JAKARTA, iTech – Adskom, penyedia layanan periklanan digital Supply Side Platform (SSP) dan Data Management Platform (DMP) mengumumkan telah membukan kantor di Palo Alto, Silicon Valley, AS.
Dalam siaran persnya, Adskom menyebutkan, kantor tersebut akan dijadikan laboratorium utama bagi pengembangan teknologi, terutama aspek penciptaan formula logaritma dan pengembangan arsitektur teknis.
Pembukaan kantor tersebut juga dimaksudkan untuk memaksimalkan kapabilitasnya Big Data management, terutama yang terkait dengan data audiens dan inventory.
“Langkah ini menjadi momentum yang sangat penting bagi kami. Karena merefleksikan kesanggupan dan kesiapan Adskom untuk menjadi pemimpin penyedia teknologi periklanan digital SSP dan DMP terdepan di Asteng,” ucap CEO Adskom Itali Gani.
Kompetensi global yang dimiliki oleh tim di AS, akan memperkuat kapabilitas Adskom dalam mengembangkan arsitektur teknis digital berkelas dunia, serta pembuatan formula logaritma yang canggih dan aplikatif.
“Kedua aspek tersebut akan memainkan peran yang penting dalam mengoptimalkan kekuatan kami dalam bidang pengolahan Big Data, sebagai sumber penting dari penciptaan platform periklanan digital canggih yang kami miliki,” terang Italo.
Platform periklanan digital DMP, SSP dan DSP adalah solusi untuk membantu ad-buyers atau pengiklan dalam meraih segmen yang dituju, secara lebih efisien. Disamping itu , juga membantu publishers memperoleh peningkatan pendapatan.
Adskom baru-baru ini memperoleh investasi tambahan sebesar Sin 1.06 juta dollar (US$ 850 ribu) dari beberapa investor terkemuka, antara lain Digital Garage, East Ventures, Beenos Plaza dan Skystar Capital. Pada kuartal kedua 2013, Adskom juga menerima pendanaan awal dari Rebright Partners, firma venture capital di Jepang.
Di Indonesia, Adskom telah bekerja sama dengan berbagai publisher terkemuka, antara lain Kompas.com, Kapanlagi.com, Detik.com, Okezone.com, dan Liputan6.com. Terdapat juga beberapa brand yang kampanye marketingnya menggunakan platform Adskom, seperti Bank Central Asia (BCA), Chevrolet, dan perusahaan farmasi Combiphar. (redaksi/***)













