ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan infrastruktur transportasi nasional, khususnya di sektor perkeretaapian.
Hal itu mengemuka dalam kunjungan kerja Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin ke Kantor BSSN, Ragunan, Jakarta Selatan, (16/4/2026). Kunjungan ini diterima langsung Kepala BSSN Nugroho S. Budi dan turut dihadiri jajaran pimpinan tinggi dari kedua instansi. Pertemuan strategis ini membahas penguatan perlindungan Infrastruktur Informasi Vital (IIV) di sektor perkeretaapian Indonesia.
Dalam pertemuan itu, Kepala BSSN Nugroho menegaskan pentingnya kolaborasi pentahelix dalam menghadapi ancaman siber yang semakin dinamis. Menurutnya, keamanan siber kini bukan lagi sekadar persoalan teknis, melainkan bagian penting dari kedaulatan nasional.
“PT KAI sebagai pilar transportasi publik memiliki sistem digital yang kompleks, mulai dari manajemen tiket hingga kontrol perjalanan kereta, yang harus dipastikan keamanannya demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” ujar Nugroho dirilis Humas BSSN melalui portal web (16/04/2026), di Jakarta.
Ditambahkan, BSSN berkomitmen penuh mendukung PT KAI dalam mengamankan sistem operasional serta data pelanggan dari berbagai potensi ancaman, seperti ransomware maupun peretasan sistem.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan apresiasi atas dukungan teknis dan asistensi yang selama ini diberikan BSSN. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan langkah proaktif perusahaan dalam mempercepat implementasi strategi keamanan siber nasional di lingkungan PT KAI.
Langkah itu mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang keamanan digital, penguatan sistem deteksi dini, serta perlindungan data. Selain itu, PT KAI juga akan memperbarui sistem teknologi perkeretaapian dengan pendampingan BSSN pada aspek keamanannya.“Kolaborasi ini adalah bagian dari transformasi digital PT KAI untuk memberikan layanan yang lebih aman, nyaman, dan selamat. Kami terus menggandeng BSSN untuk memastikan setiap inovasi teknologi yang kami hadirkan, baik IT maupun OT, tetap berada dalam koridor keamanan siber yang tangguh,” kata Bobby.
Pertemuan diakhiri dengan komitmen kedua pihak untuk menindaklanjuti rencana aksi operasional, mulai dari mitigasi risiko siber hingga simulasi penanganan insiden secara berkala. Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pemerintah dan BUMN dalam menjaga kedaulatan ruang siber Indonesia.














