pihak pemangku kepentingan keamanan siber termasuk pemerintahan, Infratruktur Informasi Kritikal Nasional dan ekonomi digital,” ujarnya. (AC)














